ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI, S.K.M
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

6 Cara Mencegah Maag Saat Puasa Agar Tak Mudah Kambuh

Dipublish tanggal: Mar 24, 2020 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
6 Cara Mencegah Maag Saat Puasa Agar Tak Mudah Kambuh

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Pastikan untuk selalu sahur sebelum puasa. Jika tidak, perut akan kosong seharian dan bisa memicu maag kambuh saat puasa.
  • Saat sahur, perbanyaklah makan makanan berserat supaya perut kenyang lebih lama. Contohnya buah, sayur, nasi merah, atau roti gandum.
  • Sediakan takjil untuk berbuka puasa, seperti kurma, agar-agar, atau kacang-kacangan untuk mengganjal perut.
  • Gunakan prinsip 'makan sedikit tapi sering' saat berbuka untuk menghindari perut begah.
  • Hindari makanan pemicu maag seperti makanan berlemak, pedas, asam, atau berkafein, baik di waktu sahur maupun berbuka puasa.
  • Jangan langsung tiduran setelah makan, karena ini bisa membuat asam lambung naik ke kerongkongan dan memicu gejala maag kambuh.

Menjalani ibadah puasa tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Anda yang memiliki sakit maag. Pasalnya, Anda harus menahan diri dari makanan dan minuman dari waktu imsak hingga berbuka tiba. Anda jadi khawatir jika nantinya gejala maag jadi gampang kambuh dan bikin puasa jadi tak lancar. Lantas, bagaimana cara mencegah maag saat puasa agar tak mudah kambuh?

Tips mencegah maag saat puasa dari kekambuhan

Walau harus menahan lapar dan haus selama berjam-jam, Anda bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mengatasi sakit maag saat puasa, antara lain:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

1. Jangan lewatkan sahur

Karena Anda tidak bisa makan atau minum selama puasa, Anda tentunya wajib makan sahur. Hal ini penting terutama bagi Anda yang memiliki penyakit maag.

Sebab jika tidak sahur, perut Anda akan kosong seharian dan ini bisa membuat gejala maag Anda cepat kambuh. Maka itu, jangan lupa setel alarm sebelum tidur agar Anda bisa tidak telat makan sahur.

2. Perbanyak asupan makanan berserat saat sahur

Untuk mencegah maag saat puasa, pastikan Anda mengonsumsi makanan berserat saat sahur. Pasalnya, serat mengandung karbohidrat kompleks yang akan lambat diserap oleh tubuh.

Semakin lambat makanan diserap, maka rasa kenyang Anda akan jadi lebih lama. Hal ini akan membantu membuat Anda terhindar dari maag kambuh saat puasa.

Contoh makanan kaya serat yang bisa Anda konsumsi saat sahur adalah buah, sayur, nasi merah, roti gandum, hingga kacang-kacangan.

3. Berbuka tepat waktu

Jangan menunda-nunda waktu berbuka puasa jika Anda tidak ingin maag-nya kambuh. Setelah Anda menahan lapar dan haus seharian, kemudian terlambat makan di waktu berbuka, maka perut Anda bisa perih dan terasa tidak nyaman.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Sesibuk apa pun Anda, baik saat masih di perjalanan pulang kantor atau keperluan lainnya, usahakan untuk selalu berbuka puasa tepat waktu. Sediakan takjil yang mudah dibawa ke mana-mana seperti kurma, agar-agar, kacang-kacangan, atau makanan ringan lainnya.

Baca Selengkapnya: 5 Menu Buka Puasa Sehat untuk Penderita Maag

4. Makan sedikit-sedikit tapi sering

Kebanyakan orang tidak sadar langsung kalap makan demi balas demam setelah seharian berpuasa. Hal ini sebaiknya dihindari, apalagi jika Anda memiliki penyakit maag.

Makan terlalu banyak dalam satu waktu akan membuat perut Anda terasa begah dan penuh. Akibatnya, asam lambung malah meningkat dan gejala maag pun kambuh sehingga Anda tidak nyaman untuk melakukan ibadah selanjutnya.

Maka itu, sebaiknya gunakan prinsip 'makan sedikit tapi sering'. Awali berbuka dengan makan takjil terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan makan besar setelah ibadah salat magrib.

Jika sebelumnya Anda makan 3 kali sehari, maka sekarang ini ubah menjadi 4-5 kali makan dari waktu berbuka sampai waktu imsak. Pastikan porsinya sedikit-sedikit supaya Anda tidak kekenyangan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

5. Hindari makanan pemicu maag

Kunci terpenting untuk mencegah maag kambuh saat puasa adalah dengan memperhatikan pola makan Anda, baik saat sahur atau berbuka. Jika Anda sudah makan teratur tapi maag masih saja gampang kambuh, mungkin saja Anda salah pilih makan.

Hindari berbagai makanan pemicu maag seperti makanan berlemak, pedas, asam, atau bumbunya terlalu kuat. Hindari juga makanan atau minuman berkafein seperti teh, kopi, dan minuman bersoda karena bisa memicu iritasi pada lambung.

Baca Selengkapnya: 7 Deretan Makanan yang Harus Dihindari Oleh Penderita Maag

6. Hindari rebahan setelah makan

Setelah kenyang makan saat berbuka, rasa kantuk sering kali melanda. Anda pun tergoda untuk bersandar atau bahkan rebahan sesaat.

Bagaimana pun, hindari langsung rebahan setelah makan. Hal ini dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan dan membuat gejala maag kambuh.

Baca Juga: Sehabis Sahur, Apakah Boleh Langsung Tidur?

Jika ingin rebahan setelah makan, berikan jeda sekitar 30 menit terlebih dahulu. Berikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan dan mencegah maag saat puasa gampang kambuh.

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Livestrong. How Bad Is It Really to Sleep Right After You Eat? (https://www.livestrong.com/article/556026-the-disadvantages-of-sleeping-immediately-after-a-meal/). 9 Oktober 2019.
Very Well Health. How Long to Wait Before Sleeping After Eating. (https://www.verywellhealth.com/eating-before-bed-3014981). 13 November 2019.
Livestrong. Will Fasting or Diet Changes Alleviate Gastritis? (https://www.livestrong.com/article/551143-the-gastritis-fasting-diet/). 3 Maret 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app