Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA
Kesehatan Fisik

Mimisan Epistaksis

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.608.190 orang

Mimisan Epistaksis

Mimisan (epistaksis) atau perdarahan dari hidung sering kali terjadi pada anak-anak dan biasanya tidak parah. Mimisan biasanya berhenti dengan pengobatan pertolongan pertama.

Penyebab mimisan (epistaksis)

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2

Mimisan terjadi akibat pecahnya Pembuluh darah yang terletak didaerah septum (jaringan hidung bagian tengah yang memisahkan hidung).  Mimisan pada daerah depan disebabkan pecahnya pembuluh darah dari plexus Kiesselbach sedangkan mimisan didaerah belakang hidung (nasofaring) disebababkan pecahnya pembuluh darah arteri splenopalatina. Penyebab pecahnya pembuluh darah tersebut, diantaranya:

  • Penyebab tersering pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan mimisan adalah Infeksi pada lapisan hidung, sinusitis, atau adenoid yang terinfeksi.
  • Alergi yang menyebabkan hayfever atau bersin-bersin juga bisa menjadi penyebab mimisan.
  • Beberapa orang memiliki pembuluh darah di hidung yang mudah berdarah, biasanya karena udara kering dan panas, atau setelah berolahraga.
  • Benturan pada hidung juga bisa menyebabkan mimisan.
  • Kadang-kadang sesuatu telah mendorong hidung, dan merusak pembuluh darah.
  • Mengupil, terutama setelah satu berdarah dapat menjaga masalah yang terjadi.
  • Dalam kasus yang jarang ada perdarahan atau masalah pada pembekuan darah contohnya hemofilia.
  • Gadis remaja lebih mudah mimisan di usia ketika mereka mulai mengalami haid.

ilustrasi bocah mimisan

Pertolongan Pertama Pada Mimisan (epistaksis)

  • Pertolongan pertama yang sederhana biasanya dapat membantu.
  • Bagi orang yang mengalami mimisan sebaiknya duduk jangan tidur terlentang.
  • Tekan bagian lunak hidung, tepat di atas lubang hidung, secara bersamaan dengan jari dan ibu jari. Tahan selama 10 menit. Untuk sementara bernapas melalui mulut.
  • Kompres dingin di atas dahi atau jembatan (bagian atas) dari hidung, terkadang dapat membantu.
  • Jangan menangis, karena menangis dapat mengalirkan lebih banyak darah ke wajah dan membuat pendarahan mimisan semakin parah.
  • Jangan meniup hidung (sisi) selama sekitar setengah jam setelah mimisan untuk membantu bekuan menjadi kuat.
  • Jika mimisan pada satu hidung, atau mungkin dua-duanya pada satu hari, dan kemudian tidak ada lagi, maka tidak ada lagi yang perlu dilakukan, tetapi jika pendarahan hidung terus terjadi, penyebab perdarahan perlu ditemukan dan diobati .
  • Jika pendarahan tidak berhenti atau jika sangat berat segera bawa ke dokter.

Perhatian! Jika perdarahan sangat berat atau tidak berhenti dengan tindakan sederhana segera bawa anak Anda ke dokter atau rumah sakit.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit