Kelenjar Endokrin, Sutradara di Balik Tumbuh Kembang Fisik Manusia

Kelenjar ini membantu proses di dalam tubuh yang perkembangannya lambat seperti pertumbuhan sel, tumbuh kembang badan hingga proses metabolism. Kemudian untuk proses tubuh yang berlangsung cepat seperti pernapasan dan pergerakan tubuh diatur oleh sistem saraf.
Dipublish tanggal: Agu 17, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Kelenjar Endokrin, Sutradara di Balik Tumbuh Kembang Fisik Manusia

Pernah mengenal kelenjar endotrin? Kelenjar endokrin adalah salah satu sistem utama tubuh yang memiliki peran mengkoordinasikan senyawa-senyawa yang ada di dalam tubuh. 

Jadi perlu Anda tahu bahwa di dalam tubuh terdapat berbagai macam senyawa kimia yang bekerja untuk melancarkan proses tubuh. Untuk kelenjar endoktrin sendiri memegang peran hampir di seluruh sel dan organ manusia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Sistem endoktrin dalam melakukan tugasnya akan bekerja sama dengan berbagai kelenjar salah satunya sistem saraf untuk menghasilkan sistem neuroendoktrin. 

Cara kerja kelenjar endoktrin

Kelenjar endoktrin memiliki peran untuk mendukung proses yang terjadi di dalam tubuh yang berlangsung cepat. 

Maksudnya adalah kelenjar ini membantu proses di dalam tubuh yang perkembangannya lambat seperti pertumbuhan sel, tumbuh kembang badan hingga proses metabolism. Kemudian untuk proses tubuh yang berlangsung cepat seperti pernapasan dan pergerakan tubuh diatur oleh sistem saraf. 

Kelenjar endoktrin sangat penting dalam tubuh manusia. Pada sistem endokrin, kelenjar dan hormon menjadi pondasi untuk melancarkan proses tubuh. 

Hormon sendiri adalah senyawa kimia yang memiliki tugas mengirimkan perintah atau informasi dari satu sel ke sel yang lain. Oleh karena itu banyak hormone yang hilir mudik di dalam darah. 

Bisa dibayangkan betapa sibuknya hormon dalam mentransfer informasi dari semua hal yang kita lakukan. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Kelenjar-kelenjar di dalam sistem endokrin

Beberapa jenis kelenjar endokrin yang ada di dalam sistem endoktrin yaitu:

1. Kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi dalam mengendalikan tingkat pembakaran energi dari makanan menggunakan hormon tiroksin dan triiodotironin (T3) yang dihasilkannya. 

Selain itu kelenjar ini juga menghasilkan hormone kalsitonin yang berperan dalam pembentukan tulanng.

2. Kelenjar paratiroid

Kelenjar paratiroid memiliki tugas untuk menghasikan hormon paratiroid. Selain itu kelenjar ini berperan untuk mengendalikan kadar kalsium di dalam darah menggunakan hormon kalsitonin. 

Jika tubuh mengalami kekurangan atau kelebihan kalsium maka kelenjar ini akan melakukan tugasnya.

3. Kelenjar pituitari

Kelenjar pituitari memiliki peran untuk mengatur berbagai kelenjar endoktrin lainnya. Oleh karena itu kelnjar ini sangat penting dalam sistem endoktrin. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Diabetes via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 36

Beberapa peran dari kelenjar ini antara lain menghasilka hormon prolactin yang penting bagi ibu menyusui dan hormon luteinizing yang berperan mengatur estrogen pada wanita serta testosterone pada pria.

4. Kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal memiliki dua bagian yang memiliki peran berbeda. Yang pertama untuk bagian korteks untuk memproduksi hormon kortikosteroid yang dapat mengendalikan keseimbangan cairan dan kadar garam dalam tubuh. 

Selain itu proses metabolism, sistem imu, fungsi seksual, dan respon tubuh terhadaap stress dipengaruhi oleh hormon Kortikosteroid.

Bagian kedua dari kelenjar adrenal adalah bagian medulla yang akan membantu meningkatkan tekanan darah dan detak jantung ketika stress. Hal ini dipengaruhi oleh hormone yang diproduksi oleh kelenjar adrenal yaitu hormon epinefrin.

5. Kelenjar pankreas

Kelenjar pankreas memiliki fungsi untuk memelihara kadar gula dalam darah dan memelihara simpanan energi di dalam tubuh. Hormon yang membantu proses ini adalah glucagon dan hormon insulin

Oleh karena itu pada orang yang mengalami diabetes biasanya disebabkan karena ada masalah pada hormoneinsulinnya.

6. Kelenjar reproduksi

Kelenjar reproduksi pada pria (testis) terdapat pada skrotum yang akan menghasilkan hormon testosterone. 

Sedangkan kelenjar pada wanita (indung telur atau ovarium) terdapat di rongga panggul yang menghasilkan hormone estrogen dan progesteron.

Di dalam tubuh Anda terdiri dari berbagai unsur senyawa kimia yang sudah berjalan selaras untuk mengatur proses tubuh dengan baik. Bila di dalam anggota tubuh tersebut ada gangguan maka proses tubuh juga akan terganggu. 

Sebagai contoh sistem kelenjar endokrin yang harusnya memproduksi hormon tertentu dalam jumlah yang seimbang dapat memproduksi hormon dalam jumlah yang berlebihan bahkan berkurang. 

Hal ini bisa disebabkan adanya gangguan pada sistem kelenjar endokrin. Kondisi ini perlu segera ditangani agar tubuh tidak mengalami kondisi yang lebih buruk. 

Oleh karena itu segera cek kesehatan Anda ke dokter bila muncul gejala-gejala yang erat hubungannya dengan masalah pada kelenjar endotrin atau gangguan hormon. Umumnya dokter akan mengambil langkah mengendalikan produksi hormon atau menggantikan hormon tertentu dengan obat-obatan.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Endocrine System (for Teens). Nemours KidsHealth. (https://kidshealth.org/en/teens/endocrine.html)
Definition of Endocrine gland. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=39880)
The Central Endocrine Glands: Intertwining Physiology and Pharmacy. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2064894/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app