Memahami Berbagai Jenis Vaksin Berdasarkan Kandungannya

Dipublish tanggal: Des 6, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Memahami Berbagai Jenis Vaksin Berdasarkan Kandungannya

Bayi dan anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, sehingga memerlukan vaksin. Ya, vaksin berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk membantu tubuh melawan serangan infeksi virus dan bakteri penyebab penyakit. Sebagai orangtua, Anda perlu tahu bahwa ada banyak jenis vaksin yang perlu diberikan untuk si kecil. Yuk, simak daftar vaksin berdasarkan isi kandungannya pada ulasan berikut ini.

Sekilas tentang vaksin

Bayi yang baru lahir memiliki sistem imun bawaan dari ibunya saat ia masih ada di dalam kandungan. Namun, beberapa saat setelah ia dilahirkan, zat kekebalan bayi akan menghilang secara alami. Karena itulah, bayi perlu diberikan vaksin untuk membantu menguatkan sistem imun tubuh bayi di masa perkembangannya.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Vaksin adalah sebuah produk yang digunakan untuk merangsang tubuh bayi membentuk antibodinya sendiri. Vaksin ini tersedia dalam beberapa bentuk, yakni suntikan, semprot, dan tetes (oral).

Tidak sedikit orangtua yang menganggap vaksin dan imunisasi adalah hal yang sama. Meski tampak mirip, kedua hal tersebut memiliki cara kerja yang berbeda.

Vaksin bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh manusia. Proses ini akan direspon tubuh dengan cara memproduksi antibodi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit di masa mendatang.

Berbeda dengan itu, imunisasi dilakukan dengan memasukkan sejenis antibodi untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Dengan demikian, anak dapat terhindar dari berbagai penyakit di masa pertumbuhannya.

Baca Selengkapnya: Vaksin dan Imunisasi Ternyata Berbeda, Ortu Wajib Tahu

Jenis vaksin berdasarkan kandungan di dalamnya

Para orangtua mungkin sudah tahu bahwa pemberian vaksin itu penting bagi kesehatan bayi dan anak-anaknya. Namun, sayangnya masih banyak hanya mengetahui jadwal pemberian vaksin tanpa mengetahui isi kandungan vaksin itu sendiri.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

Secara umum, vaksin mengandung antigen yang terdapat racun, bakteri atau virus yang masih hidup, hingga bakteri maupun virus yang sudah dimatikan. Hal ini tergantung dari jenis vaksinnya. 

Agar lebih jelas, berikut beberapa jenis vaksin yang dibedakan berdasarkan kandungannya, antara lain:

1. Vaksin mati

Vaksin mati adalah jenis vaksin yang tidak aktif. Maksudnya, vaksin ini mengandung bakteri atau virus yang sudah dimatikan dengan bantuan suhu panas, bahan kimia, atau radiasi.

Berbagai proses tersebut membuat virus tetap utuh tapi tidak bisa berkembang biak maupun memicu penyakit dalam tubuh. Hal ini justru membuat tubuh menciptakan reaksi kekebalan.

Dibandingkan jenis vaksin lainnya, vaksin mati memberikan respon imun yang lebih rendah. Karena itulah, vaksin mati membutuhkan beberapa dosis untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa contoh vaksin mati antara lain vaksin polio, DPT, dan vaksin flu. Pemberian vaksin ini kerap memicu ruam dan demam, namun Anda tak perlu khawatir karena efek samping ini tidak membahayakan tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli IMBOOST FORCE 10TAB 1 STRIP via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Imboost force tablet 4

2. Vaksin hidup

Vaksin hidup adalah jenis vaksin yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan di laboratorim, tanpa menghancurkannya. Virus maupun bakteri tersebut tidak menyebabkan penyakit, justru akan berkembang biak dan memberikan respon imun yang baik.

Dibandingkan dengan vaksin mati, jenis vaksin hidup mampu menciptakan kekebalan yang lebih kuat bahkan memberikan perlindungan seumur hidup, walaupun hanya 1 atau 2 kali digunakan. Contoh vaksin hidup ini adalah BCG, MMR, cacar air, dan vaksin flu semprot. 

3. Vaksin toksoid

Vaksin toksoid menghasilkan kekebalan tubuh yang dapat menghalau dampak buruk dari racun akibat bakteri tertentu. Para ahli menemukan bahwa racun yang dihasilkan oleh bakteri bisa menginfeksi seseorang, namun dapat dinetralkan dengan formalin dan zat kimia lainnya. Contoh vaksin toksoid adalah difteri dan tetanus toksoid. 

Pastikan Anda dan keluarga mendapatkan vaksin lengkap, terutama vaksin yang wajib direkomendasikan oleh pemerintah untuk menghindari penyakit yang berbahaya. Kesehatan keluarga tetaplah menjadi hal yang utama. 

Baca Juga: Jadwal Imunisasi yang Disarankan untuk Buah Hati Anda

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Vaccines (immunizations) - overview. MedlinePlus. (https://medlineplus.gov/ency/article/002024.htm)
List of Vaccines. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/vaccines-list.html)
Vaccine Types. National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIH). (https://www.niaid.nih.gov/research/vaccine-types)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app