Vagina Bau Amis dan Terasa Gatal? Hilangkan Dengan 5 Cara Ini!

Dipublish tanggal: Jul 1, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 4, 2019 Waktu baca: 3 menit
Vagina Bau Amis dan Terasa Gatal? Hilangkan Dengan 5 Cara Ini!

Vagina bau memang merupakan hal alami dan normal terjadi pada setiap wanita. Namun, lain ceritanya jika vagina tercium berbau amis dan mengganggu aktivitas Anda, baik kegiatan sehari-hari maupun aktivitas bercinta. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi vagina bau amis? Berikut trik jitunya.

Apakah vagina bau itu normal?

Vagina bau sebetulnya tidak selalu berarti bahwa Anda kurang menjaga kebersihan organ intim. Perlu diketahui bahwa vagina bau adalah hal yang normal, tapi tergantung dari seberapa parah baunya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Sama seperti mulut, kulit, atau bagian tubuh lainnya, vagina juga memiliki aroma yang khas, yaitu cenderung asam seperti cuka tapi tidak menyengat. Bau vagina bisa berubah pada kondisi-kondisi tertentu, misalnya karena faktor kehamilan, menopause, hingga menstruasi.

Walaupun vagina bau itu hal yang wajar, namun Anda juga perlu waspada ketika vagina berbau menyengat hingga busuk. Jika ini terjadi, kemungkinan ada masalah pada vagina dan harus diatasi lebih lanjut.

Baca Selengkapnya: Psstt! Ini 3 Penyebab Vagina Bau Amis Seperti 'Ikan Asin'

Cara mengatasi vagina bau amis secara alami

Penyebab vagina bau amis umumnya karena adanya pertumbuhan bakteri berlebihan di vagina. Biasanya, vagina dipenuhi oleh 2 jenis bakteri, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat.

Sebetulnya, hal ini tidak masalah selama jumlah bakteri baik dan bakteri jahat sama rata alias seimbang. Keberadaan flora alami tersebut justru dapat membantu melawan infeksi yang masuk ke vagina.

Akan tetapi, lain ceritanya kalau yang terjadi justru lebih banyak bakteri jahat daripada bakteri baik. Pertumbuhan bakteri berbahaya yang berlebihan di vagina dapat menginfeksi sekaligus meninggalkan bau amis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Tenang, berikut ini sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi vagina bau amis, di antaranya:

1. Jaga kebersihan organ intim

Sudah benarkah cara Anda membersihkan organ intim? Hati-hati, salah cara bisa membuat vagina iritasi bahkan memicu bau tak sedap.

Bersihkan vagina bagian luar dengan waslap dan sabun yang lembut. Sebaiknya hindari menggunakan loofah atau spons mandi karena bisa memicu iritasi dan infeksi pada vagina.

Cukup usap bagian luar vagina dengan lembut supaya sel-sel kulit mati, sisa keringat, hingga kotoran rontok tak bersisa. Gunakan sabun tanpa pewangi (non-perfumed) agar tidak mengganggu keseimbangan pH vagina.

Perhatikan juga cara Anda mengusap vagina setelah buang air kecil. Ingat, usap dari depan ke belakang (jangan terbalik!). Hal ini akan mencegah perpindahan bakteri dari anus ke vagina.

2. Ganti celana dalam dan pembalut secara rutin

Kalau selama ini Anda sering menggunakan celana dalam berbahan satin, sutra, atau poliester, sebaiknya ganti dengan bahan katun 100%. Jenis-jenis kain tersebut dapat memerangkap panas sehingga area sekitar vagina lebih gampang lembap dan memicu pertumbuhan bakteri.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Sementara itu, celana dalam bahan katun cenderung lebih mudah menyerap keringat. Vagina pun lebih leluasa 'bernapas' dan tidak mudah lembap.

Jangan lupa cuci dan ganti celana dalam secara rutin, terlebih ketika dirasa sudah berkeringat atau lembap. Begitu juga dengan pembalut, hindari menggunakan pembalut terlalu lama supaya tidak menyebabkan infeksi vagina.

Baca Juga: Mengenal Menstrual Cup, dari Manfaat Hingga Cara Memakainya

3. Perhatikan pH produk kewanitaan

Perubahan bau vagina, apalagi kalau sampai timbul aroma amis, merupakan pertanda bahwa pH vagina tidak normal. Oleh karena itu, perhatikan kandungan pH pada setiap produk kewanitaan Anda.

Sama seperti saat Anda memilih sabun, gunakan produk kewanitaan yang tidak mengandung pewangi. Pastikan juga kadar pH-nya mendekati netral, artinya tidak terlalu asam atau basa. Hindari melakukan douching vagina karena bisa mengganggu keseimbangan pH vagina.

4. Konsumsi probiotik

Probiotik bekerja dengan cara menjaga pertumbuhan bakteri baik di seluruh tubuh, termasuk vagina. Konsumsi probiotik secara rutin dapat membantu menyeimbangkan pH dan mencegah infeksi vagina, terutama yang disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri.

Salah satu makanan sumber probiotik yang bisa Anda coba adalah yogurt. Selain itu, probiotik juga bisa Anda temukan pada kefir, tempe, hingga kimchi.

5. Perbanyak minum air putih

Konsumsi makanan manis alias tinggi gula dapat merangsang pertumbuhan jamur dan bakteri. Hal ini dapat membuat vagina jadi bau bahkan gatal.

Makanan yang aromanya kuat seperti bawang atau kopi disebut-sebut juga bisa memicu vagina bau. Pasalnya, jenis makanan maupun minuman tersebut dapat mengubah bau keringat dan cairan tubuh, sehingga menyebabkan aroma vagina ikut berubah.

Ketimbang minum kopi, sebaiknya perbanyaklah minum air putih setiap hari. Memastikan tubuh terhidrasi dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri berlebih, terutama di vagina. Anda juga akan terhindar dari bau keringat, sehingga bisa lebih bebas beraktivitas.

Kapan harus ke dokter?

Cara-cara yang disebutkan di atas setidaknya dapat membantu mengatasi vagina bau amis secara perlahan. Namun jika aromanya semakin menyengat, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Vagina gatal sebetulnya juga merupakan hal normal, tapi bisa jadi tak wajar jika gatalnya tak kunjung membaik. Pada intinya, apabila Anda merasakan perubahan pada vagina, baik dari segi aroma, muncul gatal, hingga keputihan abnormal, jangan tunda lagi untuk periksakan diri ke dokter terdekat.

Baca Selengkapnya: 10 Cara Alami Menghilangkan Vagina Gatal yang Aman

12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app