Kenali Faktor Penyebab Bau Mulut atau Halitosis

Jika Anda tidak menyikat dan membersihkan gigi Anda setiap hari, sisa makanan dapat tertinggal di sela gigi, menyebabkan bakteri tumbuh di sela gigi, di sekitar gusi dan pada permukaan lidah. Hal ini menyebabkan bau mulut tidak sedap. Cairan pembersih mulut antibakteri dapat membantu mengurangi bakteri.
Dipublish tanggal: Agu 31, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 30, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kenali Faktor Penyebab Bau Mulut atau Halitosis

Halitosis merupakan istilah medis dari bau nafas kurang sedap yang bisa jadi merupakan akibat dari kebiasaan buruk dalam merawat kesehatan gigi dan mungkin menjadi pertanda dari masalah kesehatan lainnya. 

Bau mulut kurang sedap juga dapat memburuk karena makanan yang Anda konsumsi dan gaya hidup tidak sehat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bagaimana makanan yang Anda makan dapat mempengaruhi bau mulut?

Pada dasarnya semua makanan yang Anda makan akan dikunyah di dalam mulut. Jika Anda makan makanan dengan aroma yang menyengat misalnya bawang merah dan bawang putih, menggosok dan menghilangkan bahkan menggunakan cairan penyegar hanya akan menutup bau mulut secara sementara. 

Aromanya tidak akan menghilang secara sempurna sampai makanan melewati tubuh Anda.

Mengapa kebiasaan buruk menyebabkan bau mulut?

Jika Anda tidak menyikat dan membersihkan gigi Anda setiap hari, sisa makanan dapat tertinggal di sela gigi, menyebabkan bakteri tumbuh di sela gigi, di sekitar gusi dan pada permukaan lidah. Hal ini menyebabkan bau mulut tidak sedap. Cairan pembersih mulut antibakteri dapat membantu mengurangi bakteri. 

Selain itu bakteri penyebab bau dan sisa makanan dapat menyebabkan bau mulut tidak sedap jika gigi berlubang tidak dibersihkan dengan benar. 

Merokok atau menghisap produk dengan bahan dasar tembakau dapat menyebabkan bau mulut, gigi kuning, mengurangi kemampuan Anda merasakan makanan dan mengiritasi gusi.

Masalah kesehatan yang berhubungan dengan bau mulut

Bau mulut atau rasa kurang nyaman yang persisten di dalam mulut mungkin salah satu pertanda dari sakit pada gusi. Sakit gusi disebabkan oleh terbentuknya plak pada gigi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Bakteri menyebabkan terbentuknya racun yang membuat gusi mengalami iritasi. Jika sakit gusi berlanjut dan tidak diobati, hal ini dapat merusak gusi dan tulang rahang. Penyebab lain dari bau mulut yaitu gigi tidak rata, infeksi jamur pada gigi dan karies gigi atau gigi berlubang.

Kondisi medis berupa mulut kering atau xerostomia juga dapat menjadi penyebab bau mulut. Air liur penting untuk membasahi mulut, menetralkan asam yang disebabkan oleh plak dan mencuci sel kulit mati yang menumpuk di lidah, gusi dan langit-langit mulut. Jika tidak dicuci maka sel kulit mati ini akan menumpuk dan menyebabkan bau mulut. 

Mulut kering bisa jadi merupakan efek samping dari obat-obatan tertentu, masalah kelenjar air liur atau bernafas secara terus menerus melalui mulut.

Beberapa jenis penyakit lain dapat menyebabkan bau mulut. Berikut penyakit yang perlu Anda waspadai yaitu infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia atau bronkitis, infeksi sinus kronis, postnasal drip, diabetes, refluks asam kronis dan masalah liver dan ginjal.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencegah bau mulut

Bau mulut dapat dicegah atau berkurang jika Anda:

1. Menjaga kebersihan mulut dengan baik. Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluorida untuk menghilangkan sisa makanan dan plak. Menggosok gigi setelah makan, bawa selalu sikat gigi dan pasta gigi ke sekolah atau kantor untuk menggosok gigi setelah makan siang. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Jangan lupa untuk menggosok permukaan lidah juga. Ganti sikat gigi Anda setiap 2 hingga 3 bulan atau setelah sakit. Gunakan benang gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan plak pada sela gigi sekali sehari. 

Berkumur dengan cairan pembersih mulut dua kali sehari. Gigi palsu sebaiknya dilepas pada malam hari dan dibersihkan secara keseluruhan sebelum digunakan kembali esok harinya. 

2. Rutin memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya dua kali dalam setahun. Dokter akan melakukan pemeriksaan oral dan membersihkan gigi secara profesional sehingga dapat mendeteksi dan menangani masalah periodontal, mulut kering dan masalah lain yang dapat menyebabkan bau mulut tidak sedap.

3. Berhenti merokok dan menggunakan produk dengan bahan baku tembakau. Tanyakan pada dokter gigi Anda mengenai tips untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut.

4. Minum banyak air putih. Hal ini akan menjaga mulut tetap basah. Mengunyah permen karet sebaiknya yang tidak mengandung gula atau menghisap permen sebaiknya yang tidak mengandung gula juga menstimulasi produksi air liur yang dapat membantu membersihkan sisa makanan dan bakteri. 

Permen karet yang mengandung mint merupakan pilihan yang terbaik.

5. Catat semua makanan yang Anda makan. Jika Anda mencurigai suatu makanan dapat menyebabkan bau mulut, bawa catatan Anda ke dokter gigi untuk diperiksa. Selain itu, buat catatan mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi. Beberapa obat mungkin memainkan peran penting menghasilkan bau mulut.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bad breath: What causes it and what to do about it Blog Publishing. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/blog/bad-breath-what-causes-it-and-what-to-do-about-it-2019012115803)
Bad breath (halitosis): Causes, diagnosis, and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/166636)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app