Demam? Jangan Kompres Dingin!

Kompres dingin justru dapat meningkatkan suhu tubuh karena dianggap sebagai ancaman oleh sistem alami imun tubuh Anda. Hal ini sama seperti ketika Anda mandi menggunakan air dingin atau berada di ruangan berpendingin udara saat demam. Suhu tubuh Anda bisa semakin meningkat dan tak kunjung turun.
Dipublish tanggal: Jul 4, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Okt 14, 2019 Waktu baca: 3 menit
Demam? Jangan Kompres Dingin!

Kebiasaan turun temurun yang dipercaya dapat mengatasi masalah demam adalah kompres dingin. Entah siapa yang memulai namun kebiasaan ini telah menjadi cara klasik yang banyak dilakukan oleh orang ketika demam. 

Tidak banyak orang yang tahu bahwa ternyata cara ini merupakan cara yang salah dan dapat membahayakan tubuh. 

Kompres dingin saat demam, berbahaya 

Salah satu penyakit yang sering menimpa banyak orang selain flu dan batuk adalah demam. Demam merupakan salah satu gejala respon alami tubuh saat melawan infeksi. Infeksi sendiri disebabkan oleh adanya virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh. 

Suhu normal orang yang sehat berkisar antara 36o hingga 37o Celcius. Jika seseorang memiliki suhu tubuh di atas  37o Celcius, maka bisa dikatakan orang tersebut mengalami demam. Selain suhu tubuh meningkat, biasanya badan penderita akan menggigil atau berkeringat,lemas, mersakan sakit kepala hingga nyeri. 

Jika seseorang mengalami demam, biasanya yang dilakukan untuk meredakan demam adalah dengan kompres dingin. Kain atau handuk kecil direndam ke dalam air dingin kemudian diperas dan ditempelkan di dahi. 

Kondisi kain yang dingin dipercaya dapat menyerap panas tubuh sehingga suhu tubuh dapat kembali normal.

Cara tradisional yang dianggap aman dan ampuh ini ternyata berbahaya dilihat dari segi medis. Para pakar kesehatan dan dokter tidak menyarankan penderita demam menggunakan kompres dingin. Demam sejatinya merupakan respon alami tubuh untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. 

Kompres dingin justru dapat meningkatkan suhu tubuh karena dianggap sebagai ancaman oleh sistem alami imun tubuh Anda. Hal ini sama seperti ketika Anda mandi menggunakan air dingin atau berada di ruangan berpendingin udara saat demam. Suhu tubuh Anda  bisa semakin meningkat dan tak kunjung turun. 

Dokter menyarankan penggunaaan kompres dingin pada penderita yang mengalami peradangan atau pembengkakan. Suhu dingin dapat membantu mengurangi radang dan bengkak. Jadi, kompres dingin justru kurang tepat untuk penderita demam. 

Bagaimana menurunkan demam yang tepat?

Jika seseorang di sekitar Anda mengalami demam, Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini untuk kembali menormalkan suhu tubuhnya:

Beristirahat 

Salah satu tanda tubuh lelah adalah demam. Jika Anda demam, bisa jadi tubuh Anda sudah terlalu lelah. Kondisi tubuh yang demam apabila dipakasakan untuk terus beraktivitas dapat membahayakan kondisi Anda.

 Jika demam sudah melanda, maka usahakanlah untuk segera beristirahat dan menyudahi kegiatan Anda. Biarkan tubuh rileks dan berisitirahat sejenak agar suhu tubuh Anda kembali normal. 

Perhatikan asupan cairan

Ketika demam, tubuh seseorang akan membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan saat suhu tubuh normal. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan. Oleh sebab itu, penderita demam disarankan untuk memperbanyak dan memperhatikan asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah bukan hanya pada jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh, melainkan jenis minuman apa yang baik dikonsumsi. 

Cairan yang masuk ke dalam tubuh akan mencegah dehidrasi karena peningkatan suhu tubuh. Selain itu, cairan juga akan dikeluarkan tubuh secara alami melalui keringat dan urin. Hal ini dapat membantu proses penurunan suhu tubuh Anda. 

Konsumsi obat 

Minum obat adalah salah satu langkah untuk menyembuhkan sakit termasuk demam. Jika suhu tubuh Anda melebihi 39 derajat Celcius, Anda dapat mengkonsumsi obat penurun panas. Obat yang disarankan oleh dokter antara lain paracetamol (acetaminophen), ibuprofen, atau aspirin. 

Anda dapat membeliobat-obatan tersebut dengan mudah di apotek atau toko obat terdekat. Anda tak perlu menggunakan resep dokter untuk mengkonsumsi obat tersebut. Yang harus Anda perhatikan adalah konsumsi obat sesuai petunjuk dan dosis yang tertera di kemasan tiap obat. 

Konsumsi obat yang berlebihan dan dalam jangka panjang tentunya juga akan berakibat kurang baik terhadap tubuh dan kesehatan Anda.

Ketika Anda sudah mengkonsumsi obat penurun panas tetapi demam Anda tak kunjung reda, maka Anda dapat mengunjungi dokter dan memeriksakan keadaan Anda kepada dokter. 

Dokter tentunya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan pertolongan yang tepat sesuai demam yang Anda derita. 


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Woolery, W. (n.d.). Fever in the geriatric patient (http://www.antimicrobe.org/e50.asp)
Tousseau, J. (2015, August 18). What is the most accurate way to take a temperature? Retrieved from (http://saidsupport.org/what-is-the-most-accurate-way-to-take-a-temperature-is-oral-temporal-ear-or-rectal-best/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app