Demi Kesehatan, Jangan Pinjamkan 5 Benda Ini

Dipublish tanggal: Jun 20, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 2 menit
Demi Kesehatan, Jangan Pinjamkan 5 Benda Ini

Terkadang kita suka dengan mudah meminjamkan barang kepada orang lain, baik teman atau keluarga tanpa memikirkan apa akibatnya. Namun, untuk 6 barang di bawah ini, sebaiknya sebelum meminjamkan kepada yang lain, Anda harus berpikir terlebih dahulu sebelum memutuskan, karena benda-benda tersebut bisa mentransfer bakteri dan penyakit dari satu orang ke yang lainnya.

Sikat Gigi

Siikat gigi berfungsi untuk membersihkan gigi dari sisa makanan. Karena itu sikat gigi terkontaminasi dengan berbagai organisme, bakteri, air liur, sisa makanan, bahkan darah, sehingga dianjurkan untuk membersihkan sikat gigi setelah menggosok gigi untuk menjaga kebersihan sikat gigi.

Iklan dari HonestDocs
Paket Vaksin Hepatitis B Di NK Health Klinik

Cegah Penyakit Hepatitis B dengan Vaksin. Paket ini termasuk 3x suntik vaksin Hepatitis B, biaya registrasi, konsultasi dengan dokter, dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

Paket vaksin hepatitis b di nk health klinik

Akan tetapi, setelah dibersihkan menggunakan air yang mengalir, sikat gigi tetap saja masih menyimpan semua bakteri dari sisa makanan, dan tentu saja Anda tidak ingin mendapatkan kontaminasi bakteri tambahan dari sikat gigi yang Anda pinjamkan kepada orang lain. 

Penggunaan sikat gigi secara bersama-sama juga bisa menularkan bakteri melalui darah.

Handuk

Centers for Disease Control and Prevention menyatakan bahwa berbagai penyakit bisa menular melalui penggunaan handuk secara bersama-sama, mulai dari infeksi mata hingga gonore.

Gonore lebih mudah terinfeksi dengan handuk yang basah yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus yang terdapat pada hidup dan mampu bertahan hidup hingga beberapa jam, hari, bahkan bulan.

Handuk yang sering sekali lembab adalah tempat favorit bakteri untuk bersarang. Oleh karena itu, disarankan untuk mengganti handuk minimal seminggu sekali, dan gantung handuk agar selalu kering ketika akan dipakai, serta jangan sekali-kali meminjamkan handuk Anda kepada orang lain.

Make up

Wanita terkadang suka sekali memakai peralatan make up secara bersama-sama, dan yang paling sering dipinjamkan adalah alat make up mata. Penyakit mata seperti konjungtivis dan mata merah adalah jenis penyakit yang sangat mudah menular dan masa penularannya tidak selalu bersamaan dengan munculnya tanda penyakit.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Menggunakan lipstik bersama-sama juga dapat menularkan penyakit infeksi seperti herpes, yang disebabkan oleh herpes simplex virus dan menimbulkan luka lecet hingga melepuh di bibir. Luka tersebut bisa berbentuk sariawan sehingga bisa saja menular.

Pisau Cukur

Sebagian orang tidak tahu bahwa menggunakan pisau cukur secara bersama-sama ternyata berbahaya meskipun hanya digunakan di kulit saja. Penyakit-penyakit yang bisa ditularkan melalui penggunaan alat cukur secara bersama-sama seperti hepatitis B, hepatitis C, bahkan HIV

Ketika menggunakan pisau cukur, bisa saja kulit Anda mengalami sedikit luka dan dari darah tersebutlah penularan penyakit dapat terjadi.

Direktur di Women’s Skin Health Program for Northwestern Medicine, Bethanee J. Schlosser, M.D., Ph.D., mengatakan bahwa berbagi pisau cukur dapat menyebarkan infeksi jamur terutama jenis tinea corporis yaitu jenis jamur penyebab kurap. Jadi, Anda disarankan untuk mengganti pisau cukur setelah 5-10 kali pemakaian.

Deodoran roll-on

Sebenarnya menggunakan deodorant atau antiperspirant secara bersama-sama tidak terlalu meningkatkan resiko tertular infeksi. Deodoran berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab mengurangi bau badan, karena deodoran mengandung anti bakteri. 

Sedangkan antiperspirant hanya berguna untuk menghambat kerja kelenjar keringat, sehingga bakteri masih bisa tertinggal di antispiran yang Anda pinjamkan.

Penyebaran bakteri melalui deodoran sebenarnya tergantung pada jenis deodoran. Deodoran yang berbentuk stick dan bersifat kering, jika dipakai bersama-sama, maka akan terjadi perpindahan sel kulit dan bulu ketiak. 

Sedangkan deodoran yang berbentuk roll-on, lebih mudah penyebaran bakterinya karena teksturnya yang basah dan lengket sehingga mudah dihinggapi bakteri.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Healthy lifestyle: 5 keys to a longer life. Harvard Health. (https://www.health.harvard.edu/blog/healthy-lifestyle-5-keys-to-a-longer-life-2018070514186)
4 Steps to a Healthy Lifestyle. WebMD. (https://www.webmd.com/diet/features/4-steps-healthy-lifestyle#1)
Charles Patrick Davis, MD, PhD, Lifestyle (https://www.medicinenet.com/healthy_living/article.htm).

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app