Mengenal Radioterapi untuk Menyembuhkan Kanker Usus Besar

Dipublish tanggal: Agu 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 11, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Radioterapi untuk Menyembuhkan Kanker Usus Besar

Radioterapi adalah terapi radiasi yang menggunakan sinar-X berenergi tinggi, sinar elektron, atau agen kimia yang disebut isotop radioaktif untuk menyerang sel-sel kanker. 

Radiasi ditujukan secara langsung pada tumor. Radioterapi bertujuan untuk merusak kromosom dalam sel kanker sehingga mereka tidak bisa berkembang biak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Radioterapi dapat digunakan sebagai pengobatan untuk kanker kolorektal (usus besar dan rektum), dengan membantu mengendalikan penyakit dan membantu beberapa orang hidup lebih lama.

Jika Anda menderita kanker rektum, dokter dapat menggunakan radiasi baik sebelum atau setelah operasi. Prosedur ini sering digunakan bersamaan dengan kemoterapi. 

Jika operasi bukan pilihan bagi Anda, radioterapi dapat digunakan sebagai terapi utama untuk membantu mengurangi gejala rasa sakit, perdarahan, atau penyumbatan.

Jika Anda memiliki kanker usus besar, yang berarti kanker itu dimulai di usus besar Anda, maka terapi radiasi mungkin dilakukan setelah operasi. Prosedur ini dapat membantu membunuh sel-sel kanker yang mungkin tertinggal. Prosedur ini juga dapat digunakan sebagai terapi utama jika Anda tidak menjalani operasi.

Mengenal jenis-Jenis Terapi Radiasi

Berdasarkan teknik dan prosedur yang dijalani, ada beberapa jenis terapi radiasi yang tersedia. Berikut beberapa jenis terapi radiasi yang mungkin akan Anda jalani.

Terapi Radiasi Sinar Eksternal

External Beam Radiation Therapy atau Terapi Radiasi Sinar Eksternal adalah jenis yang paling umum digunakan untuk mengatasi kanker kolorektal. Sebuah mesin digunakan untuk mengarahkan sinar radiasi pada sel-sel tumor.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Sebelum perawatan dimulai, tim spesialis, termasuk ahli onkologi radiasi, akan menggunakan pengukuran dari pemindaian untuk menemukan tempat yang tepat untuk mengarahkan radiasi. 

Mereka akan memberi tanda titik-titik kecil di tubuh untuk menunjukkan di mana harus menargetkan sinar radiasi.  Anda akan duduk atau berbaring di atas meja sehingga sinar dari mesin dapat diarahkan ke tumor. 

Selama prosedur berlangsung, Anda tidak boleh bergerak dalam beberapa menit. 

Ada banyak jenis radiasi sinar eksternal. Ini termasuk 2D, konformal 3D, IMRT, IGRT, dan terapi sinar proton.

Terapi Radiasi Internal

  • Terapi radiasi interstitial
    (juga dikenal sebagai brachytherapy) menggunakan tabung untuk menempatkan palet kecil, atau biji-bijian, dari bahan radioaktif langsung ke dalam tumor Anda. Setelah 15 menit, mereka dibawa keluar. Anda mungkin memiliki dua kali perawatan selama seminggu selama 2 minggu.
  • Terapi radiasi endo kavitasi
    sering digunakan untuk kanker dubur. Alat yang disebut proktoskop ditempatkan di anus Anda untuk membawa radiasi langsung ke tumor. Itu tinggal di sana beberapa menit dan kemudian dikeluarkan. Anda mungkin akan memiliki empat perawatan, masing-masing terpisah sekitar 2 minggu.

Kapan Terapi Radiasi dapat digunakan untuk mengatasi Kanker Kolorektal?

Untuk kanker rektum, terapi radiasi adalah pengobatan yang cukup sering digunakan. Sedangkan pada kasus kanker usus besar, radioterapi bukan merupakan prosedur yang umum dilakukan, tetapi mungkin dapat digunakan dalam kasus-kasus tertentu :

  • Sebelum menjalani prosedur operasi (bersama dengan kemoterapi) untuk membantu mengecilkan ukuran tumor dan membuatnya lebih mudah untuk diangkat.
  • Setelah operasi, jika kanker telah melekat pada organ internal atau lapisan perut. Jika ini terjadi, ahli bedah tidak dapat memastikan bahwa semua kanker telah “bersih”. Terapi radiasi dapat digunakan untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tertinggal.
  • Selama operasi, langsung pada area di mana tumor berada, untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tertinggal. Prosedur ini disebut terapi radiasi intraoperatif atau IORT.
  • Dilakukan bersamaan dengan terapi kemo untuk membantu mengendalikan kanker jika kondisi tubuh seseorang tidak cukup sehat untuk menjalani operasi.
  • Untuk meringankan gejala jika kanker menyebabkan penyumbatan usus, perdarahan, atau rasa sakit.
  • Untuk membantu mengobati kanker yang telah menyebar ke daerah lain, seperti tulang atau otak.

Apa efek samping dari Terapi Radiasi?

Efek samping terapi radiasi cenderung spesifik pada area tubuh Anda yang mendapat radiasi. Konsultasikan dengan dokter mengenai apa yang dapat Anda harapkan. Efek samping yang mungkin muncul meliputi :

  • BAB berdarah
  • Iritasi pada kulit seperti kulit kemerahan
  • Rasa lelah dan lemah
  • Diare
  • Kekurangan energi
  • Usus bocor
  • Rasa sakit dan terbakar pada kulit Anda di mana sinar radiasi diarahkan
  • Nyeri saat buang air besar
  • Nyeri saat kencing
  • Masalah saat berhubungan seks

Sebagian besar efek samping akan membaik dalam beberapa minggu setelah perawatan berakhir, tetapi beberapa efek samping mungkin akan menetap dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Bicarakan efek samping apapun yang muncul saat menjalani terapi radioterapi dengan dokter Anda sehingga ia dapat membantu Anda.

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Grothey A, et al. Duration of adjuvant chemotherapy for stage III colon cancer. New England Journal of Medicine. 2018;378:1177.
Warner KJ. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. Oct. 10, 2019.
Dean PA, et al. Laparoscopic-assisted segmental colectomy: Early Mayo Clinic experience. Mayo Clinic Proceedings. 1994;69:834.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app