Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Cetathiacol (Thiamphenicol)

Update terakhir: OCT 21, 2019 Tinjau pada OCT 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.606.180 orang

Ini adalah review terhadap obat dengan merk cetathiacol. di bagian akhir review ini juga disertakan tautan untuk mengetahui merk obat-obat lain dengan kandungan yang sama dengan cetathiacol.

pabrik  

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Thiamycin adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri pada saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Thiamycin 500 mg kapsul 1

soho Industri Pharmacy

golongan

obat keras

kemasan  

  • dos 10 x 10 kapsul 500 mg

kandungan

  • thiamphenicol 500 mg / kapsul

Sekilas tentang zat aktif (nama generik)

Thiamfenikol (thiamphenicol) adalah antibiotik spektrum luas yang bekerja dengan cara berikatan dengan ribosom bakteri secara reversible sehingga menghambat sintesis protein 50s dari bakteri, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri. Tiamfenikol (thiamphenicol) memiliki spektrum luas dan aktivitas yang sama dengan chloramphenicol, tetapi 2.5 - 5 kali lebih kuat

Indikasi cetathiacol

  • cetathiacol (thiamphenicol) digunakan untuk demam tifus, paratifus, infeksi Salmonella sp sp, H. influenzae, terutama infeksi meningeal, Rickettsia, Lympogranulloma psittacosis, bakteri gram negatif penyebab bakteria meningitis, infeksi kuman yang resisten terhadap antibiotik lain.
  • cetathiacol (thiamphenicol) sangat umum digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih misalnya gonore

Kontra indikasi

  • cetathiacol (thiamphenicol) dikontraindikasikan terhadap pasien yang hipersensitf terhadap cetathiacol (thiamphenicol) dan antibiotik derivat chloramphenicol lainnya.
  • Sebaiknya tidak diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • jangan menggunakan antibiotik ini untuk pencegahan infeksi bakteri 
  • Depresi fungsi sumsum tulang
  • Imunisasi aktif
  • Kehamilan dan laktasi

 

Efek Samping cetathiacol

  • efek samping yang disebabkan oleh pemakaian cetathiacol (thiamphenicol) adalah reaksi hipersensitivias / alergi, gangguan pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare.
  • obat ini dapat juga menyebabkan sariawan, glositis, ensefalopati, depresi mental, sakit kepala, ototoksisitas, anemia hemolitik dan reaksi jarish-herxheimer.
  • jika antibiotik ini digunakan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan pendarahan, neuritis optik dan perifer.
  • efek samping cetathiacol (thiamphenicol) yang berpotensi fatal adalah penekanan pada sumsum tulang belakang, sindrom abu-abu pada bayi baru lahir dan prematur.
  • jika tanda - tanda hipersensitivitas muncul segera hubungi pihak medis karena bisa menyebabkan shock anafilaktic yang bisa berakibat fatal.

Toleransi terhadap kehamilan

BELUM ADA DATA. studi pada reproduksi hewan telah menunjukkan tiamfenikol (thiamphenicol) memberikan efek buruk pada janin. tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi manfaat penggunaan obat lebih tinggi pemberian pada ibu hamil dapat diberikan meski terdapat potensi resiko

Perhatian

  • penderita dengan gangguan fungsi ginjal sebaiknya dosis cetathiacol (thiamphenicol) dikurangi untuk mencegah terjadinya akumulasi obat.
  • selama pemakaian dianjurkan untuk minum minimal 1.5 liter / hari untuk mencegah kristaluria.
  • pada pemakaian dalam jangka waktu yang panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah secara periodik untuk antisipasi terjadinya diskrasia darah.
  • cetathiacol (thiamphenicol) juga  terdeteksi ikut keluar bersama ASI, sehingga jika memungkinkan pemakaian cetathiacol (thiamphenicol) selama menyusui sebaiknya dihindari

interaksi obat

  • thiamphenicol dapat meningkatkan efek warfarin dan sulfonylurea.
  • Penggunaan bersamaan dengan golongan klorampenicol lain meningkatkan resistensi silang.
  • Hati-hati penggunaanya bila digunakan bersamaan dengan obat yang juga dimetabolisme oleh mikrosom hati seperti fenitoin, fenobarbital dan rifampisin

Dosis cetathiacol

cetathiacol (thiamphenicol) diberikan dengan dosis :

  • dewasa  250-500 g dalam 3-4 dosis terbagi
  • anak bayi > 2 minggu 50 mg / kg BB / hari dalam 3 - 4 dosis bagi,
  • bayi < 2 minggu dan prematur 25 mg / kg BB / hari dalam 4 dosis.

 Terkait

  • Merk - merk obat dengan kandungan tiamfenikol (thiamphenicol)
  • merk - merk obat yang termasuk antibiotik golongan chloramphenicol dan derivatnya

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp