Ini Penyebab Buang Air Besar Tidak Lancar dan Cara Mencegahnya

Dipublish tanggal: Sep 21, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit

Pernahkah Anda mengalami susah buang air besar? Kondisi buang air besar yang tidak lancar disebut juga dengan istilah sembelit atau konstipasi

Ketidaklancaran dalam buang air besar merupakan kondisi yang dapat terjadi pada semua orang tanpa mengenal usia. 

Apabila Anda memiliki masalah dalam buang air besar, berarti Anda tidak dapat buang air besar secara rutin atau Anda kesulitan untuk mengosongkan usus dengan benar. 

Buang air besar yang tidak lancar juga dapat menyebabkan tinja Anda menjadi keras, besar, atau bahkan kecil. Setiap orang memiliki tingkat keparahan buang air besar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. 

Ada yang mengalami kondisi ini dalam waktu singkat, ada juga yang menderita buang air besar tidak lancar dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Ini alasan buang air besar tidak lancar 

Saat Anda mengalami kondisi buang air besar tidak lancar, hal tersebut menandakan bahwa gerakan usus Anda menjadi berat atau lemah. Setiap orang memiliki pergerakan usus yang berbeda-eda dan sangat bervariasi. 

Ada orang yang baung air besar tiga kali dalam sehari, ada juga yang hanya buang air sekali dalam sehari, atau bahkan hanya dua kali dalam seminggu. 

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami buang air besar yang tidak lancar, di antaranya adalah: 

Gaya hidup dan menu makanan 

Salah satu penyebab buang air besar tidak lancar adalah pola makan yang kurang baik dan gaya hidup yang tidak teratur serta aktif. Dua hal ini merupakan penyebab tidak lancarnya buang air besar yang paling umum. 

Kesehatan pencernaan Anda akan mengalami gangguan jika kurang melakukan olahraga dan sering mengonsumsi makanan cepat saji dalam jumlah yang cukup banyak. 

Selain itu, terdapat beberapa menu makanan yang dapat menimbulkan sembelit, seperti produk olahan susu, makanan yang mengandung tinggi lemak dan gula, kurangnya makanan berserta (buah, syuaran, dan biji-bijian), kekurangan air dan cairan lainnya, serta kebiasaan mengonsumsi minuman yang mengandung kafein atau beralkohol. 

Obat-obatan 

Penggunaan obat-obatan juga menjadi penyebab dari buang air besar yang tidak lancara. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat-obatan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kondisi pencernaan Anda. 

Apabila Anda mngonsumsi suatu oabt dan merasa buang air besar menjadi tidak lancar, maka segera kunjungi dokter untuk menanyakan terkait kondisi Anda tersebut. 

Beberapa obat umum yang dapat mengganggu pencernaan sehingga buang air besar tidak lancar adalah diuretik, antasida, antidepresan, suplemen sepertis zat besi, antikejang, dan antihipertensi. 

Kebiasaan menggunakan laksatif juga dapat menyebabkan masalah pada buang air besar. 

Kondisi kesehatan tertentu 

Memiliki kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi penyebab dari buang air besar yang tidak lancar. Gejala atau efek samping yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut dapat mempengaruhi proses buang air besar Anda. 

Dalam kondisi tersebut, kotoran yang akan melewati usu besar bergerak dengan lambat sehingga menyebabkan Anda mengalami buang air besar yang tidak lancar atau konstipasi. 

Selain itu, sebuah penyakit yang disebut dengan irritable bowel syndrome atau IBS juga menjadi salah satu kondisi kesehatan yang membuat buang air besar tidak lancar. 

Stroke, kanker kolon, stres, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, hipotiroidisme, kehamilan, diabetes, lupus, dan juga penuaan merupakan beragam kondisi kesehatan yang memengaruhi buang air besar tidak lancar. 

Ketika mengalami buang air besar yang tidak lancar, Anda juga akan merasakan beragam gejala, seperti adanya sensasi tidak nyaman yang muncul pada perut bagian bawah, terdapat rasa masih ingin buang air besar lagi (merasa buang air besar belum selesai), memerlukan banyak tenaga saat melakukan buang air besar, tinja keras atau kecil, dan terjadi pendarahan paa rektum atau dubur akibat kotoran yang keras atau karena mengejan terlalu keras. 

Konstipasi dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal usia, termasuk bayi, anak-anak, dan juga orang dewasa. Akan tetapi, kondisi buang air besar tidak lancar ini lebih berisiko dialami oleh wanita daripada kaum pria. 

Selain itu, orang dewasa yang berusia lanjut dan ibu hamil juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengelami konstipasi. 

Teradapat beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kondisi buang air besar tidak lancar, seperti: 

Mengonsumsi makanan yang berserat tinggi 

Mengonsumsi makanan yang berserat tinggi seperti buah, sayuran, kacang polong, dan sereal dapat membantu Anda mengatasi konstipasi. 

Di samping itu, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi air sebanyak 1,5 hingga 2 liter sehari, kecuali jika asupan cairan Anda dibatasi oleh dokter. 

Serat dan cairan yang Anda konsumsi akan membantu proses kerja usus sehingga Anda tidak mengalami kesulitas dalam buang air besar. 

Hindari pula minuman yang mengandung kafein dan olahan susu karena berpotensi untuk membuat proses buang air besar menjadi tidak lancar pada sebagian orang. 

Mengelola stress 

Hindari memikirkan hal-hal yang terlalu berat yang menimbulkan stres. Pasalnya, saat stress, usus besar bisa saja menglami kejang atau tegang sehingga timbul rasa nyeri dan membuat tinja menjadi keras. 

Anda dapat mengurangi stres dengan melakuakn olahraga, meditasi, dan yoga sehingga  buang air besar tidak lancar dapat diatasi dengan baik. 

Rutin berolahraga 

Anda dianjurkan untuk selalu berolahraga secara teratur, sekitar 30 menit sehari, dan rutin dalam seminggu. 

Tidak menunda untuk ke kamar mandi 

Apabila Anda merasakan keinginan untuk buang air besar, segera pergi ke kamar mandi. Jangan menundanya karena akan membuat Anda kesulitan buang air besar nantinya. 

Konstipasi atau sembelit dapat diperbaiki dengan melakukan beberapa hal di atas. 

Akan tetapi, jika konstipasi terjadi dengan disertai nyeri perut yang hebat, muncul darah pada tinja, berat badan menurun tanpa sebab, dan konstipasi berlangsung selama dua minggu, maka Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat. 


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yang J, et al. (2012). Effect of dietary fiber on constipation: a meta analysis. DOI: (https://doi.org/10.3748/wjg.v18.i48.7378)
The poop on poop: constipation in kids. (2018). (https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_v590hptx)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app