6 Tanda Bahaya Masa Nifas Yang Perlu Anda Diketahui

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
6 Tanda Bahaya Masa Nifas Yang Perlu Anda Diketahui

Nifas merupakan masa yang dialami ibu setelah melahirkan anak, masa nifas adalah periode penyesuaian setelah melahirkan yang diperlukan bagi organ reproduksi ibu untuk kembali ke keadaan seperti sebelum hamil.

Masalahnya, apakah itu terjadi dengan normal? atau justru Anda sedang mengalami gejala dan tanda bahaya masa nifas?

Pada umumya masa nifas normal akan berlangsung selama 6 minggu atau sekitar 40 hari. Apabila ibu mengalami nifas lebih dari 40 hari, sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan bahwa tidak ada masalah pada organ reproduksi.

Masalah-masalah yang paling sering ditakutkan pada masa nifas salah satunya adalah infeksi, dengan sejumlah gejala yang menyertainya.

Darah nifas yang masih keluar setelah lebih dari 40 hari dapat menjadi tanda adanya masalah pada rahim dan organ reproduksi. Pada artikel kali ini kita akan membahas tanda bahaya masa nifas akibat komplikasi yang terjadi setelah melahirkan.

Ini merupakan hal yang wajib diwaspadai oleh setiap ibu yang tengah menjalani masa nifas.

Apa saja tanda bahaya masa nifas yang tak boleh dibiarkan?

Tanda bahaya masa nifas yang yang harus diperhatikan dan diwaspadai tersebut antara lain adalah :

1. Perdarahan setelah melahirkan

Merupakan perdarahan yang terjadi dengan jumlah darah melebih 500 ml setelah bayi lahir. Menurut waktu dibagi menjadi dua yaitu Perdarahan primer yang terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir dan perdarahan sekunder yang terjadi setelah 24 jam anak lahir.

Hal-hal yang menyebabkan perdarahan setelah melahirkan adalah atonia uteri atau rahim tidak berkontraksi, perlukaan jalan lahir, tertinggalnya sebagian ari-ari, dan terlepasnya sebagian ari ari dari rahim.

2. Suhu Tubuh Meningkat

Suhu tubuh ibu mungkin akan mengalami peningkatan pada hari pertama setelah melahirkan. Ini merupakan hal yang wajar dan mungkin disebabkan oleh dehidrasi selama proses persalinan, usahakan untuk memperbanyak minum air untuk mengganti cairan yang hilang.

Namun apabila setelah 24 jam suhu ibu tetap mengalami peningkatan, maka bisa jadi ini merupakan tanda bahaya masa nifas yang menunjukkan adanya infeksi setelah persalinan.

3. Sakit Kepala, Penglihatan Kabur, Pembengkakan Wajah

Jika hal tersebut terjadi maka kemungkinan pada saat hamil, ibu mengalami penyulit kehamilan berupa preeklampsia dan eklampsia.

Pada umumnya gejala tersebut akan berkurang secara perlahan setelah ibu melahirkan, namun apabila masih terjadi hal ini merupakan tanda yang harus diwaspadai dan memerlukan pemeriksaan segera.

4. Subinvolusi Uterus 

Merupakan proses involusi uteri atau pengecilan rahim yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga pengecilan rahim menjadi terhambat.

Waspadai kemungkinan adanya subinvolusi uteri apabila darah setelah melahirkan mengeluarkan bau yang sangat tidak enak dan keluar gumpalan darah yang besar atau banyak dalam darah nifas.

5. Tromboflebitis & Emboli Paru 

Rasa sakit yang muncul di tempat tertentu, misalnya perasaan lemah dan hangat di daerah betis atau paha dengan disertai atau tanpa disertai kemerahan, dengan bengkak dan nyeri pada saat menggerakkan kaki, kemungkinan tanda adanya gumpalan darah pada pembuluh darah di kaki.

Rasa sakit juga dapat dirasakan di dada, yang bisa merupakan tanda adanya gumpalan darah pada paru-paru.

6. Depresi Setelah Persalinan

Periode nifas juga merupakan waktu dimana ibu dapat mengalami stres yang terjadi pasca persalinan, terutama pada ibu yang baru melahirkan untuk pertama kali.

Tanda adanya depresi pasca persalina antara lain perasaan sedih, kecewa, sering menangis, gelisah, cemas, kehilangan ketertarikan terhadap hal menyenangkan, nafsu makan berkurang, kehilangan energi dan kehilangan motivasi, dan tidak bisa tidur.

Depresi ini merupakan salah satu bahaya masa nifas yang sering tak disadari, padahal kondisi ini harus diwaspadai karena dapat mempegaruhi ibu sehingga ibu mungkin akan mengabaikan si bayi.

Mengetahui tanda bahaya nifas dan mewaspadainya merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh ibu yang baru melahirkan.

Oleh sebab itu, saya ingatkan lagi, segeralah ke dokter atau bidan apabila terjadi tanda bahaya nifas seperti darah yang keluar melebihi 500-600 ml, rahim terasa tidak berkontraksi atau lembek, darah yang keluar berbau menyengat, suhu tubuh ibu meningkat setelah 24 jam, keluar darah dengan gumpalan besar, nyeri dada, nyeri dan hangat serta merah di daerah betis, sakit kepala, penglihatan kabur, pembengkakan di wajah, dan depresi.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Postpartum Perineal Care (Aftercare Instructions) - What You Need to Know. Drugs.com. (https://www.drugs.com/cg/postpartum-perineal-care-aftercare-instructions.html)
Timeline of Postpartum Recovery. Healthline. (https://www.healthline.com/health/postpartum-recovery-timeline)
Vagina changes after childbirth. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/vagina-changes-after-childbirth/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app