Entomophobia - Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Dipublish tanggal: Agu 9, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Entomophobia adalah rasa ketakutan yang ekstrim dan terus-menerus terjadi terhadap serangga. Kondisi inilah yang disebut dengan fobia spesifik, yaitu fobia yang berfokus pada objek tertentu. 

Fobia serangga adalah salah satu jenis fobia spesifik yang paling umum.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Jenis fobia ini menyebabkan kecemasan yang signifikan. Bagi sebagian orang, kecemasan itu dapat melumpuhkan dan mengganggu kegiatan sehari-hari mereka.

Apa saja gejala entomophobia?

Tidak seperti rasa takut atau tidak suka serangga, seseorang dengan entomophobia memiliki ketakutan yang irasional terhadap diri mereka.

Orang dewasa dengan fobia sebenarnya memahami irasionalitas pada diri mereka akan rasa takut berlebihan yang sebetulnya tidak menimbulkan bahaya nyata. 

Meski begitu, gagasan sekadar berada di dekat serangga dapat menimbulkan gejala mental dan fisik yang parah, seperti:

  • perasaan takut atau cemas yang hebat saat melihat atau memikirkan serangga
  • kecemasan yang memburuk saat serangga mendekat
  • ketidakmampuan untuk mengendalikan ketakutan meskipun Anda sadar itu tidak masuk akal
  • kesulitan berfungsi karena rasa takut
  • melakukan apa pun untuk menghindari serangga, seperti menghindari area atau kegiatan di mana mereka mungkin berada

Entomophobia juga dapat menyebabkan gejala fisik, seperti:

Apa yang menyebabkan entomophobia?

Para ahli tidak tahu persis apa yang menyebabkan fobia spesifik. Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko termasuk faktor usia. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Jantung via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 10

Sebagian besar fobia berkembang di masa kanak-kanak, meskipun mungkin dapat berkembang pada masa dewasa.

Menurut Mayo Clinic, temperamen juga dapat membuat Anda lebih mungkin terserang fobia, seperti menjadi lebih negatif atau sensitif.

Kemungkinan penyebab entomophobia lainnya, meliputi:

  • Pengalaman negatif. Pengalaman traumatis atau negatif dapat memicu perkembangan fobia spesifik. Sebagai contoh, Anda mungkin disengat oleh tawon ketika masih anak-anak atau dikejutkan oleh serangga di lengan Anda.
  • Keluarga. Anak-anak mungkin dapat belajar fobia dari orang tua atau anggota keluarga lainnya. Misalnya, anak belajar ketakutan terhadap serangga dari sang ibu yang memiliki kecenderungan untuk berteriak saat melihat laba-laba di rumah.
  • Genetika. Suatu studi penelitian menunjukkan bahwa faktor genetika mungkin berperan dalam fobia dan gangguan kecemasan.
  • Cedera otak traumatis. Cedera otak, seperti gegar otak, telah dikaitkan dengan perkembangan gangguan kecemasan. Cedera otak tampaknya meningkatkan kondisi rasa takut dan membuat otak takut untuk belajar selama peristiwa stres yang dialami setelah cedera.

Bagaimana cara mendiagnosis entomophobia?

Untuk mendiagnosis entomophobia, dokter akan melakukan wawancara klinis menyeluruh, dan meninjau gejala, riwayat medis serta kejiwaan penderita.

Hanya ahli profesional kesehatan terlatih yang dapat mengkonfirmasi diagnosis fobia.

Bagaimana perawatan entomophobia?

Tujuan pengobatan adalah untuk menghentikan fobia Anda dari gangguan kualitas hidup dengan mengajarkan Anda untuk mengelola reaksi terhadap serangga.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Perawatan untuk entomophobia dapat meliputi:

1. Terapi pemaparan

Jenis terapi ini melibatkan secara bertahap paparan dengan sumber fobia dan paparan berulang untuk membantu mengubah respons terhadap serangga. Terapi ini juga disebut sebagai desensitisasi sistematis.

Terapi paparan biasanya dimulai dengan berbicara tentang ketakutan Anda terhadap serangga. 

Anda mungkin diperlihatkan gambar atau video serangga, dan akhirnya bersentuhan dengan serangga hidup dalam lingkungan yang terkontrol.

2. Terapi perilaku kognitif (CBT)  

Terapi perilaku kognitif (CBT) berpusat pada pikiran dan keyakinan Anda tentang sumber fobia dan bagaimana mereka mempengaruhi Anda. 

Terapi CBT sering dikombinasikan dengan terapi paparan dan jenis terapi perilaku lainnya untuk mengubah cara Anda berpikir. 

Tujuannya adalah untuk mengembangkan rasa kontrol atas pikiran dan perasaan sehingga Anda tidak lagi kewalahan oleh rasa takut tersebut.

3.Obat

Psikoterapi adalah cara paling efektif untuk mengatasi rasa takut terhadap serangga. Tergantung pada gejala Anda, dokter dapat merekomendasikan obat untuk membantu mengurangi rasa kecemasan serta gejala entomophobia lainnya.

Obat-obatan kecemasan seperti benzodiazepine sering diresepkan untuk mengurangi kecemasan. Obat penenang ini bersifat adiktif dan hanya disarankan untuk penggunaan jangka pendek.

Beta-blocker juga digunakan untuk memblokir efek adrenalin, seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah, jantung berdebar, dan gemetar.

Antidepresan juga dapat membantu menenangkan kecemasan dan ketakutan.

Namun, pemberian obat-obatan anti kecemasan, beta-blocker, dan antidepresan belum disetujui oleh FDA sebagai pengobatan untuk fobia.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Shimada‐Sugimoto M, et al. (2015). Genetics of anxiety disorders: Genetic epidemiological and molecular studies in humans. DOI: (https://doi.org/10.1111/pcn.12291)
Shahriari-Namad M, et al. (2018). Entomophobia and arachnophobia among school-age children: A psychological approach. (https://cdn.neoscriber.org/cdn/dl/2dc184b2-7480-11e8-bdb9-d3e6c624a564)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app