Pengobatan

Hati-Hati Memilih Obat Sakit Mata untuk Bayi dan Anak

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jul 10, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Hati-Hati Memilih Obat Sakit Mata untuk Bayi dan Anak

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Sakit mata terdiri dari berbagai jenis. Setiap jenisnya memiliki metode pengobatan yang berbeda-beda, sehingga harus berhati-hati dalam memilih obat sakit mata yang tepat.
  • Infeksi mata merupakan jenis sakit mata yang paling sering dialami oleh bayi dan anak-anak. Tidak semua kasus membutuhkan obat sakit mata.
  • Jika anak mengalami bintitan, tempelkan kompres hangat pada mata sebanyak 3-4 kali sehari selama 10-15 menit. 
  • Jenis obat sakit mata anak yang dianjurkan untuk mengobati blefaritis adalah salep antibiotik, contohnya bacitracin atau eritromicin.
  • Pemberian obat sakit mata untuk bayi dan anak-anak tidak boleh sembarangan. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan jenis dan dosis obat yang sesuai.

Ada berbagai jenis obat sakit mata untuk bayi dan anak-anak yang tersedia di apotek. Namun, perlu diperhatikan bahwa kita tidak bisa memperlakukan semua kasus sakit mata dengan cara yang sama, sebab penyebabnya mungkin saja berbeda-beda. Terlebih apabila ini pada bayi dan anak-anak, maka orangtua harus ekstra hati-hati.

Salah satu jenis sakit mata yang sering dialami oleh bayi dan anak-anak adalah infeksi mata. Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis infeksi mata membutuhkan obat sakit mata. Ada baiknya Anda konsultasikan dulu pada dokter sebelum memberikan obat sakit mata untuk bayi dan anak.

Iklan dari HonestDocs
Beli obat CEFSPAN 100MG CAP via HonestDocs

Cefspan merupakan antibiotik untuk mengatasi infeksi pada saluran pernafasan atas, infeksi saluran kemih dan kelamin, kulit & jaringan lunak. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Cefspan 100mg cap 1

Obat Sakit Mata Pada Bayi dan Anak-anak Sesuai Penyebabnya

1. Hordeolum (Bintitan)

Hordeolum atau bintitan adalah infeksi yang terjadi dalam kelenjar di kelopak mata, umumnya disebbakan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Kondisi ini ditandai dengan adanya bintil atau benjolan seperti jerawat pada salah satu kelopak mata berwarna kemerahan dan terasa sakit.

Pengobatan:

  • Tempelkan kompres hangat pada mata yang terkena sebanyak 3-4 kali sehari selama 10-15 menit. Pijat pelan-pelan area sekitar mata bintitan untuk membantu menguras kelenjar.
  • Gunakan iobat sakit mata sesuai anjuran dokter.
  • Jika direkomendasikan, antibiotik topical berupa krim dapat membantu mencegah infeksi menyebar ke struktur mata lainnya.

Jika hordeolum tidak membaik dalam waktu 48 jam atau jika ada tanda-tanda sakit atau infeksi memburuk, maka segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat.

Baca Juga: Cara Mengobati Bintitan Dengan Cepat, Efektif, dan Aman

2. Blepharitis

Blepharitis biasanya mempengaruhi kedua kelopak mata. Kondisi ini disebabkan oleh S. aureus atau Staphylococcus epidermidis.

Infeksi pada mata ini ditandai dengan kelopak mata yang membengkak rata, kemerahan, dan sering disertai adanya ketombe di sekitar bulu mata. Gejala lain termasuk iritasi, terbakar, dan gatal-gatal pada margin kelopak mata.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Karena blepharitis sering mirip dengan infeksi mata akibat virus (misalnya, konjungtivitis), maka Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan obat tetes mata antibiotik tanpa resep atau salep. Obat-obatan tersebut hanya boleh digunakan sesuai anjuran dokter.

Pengobatan:

Jenis obat sakit mata anak yang dianjurkan untuk mengobati blefaritis adalah salep antibiotik, misalnya bacitracin atau eritromisin. Dibandingkan obat tetes mata, salep mata lebih banyak karena meningkatnya waktu kontak dengan jaringan yang terinfeksi.

Jika dokter tidak meresepkan antibiotik, maka Anda perlu benar-benar menjaga kebersihan kelopak mata. Anda bisa menggunakan waslap atau kapas yang dibasahi air hangat. Bisa juga dengan menggunakan beberapa tetes sampo bayi hipoalergenik untuk meminimalisir risiko alergi maupun iritasi.

Baca Juga: Penyebab Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

3. Konjungtivitis Bakteri

Konjungtivitis bakteri umumnya ditandai dengan 'belekan' tebal dan cairan mata mukopurulen (kekuningan). Kondisi ini menyebabkan kelopak mata atas dan bawah tertutup lengket.

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Jika dibiarkan, sakit mata seperti ini akan menganggu aktivitas sehari-hari. Masa penyembuhannya pun cukup lama, yakni 2-3 minggu.

Pada bayi dan anak-anak, konjungtivitis bakteri umunya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis.

Pengobatan:

Ketika kelopak mata terasa lengket, segera tempel kompres hangat dan lakukan setiap pagi. Sambil dikompres, bukalah mata Anda pelan-pelan dan hati-hati.

Cara ini tidak boleh dilakukan pada bayi dan anak usia di bawah 2 tahun. Sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat untuk mendapatkan penanganan.

4. Konjungtivitis Virus

Konjungtivitis virus dapat menyebabkan mata yang sangat merah, cairan mata yang encer, dan perdarahan kecil. Infeksi ini biasanya menyebar dan mempengaruhi kedua mata.

Salah satu penyebab konjungtivitis virus adalah adenovirus, herpes simplex virus, hingga virus varicella zoster.. Karena disebabkan oleh virus, maka Anda tidak dapat menggunakan obat sakit mata yang mengandung antibiotik karena justru malah dapat membahayakan dalam penggunaan jangka panjang.

Pengobatan:

Terapi suportif yang dapat dilakukan di rumah meliputi kompres hangat atau dingin dan pelumas mata (obat tetes air mata buatan) untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Jangan lupa jaga kebersihan diri untuk mencegah penularan dari bayi atau anak kepada anggota keluarga lainnya.

Biasanya, sakit mata pada bayi dan anak akibat konjungtivits virus dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Jika tidak juga membaik, segera periksakan diri ke dokter.

Cara mencegah sakit mata 

Jangan tunggu sampai bayi atau anak sakit mata baru melakukan pencegahan. Lakukan beberapa upaya berikut untuk mencegah penularan sakit mata pada bayi dan anak:

  1. Hindari menyentuh mata.
  2. Cuci tangan setelah kontak dengan mata yang terinfeksi.
  3. Gunakan kompres baru atau handuk setelah setiap aplikasi.
  4. Mencuci seprai dan handuk dalam air deterjen panas setelah digunakan.
  5. Pastikan bahwa ujung botol tetes mata atau tabung salep tidak menyentuh mata atau bulu mata.
  6. Jangan berbagi obat tetes mata jika anggota rumah ada yang sakit mata.
  7. Bersihkan marjin kelopak mata setidaknya 2 kali seminggu, supaya sakit mata tidak gampang kambuh.

Karena penyebab sakit mata ada banyak, maka Anda tidak boleh menggunakan obat sakit mata sembarangan. Terutama untuk bayi dan anak usia di bawah 2 tahun, lebih baik segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dan resep obat sakit mata untuk bayi dan anak sesuai kebutuhan.

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Jacobs DS. (2017). Diagnosis and treatment of ocular pain: The ophthalmologist’s perspective. DOI: (https://dx.doi.org/10.1007%2Fs40135-017-0152-1)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app