Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Gastroenteritis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 20, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.345.285 orang

Gastroenteritis berasal dari kata “gastro” yang artinya lambung, “entero” yang berarti usus halus, dan “itis” yang berarti inflamasi atau peradangan. Maka gastroenteritis adalah peradangan saluran cerna yang meliputi lambung dan usus halus. Gastroenteritis juga seringkali disebut dengan flu fambung. 

Sebagian besar penyakit gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus, bakteria, dan protozoa dengan gejala utama meliputi mual dan muntah, demam, sakit perut, diare berkepanjangan, hingga buang air besar disertai darah.

Apakah Gastroenteritis itu?

Umumnya gastroenteritis bukan merupakan penyakit serius dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun gastroenteritis juga bisa menjadi masalah yang sangat serius dan dapat menyebabkan kematian terutama di negara berkembang yang memiliki tingkat sanitasi yang buruk. Penyakit gastroenteritis juga bisa menjadi sangat berbahaya jika terjadi pada bayi, anak-anak, lansia, dan pasien dengan gangguan imunitas tubuh.

Karena memiliki nama yang hampir mirip, banyak orang yang terkecoh dengan istilah “gastritis” dan “gastroenteritis”, tetapi sebenarnya kedua penyakit ini merupakan penyakit yang berbeda. Jika gastritis adalah penyakit maag yang disebabkan oleh radang lambung, gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus pada usus. Gejala pada gastroenteritis biasanya dapat hilang dalam waktu satu atau dua hari, namun gejala gastritis cenderung terjadi terus menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Mengenai Gastroenteritis

Penyebab Gastroenteritis

Virus, bakteri, atau parasit dapat menjadi penyebab suatu penyakit dan bisa masuk ke dalam saluran cerna melalui mulut atau melalui perantara seperti makanan dan minuman yang telah tercemar, sehingga penyakit ini disebut juga Food Borne Disease. Virus ini akan masuk ke dalam saluran pencernaan menuju usus, berkembang biak, dan menimbulkan peradangan, mengeluarkan toksin, dan mengganggu fungsi kerja sel usus serta menyebabkan diare

Gastroenteritis sendiri bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi

Penyakit gastroenteritis dapat terjadi karena infeksi yang terdiri dari dua jenis, virus dan bakteri. 70 Persen kasus gastroenteritis disebabkan oleh infeksi virus, seperti rotavirus dan norovirus. Rotavirus menjadi penyebab utama gastroenteritis pada anak-anak dan biasanya menimbulkan gejala yang lebih serius pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Sementara, norovirus dapat menyerang siapa saja. Penularannya melalui air, makanan, maupun kontak langsung dengan penderita gastroenteritis yang terinfeksi dengan norovirus.

Tak hanya infeksi melalui virus, penyakit gastroenteritis juga dapat berasal dari sarana sanitasi yang buruk. Hal ini menyumbang sekitar 20 persen dari kasus gastroenteritis.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat v2
  • Non-Infeksi

Penyebab penyakit gastroenteritis lainnya dapat terjadi karena pengaruh alergi makanan, minuman, obat-obatan, hingga keracunan makanan, misalnya kondisi yang terjadi pada bayi menyusui karena ibunya mengalami perubahan pola diet sehingga menyebabkan bayi mengalami penyakit gastroenteritis.

Gejala Gastroenteritis

Gejala gastroenteritis umumnya hampir sama dengan gejala gangguan pada saluran cerna yang meliputi mual, muntah, diare, demam ringan atau meriang, dan yang lebih jarang yaitu kejang perut. Tetapi yang harus menjadi perhatian pada kasus gastroenteritis adalah diare, karena diare yang dialami penderita gastroenteritis akan mempengaruhi tingkat kekurangan cairan atau dehidrasinya. Maka dari itu, penderita gastroenteritis harus mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan memperbanyak minum air putih.

Diagnosa Gastroenteritis

Pada umumnya gastroenteritis didiagnosa berdasarkan gejala, pemeriksaan fisik, dan kejadian serupa yang terjadi di suatu lingkungan. Namun, beberapa pemeriksaan laboratorium juga diperlukan untuk memastikan patogen yang menjadi penyebab diare tersebut dan digunakan untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam pengobatan. Pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosa gastroenteritis meliputi:

  • Pemeriksaan darah rutin untuk memeriksa apakah ada infeksi atau tidak
  • Pemeriksaan feses untuk menentukan jenis virus, apakah rotavirus, norovirus, atau virus lainnya
  • Jika demam melebihi 39º C, pertimbangkan untuk segera melakukan tes darah

Apabila Anda memiliki gejala berikut disarankan untuk segera mendapat perawatan intensif:

  • Sakit perut yang parah
  • Terdapat sel darah pada feses
  • Diare lebih dari 10 hari
  • Muntah-muntah tanpa disertai dengan diare

Pencegahan Gastroenteritis

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan gastroenteritis:

  • Rajin mencuci tangan terutama sebelum makan
  • Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
  • Membersihkan dan mencuci setiap bahan makanan seperti sayur dan buah yang akan dikonsumsi
  • Melakukan vaksinasi rotavirus untuk mencegah diare karena rotavirus
  • Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan matang
  • Hindari mengonsumsi es batu yang kebersihannya tidak terjamin karena bisa jadi air yang digunakan untuk membuat es sudah terkontaminasi oleh virus

Pengobatan Gastroenteritis

Pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika terserang gastroenteritis adalah dengan menghindari kontak dengan penyebab terduga, mengatasi kekurangan cairan, dan istirahat yang cukup.

4 Langkah pengobatan untuk mengatasi gejala gastroenteritis, antara lain:

  • Pemberian oralit
  • Pemberian zinc selama 10 hari
  • Melanjutkan pemberian ASI dan makanan
  • Pemberian antibiotik tertentu sesuai indikasi atau manfaat obat

Tujuan utama dari pengobatan gastroenteritis adalah untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu, penderita gastroenteritis dianjurkan untuk banyak minum air putih. Jika dehidrasi yang dialami cukup parah, penderita gastroenteritis mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui infus.


Referensi

Boyce, T. MSD Manuals (2019). Overview of Gastroenteritis.

Colledge, et al. Healthline (2016). Bacterial Gastroenteritis.

Family Doctor (2018). Anti-diarrheal Medicines: OTC Relief for Diarrhea.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit