Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Kenali Limfedema : Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: NOV 18, 2019 Tinjau pada NOV 18, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 2.036.013 orang

Limfedema atau Obstruksi Limfatik

Limfedema, begitu mendengar istilah satu ini tentunya banyak dari kamu yang sudah mengetahui bahwa istilah satu ini erat kaitannya dengan istilah kesehatan atau kedokteran. Namun tahukah kamu apa arti dari limfederma itu sendiri ? Nah untuk kamu yang penasaran dan ingin menambah ilmu pengetahuanmu tentang penyakit satu ini, yuk simak lebih dalam mengenai penyakit limfederma melalui artikel di bawah ini.

Apa itu Limfedema?

Limfedema atau obstruksi limfatik ialah merupakan salah satu gangguan pada limfa seseorang dimana terjadi pembengkakan atau edema limfatik pada salah satu atau lebih bagian tubuh seseorang dan biasa terjadi pada area tangan, kaki, tungkai yang disebabkan oleh penyumbatan dan penghambatan pada gangguan sistematik limfa yang merupakan salah satu dari bagian imun dalam tubuh dan peredaran limfa yang buruk sehingga limfa mengalami gangguan dan perkembangan yang tidak normal

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kaki gajah merupakan salah satu dari bentuk limfederma yang terjadi pada bagian kaki seseorang.  Biasanya orang orang yang menderita kanker dan sedang mengalami pengobatan kanker merupakan mereka yang paling sering terkena kondisi limfedema contohnya pada wanita yang sedang mengalami pengobatan kanker payudara, kanker serviks, dan sebagainya.

Sistem limfatik yang ada pada diri setiap manusia juga memiliki fungsi yang penting bagi tubuh manusia dimana limfa akan mengalirkan cairan yang kaya akan protein melalui pembuluh getah bening dan termasuk juga bakteri dan virus di dalamnya menuju kelenjar limfa atau kelenjar getah bening. Bakteri dan virus serta zat berbahaya lainnya akan dihadang oleh sel darah putih sebagai kubu pertahanan melawan infeksi dan virus dalam tubuh. 

Sedangkan bila terjadi keadaan limfedema maka otomatis cairan limfa akan terhambat dan tidak bisa mengalir secara normal serta tidak mampu memisahkan mana protein dan zat baik bagi tubuh serta zat zat dan bakteri jahat yang turut terbawa di dalamnya. Penghambatan inilah yang akan menimbulkan terjadinya penumpukan pada salah satu bagian tubuh seseorang dan menyebabkan limfedema.

Penyebab terjadinya Limfedema 

Terdapat 2 faktor penyebab terjadinya limfedema. Yang pertama ialah limfedema primer atau kelainan limfedema yang terjadi dengan sendirinya dan biasa muncul pada seseorang dibawah usia 20 tahun dan lebih banyak menyerang kaum wanita dibanding kaum pria.

Jenis limfedema kedua ialah limfedema sekunder dimana limfedema terjadi akibat dari infeksi penyakit lain seperti infeksi Streptococcus dan filariasis atau bisa juga karena efek sinar radiasi pada para pasien penderita pengobatan kanker, tumor dan efek sampng dari operasi maupun cedera

Selain itu individu yang memiliki kelebihan berat badan, berusia lanjut dan mengidap penyakit psoriatic arthritis atau rheumatoid arthritis juga memiliki peluang yang lebih besar terjangkit limfedema.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Gejala Limfedema 

Gejala atau ciri ciri yang biasa ditemukan dalam penyakit limfedema umumnya berbeda beda tergantung pada tingkat keparahan limfedema yang diderita oleh setiap pasien

Di beberapa kasus, banyak pasien yang tidak merasakan gejala apapun baik dalam waktu mingguan atau bulanan namun ada juga pasien yang merasakan beberapa gejala dan ciri ciri umum yang menandai seseorang tersebut terkena limfedema antara lain ialah :

  • Terjadi pembengkakkan atau edema pada tangan, kaki maupun tungkai dan pergelangan jari
  • Terasa nyeri dan sakit pada bagian yang mengalami pembengkakan
  • Kesulitan dan kaku dalam bergerak
  • Mudah merasa letih dan lelah
  • Rasa berat dan kaku
  • Badan menjadi demam dan meriang
  • Terjadi memar di bagian tertentu
  • Adanya fibrosis atau penebalan dan pengerasan pada bagian kulit tertentu
  • Adanya peradangan pada kelenjar limfa
  • Infeksi kulit
  • Terjadi borok dan kulit mengalami peretakan atau fissuring

Diagnosis Limfedema

Untuk menegakan diagnosis limfedema, dokter akan menanyakan rincian kesehatan medis penderita serta melakukan pemeriksaan fisik. Pada umumnya, beberapa tes penunjang juga akan dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis, yaitu:

  • Ultrasound, bertujuan untuk memeriksa kelancaran aliran darah dan tekanannya melalui gelombang suara.
  • Pemindaian (MRI dan CT scan), bertujuan untuk memeriksa kondisi struktur tulang dan hambatan pada sistem limfatik.
  • Tes lymphoscintigraphy, bertujuan untuk memeriksa adanya hambatan pada kelenjar getah bening.

Pengobatan penyakit Limfedema 

Dalam mengobati masalah limfedema, umumnya dokter dan tim medis akan menempuh 3 cara yaitu terapi, operasi dan mengkonsumsi obat obatan

Tahap pertama yaitu dengan terapi dimana ada beberapa gaya terapi yang dapat diikuti seperti :

  • Menaruh bantalan pada kaki atau tangan yang membengkak
  • Melakukan olahraga ringan
  • Pneumatic compression atau memakai alat khusus agar memberikan tekanan pada area yang membengkak
  • Compression garments atau memakai pakaian khusus agar bagian yang membengkak dapat tertekan
  • Manual lymph drainage atau teknik memijat yang dapat melancarkan cairan limfa 
  • Complete Decongestive Therapy (CDT) atau kumpulan terapi dengan menerapkan pola hidup sehat. Untuk cara kedua dan ketiga yaitu obat obatan dan operasi biasanya akan diresepkan dan dilakukan oleh dokter dan tim medis sesuai tingkat keparahan dan kondisi pasien limfedema itu sendiri.

Obat-obatan

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • Obat antibiotik , dapat diberikan bila penderita mengalami infeksi kulit. 
  • Benzopyrone
  • Obat senyawa retinoid
  • Diethlylcarbamazepine, untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

Operasi

Perlu diketahui bahwa tindakan operasi tidak akan menyembuhkan kondisi, melainkan membantu mengurangi gejala. Tindakan operasi yang dapat dilakukan adalah dengan mengeluarkan kelebihan cairan atau pengangkatan jaringan.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini