Lacto-B : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 660.493 orang

Apa itu Lacto-B ?

Lacto-B adalah merek dagang obat yang mengandung probiotik atau mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat baik bagi kesehatan pada tubuh manusia. Sediaan Lacto-B mengandung mikroorganisme Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium lingun, Streptococcus thermophillus, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, Niacin, dan Protein.

Indikasi penggunaan Lacto-B

Dalam tubuh manusia terdapat sejumlah mikroorganisme baik dan buruk. Mikroorganisme buruk menyebabkan seseorang terkena penyakit, sedangkan mikroorganisme baik membantu daya tahan tubuh, khususnya pada saluran pencernaan. Kumpulan mikroorganisme pada saluran cerna ini biasa disebut sebagai flora normal. Terdapat ratusan jenis mikroorganisme dalam saluran cerna yang meliputi bakteri, jamur, dan virus. 

Proporsi bakteri pada saluran cerna lebih besar daripada virus dan jamur. Mayoritas flora normal pada saluran cerna terdapat di usus halus, usus besar, dan rektum. Mikroorganisme ini melakukan banyak fungsi yang bermanfaat bagi kesehatan misalnya memproduksi vitamin K dan beberapa jenis vitamin B, mengubah serat menjadi lemak rantai pendek, menstimulasi sistem kekebalan tubuh, dan menjaga keutuhan saluran cerna dari benda asing yang merusak.

Keseimbangan antara mikroorganisme baik dan buruk sangat penting bagi kesehatan tubuh. Apabila jumlah mikroorganisme buruk lebih banyak dari yang baik berkorelasi dengan munculnya beberapa masalah kesehatan seperti penyakit metabolik, obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker kolorektal, penyakit Alzheimer, dan depresi. Lacto-B sebagai probiotik mengandung bakteri baik yang memberikan manfaat bagi kesehatan dengan cara membantu mengkoreksi ketidak seimbangan antara mikroorganisme baik dan buruk agar fungsi tubuh kembali normal. 

Beberapa manfaat prebiotik Lacto-B antara lain:

  • Membantu mengatasi diare, sindrom iritasi saluran cerna, dan infeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Membantu proses penurunan berat badan pada orang dengan obesitas
  • Mencegah intoleransi laktosa

Cara kerja Lacto-B 

Ketidakseimbangan antara mikroorganisme baik dan buruk dapat menyebabkan permasalahan kesehatan. Lacto-B bekerja dengan cara membantu mengkoreksi ketidak seimbangan antara mikroorganisme baik dan buruk agar fungsi tubuh kembali normal. Kandungan Lactobacillus dan Bifidobacterium dalam Lacto-B membantu memecah makanan yang masuk dalam usus, menyerap nutrien, dan melawan bakteri buruk penyebab penyakit.

Cara penggunaan Lacto-B 

Untuk mengobati diare dan mencegah intoleransi laktosa, dosis pemberian Lacto-B pada anak usia 1 – 6 tahun adalah 3 sachet per hari, sedangkan pada anak dibawah usia 1 tahun dosisnya adalah 2 sachet per hari. Dosis dapat bervariasi tergantung usia dan kondisi penyakit. Ikuti petunjuk dan aturan dokter/apoteker.  Pemberian Lacto-B dapat diberikan bersama makanan dengan cara dicampurkan pada makanan atau susu anak, agar meminimalisir rasa tidak nyaman pada perut. Selain itu juga dapat diberikan langsung tanpa makanan.

Efek samping penggunaan Lacto-B 

Produk probiotik seperti Lacto-B umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh dan dinilai aman untuk digunakan. Akan tetapi pada beberapa hari setelah pemakaian pertama, Anda mungkin merasakan rasa tidak nyaman pada perut termasuk perut kembung dan frekuensi buang gas yang meningkat.

Perhatian

Lacto-B dapat diperoleh dengan atau tanpa resep dokter. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan/menginformasikan pada dokter atau apoteker sebelum terapi apabila:

  • Riwayat kondisi medis misalnya penyakit HIV/AIDS, orang dengan organ transplan, dan kerusakan katup jantung
  • Konsumsi obat-obat resep, non-resep, vitamin, suplemen, dan obat herbal yang sedang digunakan.
  • Lacto-B aman untuk dikonsumsi wanita dalam kondisi hamil atau menyusui.
  • Lacto-B aman untuk diberikan pada bayi usia 5 hari
  • Apabila dikonsumsi bersama antibiotik, berikan Lacto-B setidaknya 2 jam sebelum pemberian antibiotik

Interaksi dengan obat lain

Lacto-B dapat bereaksi secara tidak terprediksi dengan obat-obatan lain. Hal ini dapat mempengaruhi mekanisme kerja obat dan meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Beberapa contoh obat yang berinteraksi dengan Lacto-B misalnya:

  • Obat golongan antibiotik
  • Siklosporin
  • Daclizumab
  • Takrolimus
  • Sirolimus
  • Prednisone
  • Obat golongan kortikosteroid

Apabila lupa menggunakan obat

Apabila Anda lupa meminum obat, segera minum setelah Anda ingat. Tetapi apabila telah mendekati waktu minum obat berikutnya, tinggalkan dosis yang terlupa dan minum obat pada waktu pemberian berikutnya. Anda tidak perlu meminum dua dosis (untuk waktu minum obat yang tertinggal dan untuk waktu minum obat sekarang) sekaligus.

Penyimpanan Lacto-B

Simpan obat sesuai dengan kemasannya pada lemari es sehingga terhindar dari panas, kelembaban, dan cahaya langsung. Tidak dibenarkan menyimpan obat dalam lemari pembeku (freezer). Hindarkan dari jangkauan anak-anak. Tanyakan pada tenaga kesehatan apabila Anda ingin membuang sisa obat yang tidak digunakan.

 

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit