Mengapa Saat Lanjut Usia Jadi Ompong Giginya ?

Dipublish tanggal: Agu 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Mengapa Saat Lanjut Usia Jadi Ompong Giginya ?

Gigi sebenarnya dapat bertahan bahkan hingga seumur hidup jika Anda benar-benar merawatnya. 

Namun, kebanyakan ketika orang telah menginjak usia lanjut atau lansia, gigi mereka akan tanggal atau copot, terlebih lagi jika sering merokok atau tidak memperhatikan kebersihan gigi dengan baik. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Banyak hal yang dapat menyebabkan gigi menjadi mudah tanggal atau copot dan menyebabkan gigi ompong saat lansia. Apa sajakah itu ? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa lansia lebih beresiko gigi ompong?

1. Penyakit gusi

Penyakit gusi (periodontitis) adalah salah satu bentuk penyakit yang terjadi atau bermula dari radang gusi atau gingivitis yang semakin parah. 

Periodontitis menyerang jaringan gusi karena kebersihan gigi kurang terjaga, terutama karena adanya plak yang mengandung banyak bakteri terus-menerus menumpuk dan menebal pada bagian antar gigi atau sela-sela gigi. 

Hal ini dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada gusi bahkan hingga ke jaringan tulang penyangga gigi.

Perlu Anda ketahui bahwa bakteri yang terdapat pada gusi juga dapat menyebabkan berbagai kerusakan hingga penyakit kronis pada jaringan tubuh lainnya, seperti jantung dan paru-paru, jika dibiarkan saja. 

Untuk itu, jangan Anda anggap sepele gejala penyakit gusi yang terjadi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

2. Trauma atau cedera

Trauma atau cedera yang dimaksud misalnya seperti terkena pukulan dan benturan keras di sekitar area pipi dan gigi yang menyebabkan gigi Anda terlepas dan ompong baik langsung maupun secara tak langsung. 

Gigi yang trauma mungkin tidak langsung copot tetapi ke depannya dapat berpotensi bahaya kerusakan gigi yang vital jika tidak ditangani, bahkan menyebabkan gigi tanggal atau harus dicabut.

Penyebab trauma gigi ada berbagai macam, mulai dari karena terjatuh dan terbentur, kecelakaan, bahkan kebiasaan buruk seperti membuka tutup botol dengan gigi, menggigiti pensil, atau mengunyah es batu.

3. Kebiasaan menggemeretakkan gigi atau bruxism

Bruxism terkadang secara tak sadar dilakukan sebagian orang ketika stress, gugup, cemas atau saat tidur. 

Hal ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat mengikis bagian gigi geraham dan mengakibatkan gigi longgar dari kantung gusinya yang kemudian akan merusak penyangga giginya.

Selain menyebabkan gigi copot, bruxism juga menyebabkan resiko terserang sindrom TMJ (jenis gangguan persendian rahang yang menimbulkan rasa teramat sakit, dan dapat menyebar sampai ke wajah serta telinga).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

4. Kondisi kesehatan tertentu

Kondisi kesehatan seseorang juga mempengaruhi gigi cepat tanggal atau copot, terutama lansia yang mengidap beberapa gangguan kesehatan seperti, penyakit diabetes, osteomielitis, darah tinggi, rematik, serta penyakit autoimun.

American Diabetes Association mengungkapkan bahwa, penderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami penyakit gusi atau periodontitis dibanding orang biasa, karena diabetes dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda dalam melawan bakteri penyebab infeksi gusi. 

Selain itu, periodontitis juga bisa berpengaruh terhadap kontrol gula darah dalam tubuh Anda.

Bagaimana tips merawat gigi di usia lanjut agar tidak mudah ompong ?

Pada usia lanjut, plak pada gigi dapat dengan mudah terbentuk, maka diperlukan perawatan yang tepat. Menjaga kebersihan mulut termasuk gigi dan gusi menjadi sangat penting. 

Salah satunya adalah dengan rajib menyikat gigi dan membersihkan sela gigi dengan dental floss (benang gigi).

Supaya gigi Anda terjaga dan bertahan lama, rawatlah dengan baik. Anda dapat melakukan beberapa hal misalnya:

  • Sikat gigi minimal dua kali dalam sehari (ketika pagi dan malam hari sebelum tidur) menggunakan pasta gigi dengan kandungan  fluoride dan bulu sikat yang lembut;
  • Jangan menyikat gigi terlalu keras karena bisa merusak lapisan enamel gigi dan menyebabkan gigi sensitif;
  • Flossing atau membersihkan sela gigi dari plak menggunakan benang gigi, minimal sehari sekali, setelah menyikat gigi;
  • Kurangi konsumsi makanan manis karena dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri mulut;
  • American Dental Association mengungkapkan bahwa berkumur dengan obat kumur yang mengandung antiseptik serta antibakteri (non alkohol) bisa mengurangi jumlah bakteri jahat penyebab plak dan penyakit gusi; dan
  • Teratur berkonsultasi dan memeriksa kondisi gigi Anda ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. Jika ada keluhan, segera periksakan juga.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
3 Ways to Prevent Dental Disease as We Age. National Council on Aging. (Accessed via: https://www.ncoa.org/blog/oral-health-3-ways-prevent-dental-disease-age/)
How to Keep a Healthy Smile Into Old Age. Verywell Health. (Accessed via: https://www.verywellhealth.com/dental-health-in-older-age-4068557)
Tooth loss in seniors linked to mental and physical decline. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/287338)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app