Menelusuri Penyebab dan Cara Mengatasi Gusi Bengkak

Dipublish tanggal: Sep 20, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Kesehatan mulut adalah hal yang wajib dijaga karena gangguan pada gigi dan gusi menyebabkan ketidaknyamanan yang bisa mengganggu berbagai aktivitas. 

Apabila tidak ditangani dengan serius, khususnya gusi bengkak, maka dapat mempengaruhi jaringan dan tulang yang menopang gigi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Salah satu penyebab radang gusi adalah infeksi. Umumnya gusi bengkak dapat diikuti dengan gejala lain seperti munculnya nanah di bawah gusi atau gigi, bau yang tidak sedap, dan rasa yang tidak enak dalam mulut. Gejala tersebut memungkinkan timbul akibat kondisi periodontitis.

Gusi yang sehat ditandai dengan warna merah muda, kencang dan dapat menopang gigi dengan kuat, serta tidak akan berdarah ketika Anda menggosok gigi. Lalu, bagaimana bisa gusi sehat Anda menjadi bengkak?

Kenapa Gusi bisa Bengkak?

Gusi bengkak ditandai dengan pembesaran, penggelembungan, atau penonjolan pada area gusi. Radang gusi bisa terjadi pada area tertentu atau keseluruhan gusi. Hal-hal yang menjadi penyebab gusi bengkak adalah:

  • Penumpukan plak gigi yang mengandung banyak bakteri
  • Infeksi virus atau jamur
  • Merokok
  • Sedang berada di masa kehamilan
  • Kekurangan vitamin C
  • Pemasangan gigi palsu atau aksesoris gigi yang tidak sesuai
  • Penggunaan pasta gigi atau cairan kumur yang tidak cocok dengan kondisi gusi
  • Konsumsi obat seperti anti-epilepsi, kortikosteroid, kontrasepsi hormonal, dan obat penghambat saluran kalsium

Cara mengatasi Gusi Bengkak

Anda bisa menangani gusi bengkak yang ringan dengan melakukan kebersihan mulut. Anda perlu menyikat gigi minimal 2 kali sehari kemudian dilanjutkan dengan flossing gigi menggunakan dental floss. Cara lain untuk mengatasi radang gusi adalah:

  • Kompres dingin untuk mengurangi radang
  • Konsumsi sayur dan buah
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol dan makanan tinggi gula
  • Hindari merokok
  • Gunakan pasta gigi dan cairan kumur yang sesuai dengan kondisi dan jangan paksakan penggunaan produk yang semakin memperparah gusi 
  • Apabila radang gusi disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, konsultasikan ke dokter untuk mengganti atau menghentikan konsumsi obat tersebut sesuai dengan anjuran dokter
  • Bersihkan plak gigi melalui prosedur scalling
  • Bersihkan area akar gigi dan sela gusi untuk menghilangkan bakteri melalui prosedur root planning

Anda membutuhkan penanganan lebih lanjut apabila radang gusi semakin parah seperti pada kondisi acute necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG) atau radang sudah berlangsung lebih dari 2 minggu. 

Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter yang dapat merekomendasikan penggunaan obat seperti antibiotik, serta obat kumur khusus mengandung klorheksidin, atau hidrogen peroksida.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Langkah pencegahan Gusi Bengkak

Kebiasaan menyikat gigi secara teratur dan benar adalah salah satu upaya dalam menjaga kebersihan mulut sehingga Anda dapat terhindar dari gusi bengkak. Anda perlu menyikat gigi dengan baik dan jangan terlalu keras karena dapat merusak jaringan lembut  pada gusi.

Anda perlu memilih sikat gigi yang berbahan dasar nilon yang lembut dengan ujung tumpul. Sikat gigi dengan ujung yang terlalu keras mungkin dapat merusak enakmel gigi dan gusi sehingga dapat menyebabkan penyakit lain. 

Masih banyak orang yang belum mengetahui cara menyikat gigi yang benar. Kebanyakan, orang menyikat gigi secara maju dan mundur, padahal cara yang benar adalah ulangan gerakan memutar.

Anda juga dapat melakukan beberapa hal dibawah ini untuk mencegah resiko terjadinya radang gusi, seperti:

  • Konsumsi makanan yang mengandung kebutuhan tubuh yang sesuai, seperti kalsium dan vitamin C untuk memperkuat gigi dan gusi
  • Minum air putih secara cukup
  • Hindari konsumsi makanan yang mengandung banyak glukosa atau minuman yang terlalu dingin atau terlalu panas
  • Hindari merokok
  • Hindari stress dengan melakukan relaksasi. Stress dapat menimbulkan suatu penyakit pada tubuh.

Gusi adalah organ yang sangat penting bagi manusia karena menopang gigi yang membantu kita dalam makan maupun berbicara. 

Sehingga, kesehatan gusi perlu dijaga untuk mencegah gusi bengkak yang dapat memberikan dampak negatif bagi aktivitas kita. 

Periksa ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali dan lakukan kebiasaan menggosok gigi dengan baik dan benar serta lanjutkan dengan dental floss untuk mendapatkan kondisi gigi dan gusi yang bersih.


19 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Srivastava JK, et al. (2012). Chamomile: A herbal medicine of the past with a bright future (review). (https://www.spandidos-publications.com/mmr/3/6/895?text=abstract)
Silva FV, et al. (2012). Anti-inflammatory and anti-ulcer activities of carvacrol, a monoterpene present in the essential oil of oregano. DOI: (http://online.liebertpub.com/doi/abs/10.1089/jmf.2012.0102)
Pramod K, et al. (2010). Eugenol: A natural compound with versatile pharmacological actions. (http://europepmc.org/abstract/med/21299140)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app