Obat Antidepresan: Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Mar 22, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 977.620 orang

Pernahkah Anda melihat orang yang sedang mengalami depresi? Atau hal ini pernah terjadi pada diri Anda sendiri? Jangan pernah sepelekan hal ini terjadi pada Anda atau orang-orang terdekat Anda. 

Hal terburuk yang akan terjadi pada seseorang yang mengalami atau menderita depresi yaitu bisa berujung pada kematian atau percobaan bunuh diri. Jika Anda melihat seseorang yang menderita depresi atau Anda sedang mengalami hal tersebut, segera konsultasikan ke dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Sebelum membahas lebih dalam tentang obat antidepresan, mari kita bahas sedikit tentang apa itu depresi

Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. 

Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang biasanya sering terjadi di masa awal kedewasaan seseorang. Hal ini juga lebih umum terjadi pada wanita. Namun, siapa pun pada usia berapa pun dapat mengalami depresi. 

Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah depresi salah satunya menggunakan pengobatan yang biasa disebut dengan obat antidepresan. Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai obat antidepresan, mari baca artikel dibawah ini.

Apa itu obat Antidepresan?

Antidepresan adalah kelompok obat yang sangat luas yang dapat digunakan dalam pengobatan depresi. Meskipun obat ini tidak menyembuhkan depresi secara langsung, namun obat ini biasanya efektif dalam meningkatkan suasana hati dan menghilangkan gejala seperti gelisah, kecemasan, masalah tidur, dan pikiran untuk bunuh diri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Beberapa pengurangan gejala dapat terlihat dalam satu hingga dua minggu setelah pengobatan, Namun, mungkin diperlukan waktu beberapa bulan pengobatan untuk efek penuh yang terlihat.

Apa saja jenis-jenis obat Antidepresan?

Antidepresan dapat dibagi menjadi lima jenis utama:

Serotonin dan noradrenaline reuptake inhibitor (SNRIs

Digunakan untuk mengobati depresi sedang dan berat, gangguan suasana hati atau mood, dan mungkin pada, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan kecemasan, gejala menopause dan lain-lain. 

SNRI dapat meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin, dua neurotransmitter ini memainkan peran penting dalam menstabilkan suasana hati

Beberapa obat dari golongan ini meliputi: duloxetine (Cymbalta), venlafaxine (Effexor XR), desvenlafaxine (Pristiq, Khedezla) and levomilnacipran (Fetzima).

Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI)

Serotonin adalah neurotransmitter yang terkait dengan perasaan sehat dan bahagia. Pada otak orang yang mengalami depresi, produksi serotonin biasanya rendah. SSRI adalah obat antidepresan yang paling sering diresepkan. 

Obat ini efektif dalam mengobati depresi, dan memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada antidepresan lainnya. SSRI memblokir reuptake, atau penyerapan, serotonin di otak.  

Hal ini menyebabkan peningkatan konsentrasi serotonin, yang dapat meningkatkan mood dan kembali menumbuhkan minat terhadap aktivitas yang dulunya Anda sukai.

SSRI dan SNRI mungkin memiliki efek samping seperti, hipoglikemia, atau gula darah rendah, rendah sodium, mual, ruam, mulut kering, sembelit atau diare, penurunan berat badan, berkeringat, sedasi, disfungsi seksual, insomnia, sakit kepala, pusing, kecemasan dan agitasi

Contoh obatnya termasuk citalopram (Celexa), escitalopram (Lexapro), fluoxetine (Prozac, Sarafem), fluvoxamine (Luvox), paroxetine (Paxil) dan sertraline (Zoloft).

Antidepresan trisiklik (TCA)

Trisiklik bekerja langsung menghambat sejumlah neurotransmiter, termasuk serotonin, epinefrin, dan norepinephrine, agar tidak kembali terserap sekaligus juga mengikat reseptor sel saraf. Obat ini biasanya diberikan kepada pasien yang telah mengkonsumsi pengobatan SSRI namun tidak ada perubahan. Tricyclics mungkin memiliki efek samping sebagai berikut:

  • Kejang
  • Insomnia
  • Kegelisahan
  • aritmia, atau detak jantung tidak teratur
  • hipertensi
  • ruam
  • mual dan muntah
  • kram perut
  • penurunan berat badan
  • sembelit
  • retensi urin
  • meningkatkan tekanan pada mata
  • disfungsi seksual

Contoh obat TCA termasuk amitriptyline (Elavil), amoxapine-clomipramine (Anafranil), desipramine (Norpramin), doxepin (Sinequan), imipramine (Tofranil), nortriptyline (Pamelor), protriptyline (Vivactil) dan trimipramine (Surmontil).

Penghambat monoamine oxidase (MAOIs) 

Obat ini bekerja menghambat enzim monoamine oxidase yang dapat menghancurkan serotonin, epinefrin, dan dopamin. Ketiga neurotransmitter ini bertanggung jawab untuk menimbulkan rasa bahagia.

Dokter sekarang menggunakan MAOI jika pengobatan SSRI tidak berfungsi. MAOI umumnya disimpan untuk kasus-kasus di mana antidepresan lain tidak bekerja karena pengobatan MAOI dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain dan beberapa makanan seperti keju, acar/asinan, dan anggur. .

Efek samping  dari obat ini termasuk, penglihatan kabur, ruam, kejang, penurunan berat badan atau penambahan berat badan, disfungsi seksual,diare, mual, dan sembelit, kegelisahan, insomnia dan kantuk, sakit kepala, pusing, aritmia, atau ritme jantung yang tidak teratur, pingsan hipertensi.

Contoh obat MAOI termasuk phenelzine (Nardil), tranylcypromine (Parnate), isocarboxazid (Marplan) dan selegiline (EMSAM, Eldepryl).

Noradrenalin dan antidepresan serotoninergik spesifik (NASSAs)

NASSAs adalah antidepresan yang bekerja dengan meningkatkan kadar noradrenalin dan serotonin. Obat yang termasuk dalam jenis ini adalah mirtazapine (Avanza). Serotonin dan noradrenalin merupakan neurotransmiter yang mengatur mood dan emosi. Serotonin juga ikut mengatur siklus tidur dan nafsu makan.

Kemungkinan efek samping termasuk:

  • Sembelit
  • mulut kering
  • penambahan berat badan
  • mengantuk dan sedasi
  • penglihatan kabur
  • pusing

Bagaimana cara agar obat Antidepresan dapat bekerja dengan baik?

Untuk mendapatkan hasil terbaik dari obat antidepresan dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Bersabarlah  Anda mungkin akan mulai melihat perbaikan dalam beberapa minggu setelah mengkonsumsi obat, tetapi mungkin diperlukan waktu enam minggu atau lebih agar obat sepenuhnya efektif.
  • Minumlah antidepresan secara konsisten dan dengan dosis yang tepat Kedisplinan dalam mengkonsumsi obat sangat berpengaruh pada efektifitas kerja obat.
  • Lihat apakah efek sampingnya meningkat  Umumnya setiap obat memiliki efek samping bagi tubuh, namun efek samping ini biasanya akan menghilang ketika tubuh mampu beradaptasi terhadap obat yang dikonsumsi. Hubungi dokter jika terlihat ada efek samping yang mengganggu dari obat yang Anda konsumsi.
  • Jelajahi opsi lain jika obat tidak berfungsi dengan baik Jika Anda memiliki efek samping yang mengganggu atau tidak ada perbaikan signifikan setelah empat minggu mengkonsumsi obat, bicarakan dengan dokter tentang penambahan dosis, atau mencoba antidepresan yang berbeda atau menambahkan antidepresan kedua. Kombinasi obat dapat bekerja lebih baik daripada penggunaan antidepresan tunggal.
  • Coba berkonsultasi ke psikoterapi Dalam banyak kasus, menggabungkan antidepresan dengan psikoterapi (terapi psikis) lebih efektif daripada mengkonsumsi antidepresan saja. Hal ini juga dapat membantu mencegah depresi Anda kembali begitu Anda merasa lebih baik.
  • Jangan berhenti minum antidepresan tanpa berbicara dengan dokter terlebih dahulu Berhenti mengkonsumsi obat tiba-tiba dapat menyebabkan memburuknya depresi secara mendadak.
  • Hindari penggunaan alkohol dan narkoba

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp