Panduan Merawat Luka Bekas Operasi Kanker yang Benar di Rumah

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Panduan Merawat Luka Bekas Operasi Kanker yang Benar di Rumah

Setelah menjalani operasi kanker, biasanya menyisakan luka pada area bekas operasi. Luka tersebut perlu dirawat dengan baik, sebab tidak hanya untuk mencegah risiko infeksi, hal ini juga dapat membantu mempercepat pemulihan penderita kanker. Nah, ada beberapa hal cara yang perlu Anda perhatikan ketika merawat luka bekas operasi kanker seperti berikut ini.

Kemungkinan yang terjadi setelah operasi kanker

Setelah menjalani operasi kanker, tekanan darah dan suhu tubuh Anda akan dicek secara berkala. Hal ini berguna untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan Anda setelah menjalani operasi kanker.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Tidak hanya menyisakan bekas luka operasi, ternyata ada beberapa kemungkinan lainnya yang dapat terjadi setelah operasi kanker. Hal ini merupakan efek samping operasi kanker yang dialami oleh beberapa pasien.

Anda mungkin akan merasa pusing atau kliyengan akibat efek obat bius. Tak perlu khawatir karena itu adalah hal yang wajar. Anda biasanya akan diberi masker oksigen atau selang oksigen untuk membantu Anda bernapas dengan lebih mudah. 

Selain pusing, efek obat bius juga bisa membuat Anda merasa mual dan muntah setelah operasi selesai. Untuk mengatasinya, dokter dapat meresepkan obat tertentu untuk membantu mengurangi perasaan tidak nyaman ini.

Baca Juga: Efek Samping Operasi Kanker Usus Besar yang Mungkin Terjadi

Cara merawat luka bekas operasi kanker

Luka bekas operasi dapat sembuh dalam 2 minggu atau lebih. Hal ini tergantung pada kondisi pasien dan obat-obatan yang dikonsumsi. 

Walaupun meninggalkan bekas luka, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Pasalnya, ada langkah-langkah perawatan yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhan luka tersebut, yaitu:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

1. Mencegah pembekuan darah di kaki

Tidak sedikit pasien yang memilih berdiam diri atau rebahan di atas tempat tidur karena takut terjadi perdarahan pada bekas luka. Hal ini ternyata salah.

Tetap diam dan minim gerak justru dapat menyebabkan darah berkumpul dan meningkatkan risiko pembekuan darah di kaki Anda. Anda justru dianjurkan untuk olahraga kaki untuk mencegah pembekuan tersebut. 

Namun, ini juga bukan berarti Anda lantas kebanyakan gerak. Cukup rutin lakukan gerakan sederhana seperti meregangkan lutut dan pergelakan kaki. Anda juga dapat menggoyang-goyangankan telapak kaki Anda.

Dokter juga akan memberikan stoking khusus untuk Anda pakai setelah operasi. Stoking ini dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi risiko pembekuan darah. Memposisikan kaki lebih tinggi juga dapat memperlancar aliran darah.

2. Merawat bekas sayatan operasi

Anda mungkin mendapat beberapa jahitan, staples, atau lem operasi untuk menutup bekas sayatan operasi. Bagi Anda yang mendapatkan jahitan pada luka operasi tak perlu khawatir karena jahitan tersebut lama-kelamana akan hilang.

Jika Anda mendapatkan staples, dokter akan melepaskan staples tersebut setelah luka Anda sembuh. Lain halnya dengan lem operasi yang akan hilang paling lama 10 hari pasca operasi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Perlu diketahui bahwa Anda tidak diperkenankan melepas jahitan, staples, atau lem operasi sendirian. Hal ini bisa memicu risiko perdarahan dan infeksi pada luka bekas operasi. 

Baca Juga: Luka Mesti Ditutup Atau Dibiarkan Terbuka?

Dokter juga dapat menganjurkan Anda untuk mengangkat anggota tubuh yang terdapat luka bekas operasi hingga lebih tinggi dari jantung. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan yang mungkin terjadi. 

Jika luka bekas operasi terasa gatal dan tidak nyaman, minumlah obat pereda gatal yang diresepkan oleh dokter. Sementara bila terjadi perdarahan, tekan luka tersebut dengan lembut selama kurang lebih 5 menit menggunakan tisu atau kain bersih. Bila perdarahan tak juga berhenti, segera hubungi dokter. 

Dokter atau perawat biasanya akan merawat luka bekas operasi kanker setiap 3 hari sekali. Apabila luka Anda tidak boleh terkena air, Anda dapat menggunakan perban anti air atau melapisinya dengan plastik agar tidak lembab saat Anda mandi.

3. Mengurangi risiko terkena infeksi

Merawat bekas luka operasi kanker yang tidak dilakukan dengan benar dapat memicu infeksi. Alih-alih mempercepat penyembuhan, pasien akan lebih lama sembuh karena bekas lukanya terinfeksi.

Konsultasikan dengan dokter mengenai berapa lama luka Anda harus dijaga agar tetap kering. Hindari menggosok atau mengusap bekas luka operasi karena hal ini dapat membuat bekas luka terasa sakit.  

Periksa luka bekas operasi kanker setiap hari dan kenali tanda-tanda infeksi. Jangan lupa untuk mengganti perban secara rutin, khususnya setiap dokter menganjurkannya. Jangan lepaskan plester dari bekas luka Anda jika dokter tidak memintanya.

Beberapa tanda dan gejala luka yang terinfeksi di antaranya nyeri makin hebat, demam, muncul nanah (kekuningan), hingga berbau tidak sedap. Bila ini terjadi, segera periksakan diri ke dokter.

Baca Selengkapnya: 6 Cara Tepat Melindungi Luka Agar Tidak Jadi Infeksi

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Breast cancer in women - Treatment. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer/treatment/)
Cancer surgery: Physically removing cancer. Mayo Clinic. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/in-depth/cancer-surgery/art-20044171)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app