Diabetes Penyebab Kuku Kuning

Dipublish tanggal: Jul 6, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Okt 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Diabetes Penyebab Kuku Kuning

Kondisi kuku mulai dari warna dan bentuknya merupakan sebuah informasi yang penting mengenai keadaan kesehatan Anda. Memang perubahan warna dan penampilan kuku dapat mengakibatkan berbagai jenis gangguan kesehatan, namun sangat jarang diketahui bahwa tampilan kuku yang berwarna kuning merupakan gejala dari penyakit diabetes

Hal ini sebabkan karena adanya penuaan atau kebiasaan lain seperti merokok dan mengonsumsi makanan manis yang berlebih. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Perlengkapan P3K via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 3

Mengapa diabetes mengakibatkan kuku berwarna kuning? 

Bagi penderita diabetes, perubahan penampilan kuku yang berwarna kuning disebabkan karena tubuh tidak mampu memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang cukup, sehingga gula yang ada dalam tubuh sangat sulit untuk dipecahkan. Inilah mengapa kadar gula darah yang terdapat pada penderita diabetes sangat tinggi. 

Kondisi gula darah yang tinggi berpengaruh terhadap produksi kolagen, salah satu protein yang membentuk kuku Anda. Produksi kolagen yang rendah menjadikan kuku mudah patah, kering dan berwarna kusam kekuningan. 

Kuku kuning juga merupakan efek samping dari kondisi para penderita diabetes karena adanya peningkatan gula darah yang berlebihan. Hal ini mengakibatkan sistem pertahanan tubuh lemah dalam menghadapi penyakit yang datang. 

Ketika pertahanan tubuh lemah, jamur atau bakteri akan dengan mudah menyerang Anda. Selain itu, perkembangan jamur atau bakteri akan lebih cepat akibat dari kadar glukosa yang meningkat. 

Tidak hanya membuat perubahan pada tampilan kuku Anda, diabetes juga dapat merusak saraf tepi yang mengakibatkan bakteri atau kuman masuk melalui celah kuku dang menggerogoti jari-jari. 

Saraf tepi yang rusak menjadikan para penderita diabetes rentan mengalami infeksi jamur pada kuku atau sering disebut onychomycosis dibandingkan orang-orang yang bukan penderita diabetes. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Selain itu, kerusakan saraf menyebabkan para penderita diabetes sulit merasakan rasa sakit pada jari yang terkena infeksi karena menumpulnya sinyal nyeri dan sakit. 

Bagaimana cara penderita diabetes merawat kuku? 

Sebenarnya penampilan warna kuku yang berubah menjadi warna kuning tidak berbahaya bagi kesehatan. Namun, apabila kuku jari Anda mengalami penebalan dan berwarna kuning, dapat dipastikan bahwa hal tersebut disebabkan oleh infeksi jamur. 

Anda tidak mengalami rasa sakit ketika terjadi penebalan pada kuku karena rusaknya saraf tepi, sehingga Anda sangat mungkin terkena infeksi jamur tanpa disadari. 

Pada umumnya, teknik pengobatan yang diberikan biasanya tergantung pada kondisi kuku Anda. Ketika kuku terkena infeksi jamur, biasanya dokter akan memotong dan menipiskan kuku yang menebal. 

Namun, jika infeksi pada kuku sangat parah, maka tindakan medis yang akan dilakukan oleh dokter adalah mencabut kuku yang terkena infeksi. Meskipun akan tumbuh kuku yang baru, hal tersebut akan memakan waktu yang cukup lama, bahkan sampai setahun untuk tumbuh kuku yang sempurna. 

Selain kuku, infeksi juga dapat merambat ke kulit yang menimbulkan luka. Apabila luka sudah menyebar, amputasi pada bagian kulit yang terkena infeksi merupakan pilihan terbaik. Meskipun bisa diobati dengan cara lain, kasus seperti ini cenderung susah untuk disembuhkan. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap memperhatikan kondisi kuku Anda agar terhindar dari berbagai macam penyakit, terutama bagi para penderita diabetes. Berikut beberapa cara untuk merawat kuku bagi penderita diabetes maupun mereka yang tidak memiliki kondisi diabetes. 

  • Usahakan agar kuku selalu bersih dan pendek setiap waktu untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya infeksi jamur
  • Menggunakan gunting kuku pribadi, jangan sekali-kali meminjam atau bahkan meminjamkan gunting kuku Anda ke orang lain
  • Menggunakan penutup kaki khusus ketika mandi di tempat umum 
  • Hindari pemakaian sepatu atau kaos kaki orang lain
  • Gunakanlah sepatu dan kaos kaki yang baik dan bersih untuk menghindari kerusakan pada kuku
  • Menggunakan obat antijamur seperti terbinafine dan itraconazale, yang juga dianjurkan bagi para penderita diabetes untuk merawat kuku yang berwarna kuning. 

Apabila Anda merasa terjadi perubahan pada warna kuku seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebaiknya segera memeriksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan menghindari kemungkinan terjadinya infeksi yang dapat membahayakan kesehatan. Terutama bagi para penderita diabetes, karena sangat rawan terkena infeksi jamur seperti itu. 

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Lithner F. Purpura, pigmentation and yellow nails of the lower extremities in diabetics. Acta medica Scandinavica 1976;199(3):203-8. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1258701)
Chiriac, A., Naznean, A., Podoleanu, C., & Stolnicu, S. (2017). Transient yellow discoloration of the nails for differential diagnosis with yellow nail syndrome. Orphanet journal of rare diseases, 12(1), 159. https://doi.org/10.1186/s13023-017-0711-4. National Center for Biotechnology Information. (Accessed via: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5625644/)
Finger Nails Can Be Diabetes Tell Tale Sign. Diabetes.co.uk. (Accessed via: https://www.diabetes.co.uk/news/2005/sep/finger-nails-can-be-diabetes-tell-tale-sign.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app