Memahami Penyebab Emfisema Subkutis dan Cara Penanganan Yang Tepat

Dipublish tanggal: Agu 24, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 23, 2020 Waktu baca: 3 menit
Memahami Penyebab Emfisema Subkutis dan Cara Penanganan Yang Tepat

Kondisi ketika terdapat udara atau gas di bawah jaringan disebut juga dengan emfisema subkutis. Emfisema subkutis biasanya ditemukan di jaringan leher atau dinding dada, meskipun demikian, kondisi ini juga bisa ditemukan di bagian tubuh yang lain. 

Adanya emfisema subkutis ditandai dengan terjadi penonjolan halus pada permukaan kulit. Selain penonjolan, emfisema subkutis terkadang disertai dengan adanya pembengkakan leher, nyeri dada, kesulitan bernapas, dan kesulitan menelan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Kulit menjadi tempat adanya emfisema subkutis akan memberikan sensasi berderak atau terasa seperti menyentuh kantong plastik ketika dokter melakukan pemeriksaan melalui perabaan pada permukaan kulit. 

Sensasi berderak terjadi pada kulit karena udara terdorong melalui jaringan kulit. Saat diraba, gelembung udara yang ada bisa saja berpindah tempat dan terkadang dapat menimbulkan suara.

Memahami penyebab Emfisema Subkutis 

Kondisi ini merupakan salah satu kondisi kesehatan yang langka atau jarang terjadi. Tidak seperti emfisema paru, emfisema subkutis tidak memiliki hubungan dengan kebiasaan merokok penderita. 

Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang menjadi faktor penyebab terjadinya emfisema subkutis, yakni; 

  1. Kondisi paru-paru yang kolaps atau pneumothorax, yang biasanya disertai dengan patahnya tulang iga.
  2. Tulang wajah yang patah.
  3. Terdapat robekan pada saluran napas bronkus, atau kerongkongan (esofagus). 
  4. Komplikasi dari berbagai penyakit (seperti asma serangan akut, infeksi gan-gren, ekstraksi gigi atau komplikasi saat pemasangan thorax tube). 

Beberapa kondis-kondisi di atas kemungkinan terjadi akibat faktor-faktor risiko di bawah ini: 

  • Cedera benda tumpul
  • Luka akibat tembakan
  • Luka akibat tusukan
  • Cedera saat melakukan penyelaman, atau yang berhubungan dengan perubahan tekanan udara (barotrauma)
  • Pemakaian NAPZA, seperti menghirup kokain
  • Muntah yang berlebihan atau dipaksakan
  • Batuk rejan
  • Jaringan kerongkongan yang rusak akibat zat korosif atau luka bakar karena bahan kimia

Selain itu, emfisema subkutis juga bisa terjadi akibat beberapa prosedur medis, seperti: 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20
  • Endoskopi, merupakan prosedur medis untuk memeriksa usus dengan menggunakan selang berkamera. Selang ini dimasukan melalui kerongkongan menuju lambung, hingga sampai ke usus. 
  • Bronkoskopi, merupakan prosedur medis untuk mengecek kondisi saluran pernapasan menggunakan selang berkamera. 
  • Intubasi endotrakeal, merupakan salah satu prosedur medis yang sering dilakukan secara darurat dengan cara memasukan selang sebagai alat bantu pernapasan melalui tenggorokan. 

Cara penanganan Emfisema Subkutis 

Untuk menangani emfisema subkutis, dokter atau perawat yang akan bertugas harus mengetahui dahulu apa yang menjadi penyebabnya. 

Pasalnya, penyebab emfisema subkutis merupakan hal yang cukup sulit untuk ditangani. Sebelum menangani emfisema subkutis, dokter dan perawat akan melakukan beberapa proses terlebih dahulu, seperti mengukur dan mengawasi tanda-tanda vital seseorang. 

Proses ini akan dilakukan dimulai dari mengukur suhu dengan temperatur, mengukur denyut nadi, tingkat pernapasan, dan tekanan darah

Selanjutnya, Anda mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan rongten dada dan perut. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat gelembung udara, sekaligus mengecek fungsi paru-paru. 

Apabila terdapat gelembung udara yang terjebak di jaringan bawah kulit dan mempengaruhi jaringan lunak di sekitarnya, maka hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya sindrom komparten. 

Untuk menangani sindrom komparten, gelembung udara harus segera dikeluarkan melalui penanganan khusus. Penanganan dapat dilakukan dengan melakukan pembedahan di jaringan lunak dan memasukan pipa atau tabung plastik kecil ke dalam tubuh sebagai jalur untuk mengeluarkan udara dari dalam jaringan lunak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Fungiderm CR 5G via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Fungiderm cr 5g 1

Selain dilakukan dengan pemasangan pipa, pemasangan kateter atau insisi kecil pun dapat dilakukan untuk membantu mengeluarkan udara dari jaringan bawah kulit. 

Meskipun demikian, tindakan untuk menangani emfisema subkutis tidak memerlukan terapi khusus. Tindakan hanya perlu dilakukan jika gelembung udara dalam jaringan bawah kulit sangat banyak dan memengaruhi pernapasan seseorang. 

Meskipun emfisema subkutis merupakan kondisi yang langka, tidak ada salahnya apabila Anda melakukan konsultasi dengan dokter. Hal ini berguna untuk memastikan apakah kondisi yang Anda alami saat ini disebabkan oleh emfisema subkutis atau tidak. 

Terlebih jika Anda memiliki faktor risiko yang menyebabkan terjadinya emfisema subkutis. Dengan memeriksakan diri ke dokter, Anda dapat mendapat penanganan yang tepat untuk mengatasi emfisema subkutis. 

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mahli, Ahmet & Tufekcioglu, S. & Coskun, Demet. (2008). Subcutaneous emphysema due to pneumothorax following tracheotomy. Gazi Medical Journal. 19. 141-143. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/288628640_Subcutaneous_emphysema_due_to_pneumothorax_following_tracheotomy)
Subcutaneous Emphysema—Beyond the Pneumoperitoneum. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3939322/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app