Croup Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Dipublish tanggal: Jul 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 5 menit
Croup Pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Obat

Komplikasi Croup

  • Stridor adalah suara keras dan serak yang terdengar saat menghirup napas]
  • Stridor yang keras atau konstan berarti croup yang parah. Begitu juga stridor saat istirahat (ketika tidak menangis atau batuk).
  • Semua stridor perlu dirawat dengan uap hangat
  • Sebagian besar anak-anak dengan stridor membutuhkan perawatan dengan steroid (seperti Decadron)
  • Untuk stridor jenis apa pun, lihat Pertolongan Pertama untuk perawatan

Penyebab Croup

1. Virus

Virus adalah penyebab paling umum dari gejala croup. Banyak virus pernapasan dapat menginfeksi daerah pita suara dan menyebabkan penyempitan. Bahkan influenza (flu) dapat menyebabkan ini. Saat batuk, timbul demam.

2. Alergi

Batuk croup dapat terjadi akibat paparan serbuk sari atau alergen di lumbung. Hidung berair, mata gatal, dan bersin juga sering muncul.

3. Bubuk yang Terhirup

Menghirup zat halus apa pun bisa memicu batuk parah selama 10 menit. Contohnya adalah gula bubuk, tepung debu atau debu kacang tanah. Zat-zat ini dapat melayang ke paru-paru. Ini bukan reaksi alergi.

4. Objek Asing Di Saluran Udara (Serius)

Dicurigai adanya objek asing jika tiba-tiba batuk dan tersedak. Contoh umumnya adalag kacang tanah dan biji-bijian. Usia anak yang dapat mengalami croup karena hal ini adalah 1 hingga 4 tahun.

5. Alergi Makanan (Serius)

Gejala croup juga bisa disebabkan oleh alergi makanan. Hal ini bisa mengancam jiwa (anafilaksis). Contohnya adalah kacang atau ikan.

Kapan Menghubungi Bantuan Medis Untuk Croup

  • Pernafasan parah (paru-paru bekerja lebih keras untuk bernapas, stridor parah serta konstan)
  • Pingsan atau berhenti bernapas
  • Bibir atau wajah kebiru-biruan saat tidak batuk
  • Croup muncul tiba-tiba setelah terkena sengatan lebah, minum obat baru atau alergi makanan 
  • Mengiler, meludah atau kesulitan menelan (Pengecualian: ngiler karena tumbuh gigi)
  • Anda merasa anak mengalami keadaan darurat yang mengancam jiwa

Segera Hubungi Dokter atau Bantuan Medis

  • Terdengar stridor (suara keras dengan menarik napas dalam) 
  • Kesulitan bernafas. Pengecualian: hanya terjadi saat batuk.
  • Bibir atau wajah menjadi kebiru-biruan saat batuk
  • Iga terangkat ketika bernapas (retraksi)
  • Bernafas lebih cepat dari biasanya
  • Tidak bisa menekuk leher ke depan
  • Nyeri dada yang parah
  • Usia kurang dari 1 tahun disertai dengan stridor
  • Seandainya terjadi croup sebelum usia tersebut diperlukan Decadron
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Contohnya adalah: penyakit sel sabit, HIV, kanker, transplantasi organ, mengambil steroid oral.
  • Anak berisiko tinggi (seperti cystic fibrosis atau penyakit paru kronis lainnya)
  • Demam lebih dari 104 ° F (40 ° C)
  • Usia anak kurang dari 12 minggu dengan demam. Perhatian: JANGAN memberikan bayi obat demam sebelum timbul demam.

Hubungi Dokter Dalam 24 Jam

  • Terdengar stridor (suara keras dengan napas masuk) namun terkadang tidak terdengar
  • Batuk tanpa henti
  • Usia kurang dari 1 tahun disertai dengan batuk croup
  • Sakit telinga atau drainase telinga
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari
  • Demam kembali setelah hilang lebih dari 24 jam

Hubungi Dokter Selama Jam Kerja

  • Batuk menyebabkan muntah 3 kali atau lebih
  • Sering mengalami croup (3 kali atau lebih)
  • Batuk seperti menggonggong berlangsung lebih dari 14 hari

Saran Perawatan untuk Croup

1. Yang Harus Anda Ketahui Tentang Croup:

  • Sebagian besar anak dengan croup hanya mengalami batuk besar.
  • Beberapa bernafas disertai suara keras (disebut stridor). Stridor adalah suara keras dan kasar ketika menarik napas. Berasal dari area kotak suara.
  • Batuk lendir sangat penting membantu melindungi paru-paru dari pneumonia.

Berikut adalah beberapa saran perawatan yang harus membantu.

2. Pertolongan Pertama Untuk Stridor (Suara keras saat menarik napas):

  • Hirup uap hangat di kamar mandi tertutup dengan pancuran air panas. Lakukan ini selama 20 menit.
  • Anda juga bisa menggunakan waslap basah di dekat wajah.

Perhatian: Jangan gunakan air atau uap yang sangat panas yang dapat menyebabkan luka bakar.

  • Jika uap hangat gagal, hirup udara dingin dengan berdiri di dekat kulkas terbuka. Anda juga bisa pergi keluar bersama anak jika cuacanya dingin. Lakukan ini selama beberapa menit.

3. Tenangkan anak jika Dia Mengalami Stridor:

  • Menangis atau takut bisa membuat stridor bertambah buruk.
  • Usahakan agar anak tenang dan bahagia.
  • Pegang dan menghibur anak. Gunakan suara lembut yang menenangkan.

4. Pelembab:

  • Jika udara di rumah Anda kering, gunakan pelembab udara.

Alasan: Udara kering memperburuk croup.

5. Obat Batuk Buatan Rumah:

  • Tujuan: Mengurangi iritasi tenggorokan yang menyebabkan batuk kering.
  • Untuk sia 3 bulan hingga 1 tahun: Berikan cairan bening hangat untuk mengobati batuk. Contohnya adalah jus apel dan limun. Jumlah: Gunakan dosis 1-3 sendok teh (5-15 mL). Berikan 4 kali sehari saat batuk. Perhatian: Jangan gunakan madu sampai 1 tahun.
  • Untuk usia 1 tahun dan lebih tua: Gunakan madu ½ hingga 1 sendok teh (2-5 mL) sesuai kebutuhan. Madu digunakan sebagai obat batuk rumahan. Dapat mengencerkan sekresi dan melonggarkan batuk. Jika Anda tidak punya madu, Anda bisa menggunakan sirup jagung.
  • Untuk usia 6 tahun ke atas: Gunakan permen batuk untuk mengurangi rasa geli pada tenggorokan. Jika Anda tidak punya, Anda bisa menggunakan permen keras.

6. Obat Batuk Tanpa Resep (DM):

  • Tidak disarankan menggunakan obat batuk tanpa resep. Alasan: Tidak terbukti manfaatnya untuk anak-anak dan tidak disetujui untuk usia di bawah 4 tahun. (FDA)
  • Madu terbukti bekerja lebih baik untuk batuk. Perhatian: Jangan gunakan madu pada anak hingga usianya 1 tahun.
  • Jika usianya di atas 4 tahun, Anda mungkin memutuskan untuk menggunakan obat batuk. Pilih dekstrometorfan (DM) seperti sirup Robitussin Cough. DM ada di sebagian besar sirup obat batuk non-resep.
  • Kapan Harus Digunakan: Berikan hanya ketika terjadi batuk parah yang mengganggu tidur atau sekolah.
  • Dosis DM: Berikan setiap 6 hingga 8 jam sesuai kebutuhan.

7. Batuk Mendadak - Uap dan Cairan Hangat:

  • Hirup uap hangat, seperti shower di kamar mandi tertutup.
  • Berikan cairan bening hangat. Contohnya jus apel dan limun.
  • Untuk usia di bawah 3 bulan. Jangan gunakan cairan hangat.
  • Untuk usia 3 - 12 bulan. Berikan 1 ons (30 mL). Batasi hingga 4 kali sehari.
  • Untuk usia di atas 1 tahun. Berikan cairan hangat sebanyak mungkin.

Alasan: Keduanya dapat mengendurkan jalan napas dan melepaskan dahak apa pun.

8. Beri Lebih Banyak Cairan:

  • Usahakan anak minum banyak cairan.
  • Tujuan: Menjaga agar anak tetap terhidrasi dengan baik.
  • Berfungsi juga untuk melonggarkan segala dahak di paru-paru. Memudahkannya batuk.

9. Obat Demam:

  • Untuk demam di atas 102 ° F (39 ° C), berikan produk asetaminofen (seperti Tylenol).
  • Pilihan lain adalah produk ibuprofen (seperti Advil).

Catatan: Demam yang kurang dari 102 ° F (39 ° C) penting untuk melawan infeksi.

  • Untuk semua demam: Jaga agar anak tetap terhidrasi dengan baik. Berikan banyak cairan dingin.

10. Tidur Dekat dengan anak:

  • Tidur di kamar yang sama dengan anak selama beberapa malam.

Alasan: Stridor dapat muncul secara tiba-tiba di malam hari.

11. Hindari Asap Tembakau:

  • Asap tembakau memperburuk croup.

12. Kembali Ke Sekolah:

  • Anak dapat kembali ke sekolah setelah demamnya hilang.
  • Anak juga harus merasa cukup sehat untuk bergabung kembali dalam kegiatan normal.
  • Dalam praktik sebenarnya, penyebaran croup dan pilek tidak dapat dicegah.

13. Apa yang Perlu Diperhatikan:

  • Umumnya croup berlangsung 5 hingga 6 hari dan memburuk di malam hari.
  • Batuk croup dapat bertahan hingga 2 minggu.

20 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Protect your child against Hib disease. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/features/hibdisease/.
Diphtheria and the vaccine (shot) to prevent it. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/diphtheria/materials.html.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app