Doctor men
Ditulis oleh
MELIANTY IPARDJO
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

Gigi Berlubang - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: SEP 17, 2019 Tinjau pada SEP 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.407.727 orang

Mengenai Gigi Berlubang

Anda pernah merasakan sakit gigi? Ini bisa diakibatkan munculnya lubang pada gigi anda. Gigi berlubang atau karies adalah suatu penyakit yang disebabkan kerusakan organik pada jaringan gigi seperti dentin, email. Gigi yang berlubang secara garis besar disebabkan oleh penumpukan sisa makanan yang perlahan merusak struktur gigi. 

Pada topik ini kita akan membahas lebih dalam mengenai apa kondisi gigi berlubang dan gejala apa saja yang ditimbulkan. Tidak lupa penanganan yang perlu anda lakukan pada kasus gigi berlubang.

Penyebab terjadinya Gigi Berlubang

Menurut mekanismenya, gigi berlubang disebabkan karena 3 faktor, yaitu makanan, mikroorganisme, dan tumpukan plak gigi. Hubungan dari faktor makanan dan bakteri merupakan kondisi yang saling berhubungan satu sama lain.  Makanan yang dikonsumsi mengandung bakteri,  gula dan karbohidrat. 

Bakteri seperti Streptokokus dan Lactobasilus dari makanan mengubah sisa karbohidrat dan gula yang menempel di gigi dengan proses fermentasi agar menjadi asam. Asam sedemikian waktu terus diproduksi sehingga secara perlahan akan mengikis email gigi. Jika asam gigi yang melekat lama, maka ini akan bercampur dengan air liur kita sehingga makin merusak lapisan lebih dalam pada gigi, yaitu dentin. 

Seiring berjalannya waktu, ditambah kurangnya kebersihan gigi, perlekatan asam semakin menembus ke pulpa dan akar gigi sehingga timbullah rasa sakit yang lama dan tak tertahankan. 

Bila ini masih tidak ditangani, karies akan menjalar ke gusi dan daerah gigi lain, kuman mulai bersarang ke organ lain yang mengakibatkan infeksi yang dan penyakit. 

Faktor lain yang juga berpengaruh adalah kesadaran kebersihan gigi dan mulut yang kurang, produksi saliva yang berlebihan, bentuk gigi yang tidak rapi, dan miuman bersoda.

Gejala Gigi Berlubang

Adanya gigi berlubang secara perlahan menimbulkan gejala yang semakin lama semakin nampak. Beberapa gejala yang sering timbul antara lain:

Muncul Bercak Putih pada Gigi

Sebelum munculnya lubang, terdapat tahap-tahap awal dimana bakteri dan karbohidrat bereaksi menjadi asam dan mulai mengikis email gigi. Kondisi tersebut dinamakan demineralisasi.

Muncul Bercak berwarna Cokelat

Setelah demineralisasi terjadi, pengikisan kembali berlanjut hingga membentuk warna cokelat keruh pada gigi anda. Corak tersebut diperparah dengan pengikisan dan mulai menjadi lubang.

Rasa Nyeri atau Ngilu

Jika kebersihan gigi masih tidak terjaga, maka akan terjadi kerusakan pada dentin dan pulpa sehingga menimbulkan rasa sakit dan ngilu. Rasa ngilu diperberat apabila anda mengonsumsi makanan atau minuman yang panas , asam, dan dingin. Keluhan tersebut dapat bertahan cukup lama dan menganggu aktivitas sehari-hari.

Bau Mulut

Bau mulut disebabkan karena pembentukan asam dari bakteri yang menyebabkan gigi berlubang.

Penanganan Gigi Berlubang

Gigi yang telah berlubang perlu penanganan segera oleh dokter gigi. PAda gigi berlubang sebagian besar diperlukan penambalan gigi. Penambalan gigi adalah salah satu cara untuk memperbaiki gigi yang berlubang. 

Sebelum melakuan penambalan, pertama dokter gigi perlu membersihkan karang-karang kotor pada gigi anda sehingga tidak ada bekas karang dan infeksi yang masih menempel. Beberapa kasus yang menyebabkan gusi membengkak perlu pemberian antibiotik ssampai pembengkakan menghilang.

Dokter gigi memilih beberapa komponen untuk menutup lubang pada gigi anda. Bahan yang sering digunakan adalah kaca ionomer, amalgam, dan porselen. Masing-masing bahan digunakan berdasarkan lokasi timbulnya lubang atau karies gigi. 

Berbeda dengan kondisi apabila kerusakan gigi tersebut telah menembus hingga ke akar dan menyebabkan rasa sakit yang sangat menyakitkan, maka diperlukan perawatan dan perbaikan saraf guna menghilangkan rasa sakit akibat akar yang telah rusak. 

Perawatan saraf memerlukan waktu yang lebih lama dibanding penambalan gigi biasa.

Mencegah terjadinya Gigi Berlubang

Gigi berlubang tentu dapat dicegah dengan mudah. Beberapa cara mencegah gigi berlubang antara lain:

Rajin menyikat gigi

Biasakan menyikat gigi anda dua kali sehari, saat bangun pagi dan sebelum tidur. Tidak lupa cara menyikat gigi yang benar dan penggunaan sikat gigi yang tepat. Penggunaan sikat gigi yang halus bermanfaat untuk menyikat sela-sela gigi yang sempit dan mencegah trauma pada gusi saat menyikat gigi

Pasta Gigi yang Tepat

Pasta gigi berperan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan mengangkat sisa makan serta menghilangkan bau mulut. Untuk hasil yang lebih baik, pilihlah pasta gigi dengan kandungan fluoride. 

Fluoride bekerja menghambat proses demineralisasi gigi akibat makanan dan bakteri. Fluoride juga berfungsi untuk melapis gigi dan mencegah pembentukan asam yang mempermudah kerapuhan gigi.

Makanan

Makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi secara perlahan merusak lapisan gigi anda. Biasakan untuk mengurangi makanan manis dan karbohdrat tinggi. Penuhi serat pada pola makan anda dan jangan lupa minum atau berkumur air putih setelah makan sehingga sisa makanan tidak menempel di gigi anda.

Rajin Kontrol Dokter Gigi

Rutin memeriksa gigi ke  dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan terhindar dari gigi berlubang. 

 


Referensi

American Dental Association (2005). Mouth Healthy. Tooth Eruption the Primary Teeth

American Dental Association (2019). Baby Bottle Tooth Cecay

American Dental Association ADA (2018). Oral Health Topics. Home Oral Care.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit