Mengenal Anemia Megaloblastik, Kelainan Darah Pemicu Kanker Lambung

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Mengenal Anemia Megaloblastik, Kelainan Darah Pemicu Kanker Lambung

Anemia merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan kelainan pada sel darah merah. Jenis penyakit anemia sangat beragam dan masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Dibandingkan anemia defisiensi zat besi, anemia megaloblastik mungkin masih asing di telinga Anda. Namun, Anda juga perlu mewaspadai ciri-cirinya karena bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kanker lambung.

Sekilas tentang anemia megaloblastik

Anemia megaloblastik adalah jenis anemia yang ditandai dengan membesarnya sel darah merah melebihi ukuran normal. Hal ini disebabkan karena sel darah merah tersebut tidak mengalami pembelahan dan gagal berkembang secara sempurna, sehingga ukurannya malah semakin besar dan berbentuk oval. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Sel darah merah yang terus membesar membuat jumlahnya menyusut, sehingga tidak dapat memasuki pembuluh darah. Akibatnya, distribusi oksigen dan hemoglobin menjadi tidak lancar.

Baca Juga: Macam-Macam Anemia dan Pengobatannya

Apa penyebab anemia megaloblastik?

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab anemia megaloblastik, salah satunya karena kekurangan vitamin B12 dan folat. Pembesaran sel darah merah juga bisa disebabkan karena kecacatan DNA.

Berbagai penyebab anemia megaloblastik lainnya meliputi:

1. Mengonsumsi alkohol berlebih dan kehamilan

Konsumsi banyak alkohol serta kehamilan dapat mengganggu penyerapan folat. Situasi ini disebut juga dengan malabsorbsi folat, yang salah satu dampaknya bisa menyebabkan perkembangan sel darah merah tidak sempurna.

2. Pola makan vegetarian

Vegetarian adalah orang yang tidak mengonsumsi daging, tapi masih bisa menoleransi produk hewani. Ternyata, kurang konsumsi daging merah, telur, ikan, dan susu juga bisa menyebabkan asupan vitamin B12 berkurang. Akibatnya, risiko terjadinya anemia megaloblastik jadi kian meningkat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Baca Juga: Tips Vegetarian: Varian Menu Protein Pengganti Daging

3. Memasak sayuran hijau dengan cara yang salah

Memasak sayuran hijau menggunakan air yang terlalu banyak pada suhu yang tinggi bisa merusak kadar folat dalam sayuran. Kadar folat tidak boleh kurang dari 0,4 mg/hari. Jika asupannya tidak mencukupi, maka ini bisa memicu penyakit anemia megaloblastik.

Baca Juga: Cara Mengolah Sayuran Agar Gizinya Tidak Cepat Hilang

4. Infeksi

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan cacing parasit serta kondisi autoimun juga bisa menyebabkan penyerapan vitamin B12 berkurang.

5. Kondisi medis tertentu

Beberapa gangguan medis juga bisa memicu anemia megaloblastik, misalnya seperti myelofibrosis, sindroma Myelodyspslatic, leukemia atau kanker darah, hingga infeksi HIV. Selain itu, konsumsi obat antikejang serta pemakaian obat kemoterapi juga memiliki risiko yang sama.

Tanda dan gejala anemia megaloblastik

Tak berbeda jauh dari penyakit anemia pada umumnya, anemia megaloblastik akan membuat tubuh penderitanya terasa lemas dan kurang bertenaga. Tanda dan gejala anemia megaloblastik lainnya meliputi: 

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19
  • Mati rasa pada bagian ujung tubuh
  • Diare
  • Mual
  • Kram otot
  • Lidah licin dan membengkak
  • Sesak napas
  • Kulit menjadi pucat
  • Tangan dan kaki gemetar
  • Jantung berdebar
  • Kehilangan nafsu makan

Bila Anda mencurigai gejala anemia megaloblastik yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Penyakit ini tidak boleh dianggap sepele karena kekurangan sel darah merah bisa memicu masalah kesehatan, salah satunya kanker lambung. 

Cara mengatasi anemia megaloblastik

Pemeriksaan darah akan dilakukan untuk memastikan penyebab penyakit yang dialami pasien, apakah benar karena anemia megaloblastik atau bukan. Selanjutnya, dokter baru akan melakukan penanganan sesuai penyebabnya.

Sebagai langkah awal, dokter dapat memberikan suplemen multivitamin dalam bentuk obat maupun suntikan. Pasien juga diharuskan memperbanyak makan makanan yang kaya akan vitamin B12 dan asam folat

Proses pemeriksaan darah akan dilakukan kembali 10-14 hari setelah pengobatan dimulai. Jika kondisi pasien sudah stabil, maka pengobatan tidak dilanjutkan lagi, kecuali gejalanya kembali muncul.

Anemia megaloblastik merupakan jenis penyakit yang tidak bisa disepelekan. Jika Anda mengalami gejala yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Penanganan secepatnya sangat diperlukan agar kondisi badan Anda kembali pulih dan sehat.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Classification of anemia for gastroenterologists. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2754510/)
Anemia: Causes, symptoms, and treatments. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/158800)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app