Mengenal Operasi Bypass Jantung

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Operasi bypass jantung dilakukan untuk mengatasi penyumbatan jantung maupun penyempitan pembuluh darah arteri koroner. Pembuluh darah arteri koroner bertugas untuk menyuplai pasokan darah ke otot jantung, sedangkan jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. 

Menyempitnya pembuluh darah arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan lemak atau kolesterol biasa disebut dengan aterosklerosis. Aterosklerosis dapat menyebabkan gagal jantung dan serangan jantung. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Maka, diperlukan operasi bypass jantung untuk mengembalikan fungsi pembuluh darah arteri koroner yaitu menyuplai pasokan darah kaya oksigen ke otot jantung. Operasi bypass jantung biasanya dilakukan dengan cara mencari pembuluh darah dari organ lain untuk mengalirkan darah ke jantung.

Kapan Dilakukan Operasi Bypass Jantung?

Mungkin sebagian besar orang bertanya-tanya, kapanoperasi bypass jantung harus dilakukan? Pada penderita seperti apa? Operasi bypass jantung dilakukan apabila pasien mengalami kondisi seperti berikut. 

  • Mengalami nyeri dada parah
  • Left main artery atau arteri koroner kiri utama mengalami penyempitan atau penyumbatan berat
  • Lebih dari 1 pembuluh darah mengalami penyempitan, sehingga proses memompa darah ke seluruh tubuh terganggu karena bilik kiri jantung tidak dapat berfungsi secara normal 
  • Ketika penyumbatan pembuluh arteri sudah tidak bisa ditangani dengan pemasangan ring

Peringatan Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung memiliki resiko efek samping maupun komplikasi pasca operasi pada pasien dengan kondisi berikut : 

Prosedur Operasi Bypass Jantung

Ada 2 teknik operasi bypass jantung, yaitu teknik konvensional dan teknik non konvensional. Teknik konvensional dilakukan dengan menghentikan kerja jantung sementara, sedangkan teknik non konvensional tanpa menghentikan kerja jantung atau bisa juga dengan menggunakan bantuan robot agar tidak perlu membelah tulang dada selama operasi. 

Berikut prosedur operasi bypass jantung menggunakan teknik konvensional. Sebelum dilakukan operasi bypass jantung, biasanya dokter akan menjalani beberapa tes awal seperti tes darah, rontgen dada, kateterisasi jantung, serta elektrokardiografi. 

Dokter juga akan memberikan beberapa instruksi kepada pasien terkait pantangan kegiatan sebelum operasi, pola makan sehat, dan konsumsi obat-obatan sebelum operasi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Operasi biasanya berlangsung selama 3-6 jam dan pasien akan dibius total. Mula-mula tekanan darah, denyut jantung, fungsi sistem pernafasan, serta kadar oksigen dalam tubuh pasien akan diperiksa oleh dokter. Kemudian dipasang selang pernafasan di saluran pernafasan melalui tenggorokan. 

Selang pernafasan akan tersambung ke alat bantu pernafasan atau ventilator untuk memberi pasokan oksigen ke pasien. Lalu, bagian tengah rongga dada akan disayat oleh dokter bedah jantung hingga membelah tulang dada dan jantung menjadi terlihat. Setelahnya, pasien diberikan obat supaya kerja jantung berhenti. 

Ketika jantung sudah berhenti bekerja, kerja jantung untuk memasok darah ke seluruh tubuh akan digantikan oleh pembuluh darah besar yang disambungkan ke mesin jantung paru atau heart lung machine

Lalu, dokter akan mencangkok pembuluh darah dari bagian tubuh lain, seperti pembuluh arteri di sekitar rongga dada atau pembuluh vena di bagian paha dan akan ditempelkan dari aorta (pembuluh darah arteri besar) menuju pembuluh darah arteri koroner, sehingga tidak melewati pembuluh arteri koroner yang menyempit. 

Setelah itu, dokter akan mengaktifkan fungsi jantung kembali. Biasanya dokter memberi kejutan listrik untuk membuat jantung kembali berdenyut. Tulang dada juga akan disatukan kembali menggunakan kawat khusus dan akan permanen menempel di tulang dada. 

Lalu terakhir dokter akan menyatukan sayatan di kulit dada dengan cara menjahitnya. Selang pernafasan dilepas ketika pasien sudah bisa bernafas sendiri secara normal. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Pasca Operasi Bypass Jantung

Pasien akan ditempatkan di ruang ICU pasca operasi sampai pasien bisa bernafas normal dan selang dilepas. Kebanyakan pasien berada di ruang ICU selama 1-2 hari tergantung kondisi masng-masing pasien. 

Dokter akan secara berkala memantau tanda vital pasien mulai dari tekanan darah, pernafasan, suhu tubuh, dan detak jantung selama pasien berada di ruang ICU. 

Seperti pada penjelasan sebelumnya, kondisi masing-masing pasien berbeda-beda pasca operasi bypass jantung, sehingga singkat atau lamanya masa pemulihan pasien juga tergantung kondisinya masing-masing. 

Sebaiknya pasien menghindari aktivitas berat pada saat pemulihan. Untuk benar-benar pulih, biasanya dibutuhkan waktu 6 minggu hingga 3 bulan. 

Komplikasi Pasca Operasi Bypass Jantung

Sebenarnya resiko komplikasi pasca operasi bypass jantung rendah. Namun, kecilnya resiko komplikasi bukan berarti tidak menimbulkan komplikasi sama sekali bukan? Berikut kemungkinan komplikasi pasca operasi bypass jantung. 


28 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Brown A. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. Aug. 14, 2018.
Aranki S, et al. Early cardiac complications of coronary artery bypass graft surgery. https://www.uptodate.com/contents/search.
Patel MR, et al. ACC/AATS/AHA/ASE/ASNC/SCAI/SCCT/STS 2017 appropriate use criteria for coronary revascularization in patients with stable ischemic heart disease. Journal of the American College of Cardiology. 2017;69:2212.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app