Makanan dan Diet Sehat

Diet Ketosis Lemak Sebagai Energi

Dipublish tanggal: Jul 6, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Okt 22, 2019 Waktu baca: 3 menit
Diet Ketosis Lemak Sebagai Energi

Kata ketosis biasa berhubungan dengan penyakit diabetes atau penurunan berat badan. Ketosis terjadi karena tubuh tidak bisa menggunakan gula atau glukosa, maka lemaklah yang akan menjadi sumber energi dalam tubuh. 

Selain menurunkan berat badan, diet ketosis juga dapat mencegah risiko diabetes, epilepsi, dan juga kanker. Namun, meskipun baik bagi kesehatan, saat ini diet ketosis masih menjadi hal yang kontroversial, apakah efektif atau malah berbahaya? 

Apa itu ketosis? 

Bagi Anda yang mungkin kurang mengetahui tentang apa itu ketosis, ketosis merupakan sebuah proses metabolisme yang normal dalam tubuh. Proses metabolisme ini akan membakar karbohidrat sehingga menjadi sumber energi bagi tubuh. 

Tetapi apabila Anda tidak memiliki cadangan karbohidrat yang cukup, maka proses ini dilakukan dengan membakar lemak agar tubuh mendapat energi. Hasil dari proses ini disebut keton, yang merupakan produk sampingan dari proses metabolisme lemak. 

Tubuh Anda tidak akan menggunakan lemak untuk dibakar dalam proses metabolisme apabila Anda menerapkan pola makan yang seimbang, dimana asupan karbohidrat tetap jaga. 

Oleh karena itu, keton tidak akan dihasilkan setelah proses metabolisme terjadi. Tetapi, apabila Anda menjalani diet dengan mengurangi asupan karbohidat, maka lemak akan dgunakan oleh tubuh sebagai energi (ketosis) dan menghasilkan keton. 

Ada beberapa kondisi yang akan mengakibatkan tubuh Anda menggunakan lemak sebagai energi, seperti olahraga yang terlalu lama, pengurangan asupan karbohidrat bagi tubuh, kehamilan, puasa, saat kelaparan, dan penggunaan hormon insulin yang kurang baik pada orang penderita diabetes. 

Ketosis untuk menurunkan berat badan

Seperti yang sudah dijelaskan, ketosis terjadi ketika tubuh membakar lemak sebagai energi, maka kondisi ini dapat digunakan untuk menurunkan berat badan. 

Terdapat diet ketogenik yang memanfaatkan kondisi ketosis untuk mengurangi berat badan. Diet ini dilakukan dengan membatasi asupan karbohidrat sebanyak 5%, tetapi meningkatkan asupan lemak sebanyak 75% dan asupan proyein sebanyak 25%. 

Akibat dari rendahnya asupan karbohidrat, maka secara otomatis tubuh akan menggunakan lemak sebagai energi. Kondisi ketosis terjadi apabila Anda mengonsumsi kabohidrat kurang dari 50 gram per hari. 

Anda dapat mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan berprotein seperti telur, daging merah, mentega, sayur hijau, susu full fat atau ikan salmon. Hindarilah makanan yang mengandung kadar gula tinggi, seperti permen dan minuman manis agar dapat mencapai kondisi ketosis. 

Keadaan ketosis akan menyebabkan kurangnya kadar hormon insulin yang mengakibatkan asam lemak akan dilepaskan oleh tubuh. Untuk menghasilkan energi, asam lemak akan dibakar yang akan memproduksi keton sebagai senergi bagi sel-sel tubuh dan otak.

Pada tahun 2008, American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa diet ketosis merupakan cara yang efektif untuk menurunkan berat badan dengan cepat. 

Pria obesitas yang menjadi partisipan dalam penelitian ini mengalami penurunan berat badan sekitar 5,4 kg setelah melakukan diet ketogenik. Apabila Anda menjalani diet ini, Anda tidak akan merasa lapar karena hanya akan mengonsumsi sedikit kalori. 

Apakah ketosis berbahaya? 

Sudah menjadi hal yang biasa apabila ketosis terjadi pada tubuh Anda. Namun, ketosis akan menjadi berbahaya apabila menghasilkan keton dengan jumlah yang berlebihan. 

Jumlah keton yang tinggi akan membuat Anda mengalami dehidrasi dan mengakibatkan senyawa kimia dalam darah menjadi tidak seimbang. 

Selain itu, kondisi keton yang berlebihan dalam darah akan mengubah darah menjadi asam yang berbahaya bagi tubuh atau disebut dengan ketoasidosis. Kondisi ketoasidosis dapat terjadi pada penderita diabetes saat mereka tidak memiliki hormon insulin yang cukup atau saat kekurangan cairan

Untuk menghindari kondisi ketoasidosis, Anda harus mengetahui apa saja gejalanya agar segera melakukan pencegahan sebelum membahayakan kesehatan. 

Gejala ketoasidosis meliputi rasa haus dan mulut kering, mengeluarkan air kecil secara terus menerus, mengalami kelelahan, kulit kering, merasa sakit dan nyeri di perut, muntah, sulit bernapas serta napas berbau. 

Apabila Anda mengalami gejala-gejala diatas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Meskipun dapat menurunkan berat badan, diet ketosis akan menjadi berbahaya apabila keton diproduksi dalam jumlah yang berlebihan. 


2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Ketogenic Diet: A Detailed Beginner's Guide to Keto. Healthline. (https://www.healthline.com/nutrition/ketogenic-diet-101)
Ketosis and the Keto Diet: What Is Ketosis and Is the Ketosis Diet Safe?. WebMD. (https://www.webmd.com/diabetes/type-1-diabetes-guide/what-is-ketosis)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit