Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
VINA SETIAWAN

Disartria - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: NOV 16, 2019 Tinjau pada NOV 16, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.862.748 orang

Apa itu disartria?

Disartria merupakan kondisi kesulitan bicara akibat gangguan pada sistem penggerak otot-otot yang berperan dalam proses pelafalan dan penghasil suara saat berbicara. Gangguannya terletak di saraf otak yang mengatur artikulasi, fonasi, respirasi, resonansi, dan fungsi bicara lainnya sehingga menyebabkan bicara lambat, tidak jelas, dan sulit dimengerti.

Disartria tidak terkait dengan masalah pemahaman bahasa (afasia), karena ini murni gangguan pada sistem motorik bicara. Adapun penyebabnya, bervariasi seperti gangguan sistem saraf akibat stroke, cedera otak, tumor otak, dan kondisi yang menyebabkan kelumpuhan wajah atau kelemahan otot lidah dan tenggorokan. Di sisi lain, penggunaan obat-obatan tertentu terkadang juga dapat menyebabkan disartria.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Disartria bukanlah suatu jenis penyakit melainkan gejala dari suatu penyakit. Beberapa kondisi yang menimbulkan gejala ini antara lain adalah stroke. Tidak ada data yang pasti terkait angka kejadian disartria secara umum. Namun dari hasil penelitian di Indonesia pada pasien stroke diketahui bahwa sekitar 35,2% pasien stroke antara usia 18-95 tahun mengalami disartria.

Apa penyebab disartria?

Penyebab Disartria

Pada disartria, pasien mungkin mengalami kesulitan untuk menggerakkan otot-otot di mulut, wajah, atau sistem pernapasan bagian atas yang mengontrol bicara. Kondisi yang dapat menyebabkan disartria meliputi: 

  • amyotrophic lateral sclerosis (ALS atau penyakit Lou Gehrig), 
  • kerusakan otak, 
  • tumor otak, 
  • stroke,
  • distrofi otot
  • cerebral palsy
  • sindrom Guillain-Barre, 
  • cedera kepala
  • penyakit Huntington, penyakit Lyme, 
  • penyakit parkinson,
  • multipel sklerosis, distrofi otot
  • myasthenia gravis, 
  • penyakit wilson, 
  • beberapa obat seperti narkotika atau obat penenang.

Tanda dan gejala disartria

Tanda dan gejala disartria bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang mungkin timbul:

  • Bicara cadel
  • Bicara lambat
  • Ketidakmampuan berbicara kuat
  • Kesulitan menelan 
  • Pembicaraan sulit dimengerti
  • Suara hidung, serak atau tegang
  • Ritme bicara tidak merata atau tidak normal
  • Volume bicara tidak stabil
  • Bicara monoton
  • Kesulitan menggerakkan lidah atau otot wajah

Pencegahan Disartria

Pencegahan khusus diartria sebenarnya tidak ada. Yang harus dilakukan adalah mencegah bagaimana agar kondisi medis yang mendasari  disartria tidak terjadi. Hal ini dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, tidak merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol dan menghindari mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dari dokter. 

Meskipun orang tampak sehat-sehat saja, namun masalah komunikasi pada disartria dapat menimbulkan sejumlah masalah seperti:

  • Masalah sosial. Terganggunya komunikasi dapat mempengaruhi hubungan pasien dengan keluarga dan teman, akibatnya situasi sosial menjadi sulit.
  • Depresi. Pada beberapa orang, disartria dapat menyebabkan terisolasi secara sosial dan juga depresi.

Pengobatan Disartria

Disartria dapat menjadi tanda adanya kondisi yang serius. Segera konsultasikan diri ke dokter jika Anda mengalami perubahan kemampuan berbicara yang berlangsung mendadak ataupun tidak dapat dijelaskan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Untuk memastikan diagnosis disartria sebenarnya bisa dilakukan hanya dengan melakukan anamnesis saja. Namun pemeriksaan fisik dan penunjang juga perlu dilakukan untuk mengidentifikasi jenis disartria dan penyebab yang mendasarinya. 

Ahli patologi wicara dapat mengevaluasi ucapan pasien untuk membantu menentukan jenis disartria yang terjadi. Hal ini dapat bermanfaat bagi ahli saraf yang akan berperan mencari penyebab yang mendasari terjadinya disartria.

Selain melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang termasuk:

  • Tes pencitraan. Tes pencitraan, seperti MRI atau CT scan, akan membuat gambar rinci dari otak, kepala dan leher yang dapat membantu mengidentifikasi penyebab masalah bicara yang terjadi.
  • Pemeriksaan otak dan saraf. Tes ini dapat membantu menentukan sumber gejala pasien. Elektroensefalogram mengukur aktivitas listrik di otak. Elektromiogram mengevaluasi aktivitas listrik di saraf saat proses pengiriman pesan ke otot. Tes konduksi saraf berfungsi untuk mengukur kekuatan dan kecepatan sinyal-sinyal listrik saat berjalan melalui saraf ke otot-otot.
  • Tes darah dan urin. Pemeriksaan ini dapat membantu menentukan apakah disartria disebabkan oleh penyakit menular atau radang.
  • Pungsi lumbal. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan jarum di punggung bawah untuk mengambil sampel cairan serebrospinal lalu kemudian dilakukan pengujian di laboratorium. Pungsi lumbal dapat membantu mendiagnosis infeksi serius, gangguan sistem saraf pusat, dan kanker otak atau sumsum tulang belakang.
  • Biopsi otak. Jika curiga tumor otak maka dokter akan mengambil sampel dari jaringan otak pasien untuk diuji.
  • Tes neuropsikologis. Pemeriksaan ini untuk mengukur kemampuan berpikir (kognitif) pasien, kemampuan pasien untuk memahami ucapan, kemampuan pemahaman membaca dan menulis, serta keterampilan lainnya. Disartria tidak memengaruhi kemampuan kognitif dan pemahaman dalam berbicara dan menulis, tetapi kondisi yang mendasarinya terjadinya disartria-lah yang bisa mempengaruhinya.

Pengobatan Disartria

Pengobatan disartria tergantung pada penyebab dan keparahan gejala serta jenis disartria yang terjadi. Dokter akan mengobati penyebab disartria jika memungkinkan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbicara. Jika masalah ini disebabkan oleh obat yang diresepkan dokter, maka bicarakan dengan dokter tentang kemungkinan untuk mengubah atau menghentikan obat-obatan tersebut.

Terapi bicara dan bahasa

Terapi bicara dan bahasa memang perlu untuk membantu agar ucapannya kembali normal dan untuk meningkatkan komunikasi. Tujuan terapi wicara termasuk menyesuaikan kecepatan bicara, memperkuat otot, meningkatkan dukungan napas, meningkatkan artikulasi, dan membantu anggota keluarga berkomunikasi dengan pasien.

Namun apabila terapi wicara tidak membuahkan hasil, maka dokter dapat merekomendasikan metode komunikasi lain (sistem komunikasi augmentatif dan alternatif). Metode komunikasi ini dapat mencakup isyarat visual, gerak tubuh, papan alfabet atau teknologi berbasis komputer. 


Referensi

American Speech-Language-Hearing Association. Dysarthria.

Enderby, P. (2013). Disorders of Communication: Dysarthria. Handbook of Clinical Neurology. 110, pp. 273-281.

Giorgi, A. Healthline (2016). What Causes Speech Articulation Problems?

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini