Cara Menjaga Sikat Gigi Agar Tidak Terkontaminasi Jutaan Bakteri

Dipublish tanggal: Agu 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Cara Menjaga Sikat Gigi Agar Tidak Terkontaminasi Jutaan Bakteri

Sikat gigi adalah salah satu jenis alat yang biasa digunakan oleh semua orang untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi. Karena fungsinya untuk menjaga kebersihan gigi dan selalu terkena pasta gigi saat digunakan, sebagian dari Anda mungkin akan berpikir bahwa sikat gigi selalu bersih. 

Namun, kenyataan tidak sama dengan apa yang dipikirkan. Sikat gigi yang biasanya diletakkan di kamar mandi ternyata ada fakta yang menjijikkan. Ternyata, sikat gigi adalah benda yang sangat kotor, apalagi jika tidak dijaga dengan baik. 

Apa yang menyebabkan sikat gigi kotor ? Bagaimana pula cara menjaga sikat gigi agar tidak kotor ? Untuk penjelasannya lebih lanjut, simak ulasan di bawah ini.

Sikat gigi Anda kotor, karena ternyata ada jutaan bakteri bahkan virus hidup di dalam sikat gigi Anda

Fakta yang mengejutkan bahwa sikat gigi kotor dan terdapat banyak sekali bakteri serta virus hidup di dalamnya mungkin tidak akan membuat Anda percaya bahkan geleng-geleng. 

Namun, faktanya adalah demikian. Pada sikat gigi yang biasa Anda gunakan sehari-hari untuk membersihkan gigi, nyatanya mengandung banyak bakteri dan virus, yaitu seperti :

Sikat gigi Anda sangat rentan terkontaminasi dari berbagai hal, seperti :

Dari wastafel

Ketika Anda sedang mencuci tangan di wastafel, kemudian air dari tangan Anda terciprat hingga mengenai sikat gigi Anda atau bulu sikat gigi, hal tersebut dapat menyebarkan bakteri atau virus yang ada di tangan yang mulanya ingin dibersihkan. 

Namun justru menempel di sikat gigi yang nantinya akan Anda gunakan untuk membersihkan mulut dan gigi. Alhasil bakteri/virus tadi tidak hilang tetapi kembali lagi ke tubuh Anda.

Dari toilet

Apabila Anda selesai menggunakan toilet dan akan menyiramnya, sebaiknya ditutup (jika toilet duduk) atau menyiramnya dengan hati-hati sehingga air siraman toilet tidak terciprat ke mana-mana (jika toilet jongkok). 

Karena apabila tidak, bakteri dan virus dari toilet tadi akan menyebar ke udara kamar mandi untuk beberapa lama yang dapat juga menghinggapi sikat gigi Anda. Termasuk jika Anda menjatuhkan sikat gigi ke lantai, Anda sama saja menyikat telapak kaki Anda dengan sikat gigi tadi.

Lalu, bagaimana cara menjaga kebersihan sikat gigi yang benar ?

Hindarilah penggunaan kemasan plastik

Jangan simpan sikat gigi Anda di wadah kedap udara karena sikat gigi tidak bisa cepat kering setelah Anda menggunakannya. Hal ini dapat mempercepat proses pertumbuhan bakteri pada sikat gigi. 

Jangan pula letakkan sikat gigi Anda dengan posisi kepala bulu sikat saling bersentuhan dengan bulu sikat lain, ini bisa juga menyebarkan bakteri/virus dari satu sikat gigi ke sikat gigi lainnya. 

Terlebih lagi jika ternyata pengguna sikat gigi lain tadi adalah anggota keluarga atau orang  yang memiliki riwayat penyakit. Hal ini dapat membahayakan Anda jika sampai tertular bakteri/virusnya.

Pakailah pasta gigi yang tepat

Pasta gigi dengan triclosan/copolymer akan lebih baik dibandingkan dengan pasta gigi fluoride biasa untuk membunuh bakteri yang ada di dalam mulut, dengan kata lain hal ini juga bisa membantu menjaga kebersihan sikat gigi Anda.

Tidak boleh berbagi sikat gigi dengan orang lain

Seperti yang sudah disebutkan di atas, hal ini juga dapat menyebabkan penyebaran bakteri/virus, meskipun itu keluarga Anda.

Bersihkanlah sikat gigi Anda dengan benar

Disarankan rendamlah sikat gigi Anda dengan hidrogen peroksida/obat kumur antibakteri apalagi setelah Anda menjatuhkannya ke lantai kamar mandi. Selain itu, Anda juga bisa memasukkan sikat gigi elektrik Anda ke dalam mesin pencuci piring untuk membersihkannya.

Turunkanlah penutup toilet Anda sebelum menyiram/mem-flush

Hal ini untuk mencegah agar bakteri tidak terbang menyebar di udara.

Gantilah sikat gigi Anda dengan rutin

Anda harus rutin mengganti sikat gigi Anda setiap tiga hingga empat bulan sekali/saat bulu-bulunya sudah mulai renggang.


7 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tangade PS, et al. (2013). Is plaque removal efficacy of toothbrush related to bristle flaring? A 3-month prospective parallel experimental study. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3847535/)
Conforti NJ, et al. (2003). An investigation into the effect of three months' clinical wear on toothbrush efficacy: Results from two independent studies. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12723100)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app