Kesehatan Fisik

Kenali Penyebab Ngorok dan Cara Menghilangkannya

Dipublish tanggal: Mar 9, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Agu 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
Kenali Penyebab Ngorok dan Cara Menghilangkannya

Mendengkur atau yang lebih dikenal dengan istilah ngorok memang dianggap mengganggu, terutama bagi orang-orang yang tidur bersama pengidap ngorok tersebut. Ini adalah gejala umum yang banyak diderita oleh orang dewasa khususnya pria.

Pria lebih rentan mendengkur daripada wanita dengan perbandingan 80% dan 20%. Hal ini disebabkan karena pria memiliki tenggorokan yang lebih sempit daripada wanita. 

Saat ini di pasaran, ada banyak alat yang dijual untuk menghilangkan ngorok. Tetapi apakah alat tersebut benar-benar ampuh untuh menghilangkan gangguan ini? Ada baiknya kita mengenal dulu penyebab ngorok sehingga setelah mengidentifikasi penyebabnya, diharapkan akan mendapat jalan keluar untuk menghilangkannya.

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang mendengkur saat tidur antara lain:

1. Posisi tidur

Pada sebagian orang, mendengkur atau ngorok tidak terjadi sepanjang tidur. Ada waktu dan posisi tertentu yang dapat menimbulkan ngorok. Salah satunya adalah posisi tidur telentang dan tengkurap. Hal ini disebabkan adanya gaya berat pada tubuh seseorang.

Gaya berat menyebabkan otot-otot dan jaringan tenggorokan yang menutupi saluran udara. Hambatan udara inilah yang akhirnya menimbulkan suara mendengkur.

2. Gangguan hidung

Seseorang lebih rentan mendengkur saat ia mengalami kondisi gangguan pada hidung. Gangguan pada hidung ini dapat berupa hidung tersumbat saat demam atau flu, ataupun polip.

Ketika mulut seseorang tertutup dan hidungnya tersumbat, maka otomatis orang itu akan mengambil nafas dengan kekuatan lebih besar. Padahal, otot di daerah hidung dan tenggorokan tertutup oleh gangguan seperti lendir. Hal ini yang menyebabkan nafasnya pun berbunyi keras.

3. Gangguan tenggorokan

Selain gangguan hidung, gangguan tenggorokan merupakan salah satu penyebab timbulkan dengkuran. Gangguan tenggorokan ini bisa berupa gejala amandel yang membesar dan juga adenoid.

Amandel yang membesar akan memperbesar jaringan dalam tenggorokan seseorang dan akhirnya dapat menutup saluran napas dan menyebabkan mendengkur.

4. Penambahan berat badan

Kegemukan bisa menjadi salah satu penyebab ngorok. Pada orang yang berat badannya berlebihan, di dalam tubuhnya terkandung timbunan lemak di beberapa bagian tubuh, salah satunya di leher. Lemak yang tertimbun di leher ini dapat menyebabkan adanya dengkuran ketika tidur.

5. Konsumsi obat penenang

Mengonsumsi beberapa obat sekaligus dalam waktu yang berdekatan terkadang justru akan menyebabkan efek buruk terhadap tubuh kita. Beberapa obat akan menekan sistem saraf pusat sehingga otot- otok akan menjadi lebih kendor. Ketika otot- otot ini menjadi kendor, maka akan menimbulkan resiko terjadinya dengkuran.

6. Gaya hidup yang tidak sehat

Semakin banyaknya makanan siap saji dan juga inovasi-inovasi dari makanan dan minuman di sekitar kita membuat hidup kita menjadi semakin tidak sehat. Belum lagi, kesibukan kita membuat sulit untuk mengatur waktu berolahraga, semakin banyaknya fasilitas dan berbagai kemudahan yang membuat kita sedikit bergerak, serta konsumsi alkohol atau merokok yang perlahan akan memberikan efek negative pada tubuh kita. Gaya hidup tidak sehat ini akan memicu terjadinya ngorok karena tubuh terbiasa rileks dan otot pun terjadi relaksasi yang akhirnya menyebabkan seseorang lebih mudah untuk mendengkur ketika tidur.

Cara mengatasi mendengkur ketika tidur

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan mendengkur, diantaranya:

1. Atur posisi tidur

Tidur dengan posisi telentang atau tengkurap dapat menjadi salah satu faktor penyebab mendengkur atau tidur ngorok. Sebaiknya, ubah posisi tidur Anda menjadi posisi miring, khususnya miring ke sebelah kanan. Posisi tidur miring ke kanan ini juga akan sangat baik untuk melancarkan pernafasan dan kesehatan jantung.

Posisi kepala ketika tidur juga merupakan hal yang mempengaruhi seseorang akan mendengkur atau tidak. Banyak orang yang mendengkur karena posisi kepala mereka yang berada jauh ke belakang dari letak bantal. Untuk mengatasi hal ini Anda perlu menggunakan bantal yang lebih tinggi untuk menopang kepala Anda.

2. Hindari gangguan pada hidung dan tenggorokan

Jika Anda sedang menderita flu atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat atau sakit tenggorokan, sebaiknya tangani dengan serius agar tidak lagi membuat napas terhambat. Karena napas yang terhambat juga menjadi salah satu penyebab ngorok. Selain itu, jika Anda memiliki sinus, disarankan membersihkan hidung Anda setiap menjelang tidur untuk memperlancar aliran udara di bagian sinus yang merupakan penyebab utama terjadinya dengkuran.

3. Diet

Orang yang memiliki postur tubuh gemuk lebih berpotensi mendengkur saat tidur. Mulailah melakukan program-program untuk penurunan berat badan. Selain itu, program diet juga tentunya akan baik bagi kesehatan organ tubuh lainnya seperti jantung.

4. Hindari konsumsi obat, alkohol, dan merokok

Mulailah untuk menghentikan konsumsi alkohol dan obat, terutama sebelum tidur. Jika Anda terpaksa harus mengkonsumsi obat, berilah jeda antara waktu Anda mengonsumsinya dengan waktu tidur sekitar 3-4 jam.

Selain itu, berusahalah untuk tidak merokok karena rokok dapat menimbulkan iritasi pada selapur lendir yang akan meningkatkan produksi lendir. Produksi lendir yang berlebihan akan menyumbat saluran pernapasan, dan pada akhirnya menimbulkan suara dengkuran.

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app