Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Kesehatan Fisik

Mengenal Menstrual Cup, dari Manfaat Hingga Cara Memakainya

Update terakhir: NOV 13, 2019 Waktu baca: 7 menit
Telah dibaca 1.337.441 orang

Mengenal Menstrual Cup, dari Manfaat Hingga Cara Memakainya

Pembalut memang masih banyak digunakan oleh wanita pada saat sedang datang bulan. Namun akhir-akhir ini, tidak sedikit wanita yang mulai melirik menstrual cup. Sebab katanya, menstrual cup cenderung lebih ramah lingkungan dan praktis digunakan.

Anda mulai tertarik dengan menstrual cup tapi masih ragu dan bertanya-tanya soal keamanannya? Tenang, semua akan dibahas dalam ulasan berikut ini.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa itu menstrual cup?

Menstrual cup alias cangkir menstruasi merupakan bagian dari pembalut kewanitaan, sama seperti pembalut biasa dan tampon. Menstrual cup adalah alat berbentuk corong yang terbuat dari silikon atau lateks, digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah menstruasi. Setelah masuk ke dalam vagina, cangkir menstruasi akan mengembang ke posisi semula.

Jika biasanya pembalut harus diganti setiap 3-4 jam, cangkir menstruasi dapat menampung darah hingga 12 jam. Namun memang, hal ini tergantung dari volume darah haid masing-masing wanita. Bila siklus haid Anda tergolong berat alias deras, maka Anda perlu mencuci menstrual cup lebih sering.

Kelebihan dan manfaat menstrual cup

Bagi wanita yang masih asing dengan menstrual cup, mungkin menduga bahwa alat ini tidak aman digunakan. Padahal, manfaat menstrual cup sudah sangat banyak dan terbukti jauh lebih baik daripada pembalut biasa.

Berikut berbagai kelebihan dan manfaat menstrual cup bagi wanita, yakni:

1. Lebih ramah lingkungan

Ketika Anda menggunakan menstrual cup, secara tidak langsung Anda telah ikut serta dalam mengurangi sampah lingkungan. Pasalnya, Anda hanya perlu menggunakan 1 menstrual cup setiap kali haid dan tidak perlu repot-repot membuangnya atau beli baru.

Hal ini tentu berbeda dengan saat Anda menggunakan pembalut. Idealnya, Anda dianjurkan untuk mengganti pembalut 3-4 kali setiap hari atau ketika pembalut sudah terasa penuh. Setiap pembalut yang Anda buang tentu sudah menyumbang 1 sampah bagi lingkungan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Oleh karena itu, tak heran jika menstrual cup dikatakan ramah lingkungan dan lebih baik dari pembalut. Anda juga bisa menghemat karena tidak perlu gonta-ganti menstrual cup tiap kali menstruasi. Satu cangkir menstruasi dapat digunakan hingga 10 tahun, lho!

2. Mencegah bau tak sedap

Salah satu manfaat menstrual cup adalah dapat membantu mencegah bau tak sedap saat sedang menstruasi. Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana bisa?

Ketika mengganti pembalut, Anda mungkin sering mencium bau tak sedap. Selain memang secara alami berasal dari darah kotor, pemicu bau tak sedap juga berasal dari paparan keringat, udara lembap, dan bakteri di sekitar organ intim. Ketika bau darah kotor bercampur dengan komponen, maka akan semakin menimbulkan bau tak sedap.

Sedangkan pada saat Anda menggunakan cangkir menstruasi, darah tidak akan bercampur dengan semua penyebab bau tak sedap tersebut. Jadi, Anda tak perlu khawatir akan mencium bau tak sedap saat menggunakan pembalut kewanitaan yang satu ini.

3. Mencegah iritasi di area kewanitaan

Bagi sebagian wanita, penggunaan pembalut bisa memicu iritasi di area selangkangan dan sekitar organ intim. Hal ini dikarenakan adanya gesekan antara pembalut dengan area kewanitaan saat Anda beraktivitas, sehingga memicu iritasi dan membuat selangkangan menghitam.

Ketika beralih ke menstrual cup, risiko iritasi di area selangkangan dan sekitar organ intim tentu tidak akan ada lagi. Cangkir menstruasi berada di dalam vagina, sehingga tidak akan bergesekan dengan selangkangan pada saat Anda beraktivitas. Alhasil, kulit di sekitar vagina akan tetap sehat dan terhindar dari luka atau iritasi.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Adakah bahaya menstrual cup bagi kesehatan?

Meskipun banyak yang mendukung penggunaan menstrual cup, sebagian wanita lainnya justru berada di pihak kontra. Beberapa masih khawatir dengan bahaya menstrual cup bagi kesehatan, khususnya pada organ kewanitaan.

Baca Selengkapnya: Daerah Kewanitaan Gatal dan Perih? Inilah Penyebab dan Solusinya

Sejumlah kekurangan atau bahaya menstrual cup adalah:

1. Memicu iritasi

Munculnya iritasi di bagian kewanitaan masih menjadi pro dan kontra di kalangan wanita. Sebuah penelitian pada tahun 2011 menemukan bahwa wanita yang menggunakan cangkir menstruasi menyebabkan iritasi, daripada saat memakai tampon.

Hal ini sebenarnya tergantung dari cara memakai menstrual cup pada masing-masing wanita. Untuk mencegah iritasi vagina, selalu cuci tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan cangkir menstruasi. 

Meskipun cangkir menstruasi bisa digunakan selama 12 jam, namun sebaiknya lepas setiap 3-4 jam. Cuci hingga benar-benar bersih guna mencegah risiko infeksi pada vagina.

2. Terkadang susah dikeluarkan

Setelah berhasil dimasukkan ke vagina, beberapa wanita merasa kesulitan untuk mengeluarkan cangkir menstruasi. Dalam posisi duduk, jongkok, atau mengangkat satu kaki ke atas, Anda perlu menggunakan otot dasar panggul untuk mendorong menstrual cup ke bawah. Barulah Anda dapat menjepit bagian bawah cangkir menstruasi dan mengeluarkannya.

3. Mengganggu letak IUD

Beberapa ahli tidak merekomendasikan menstrual cup bila Anda sedang menggunakan IUD. Cangkir menstruasi dikhawatirkan dapat menarik tali IUD atau bahkan melepaskannya.

Meski demikian, studi yang dilakukan pada tahun 2012 tidak menemukan kasus ini. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter bila Anda ingin menggunakan menstrual cup di saat sedang memakai IUD.

Benarkah menstrual cup dapat merusak keperawanan?

Anda mungkin masih ragu saat ingin memakai menstrual cup, apalagi kalau Anda masih perawan alias belum menikah. Hal ini ditakutkan dapat membuat selaput dara robek dan merusak keperawanan.

Sebenarnya, jenis pembalut kewanitaan ini dapat digunakan oleh siapa saja, baik yang sudah menikah maupun belum. Anda juga tak perlu khawatir bahwa alat ini akan merobek selaput dara.

Selaput dara merupakan jaringan tipis pada vagina dan perlu diketahui juga bahwa setiap wanita memiliki bentuk selaput dara yang berbeda-beda. Ada yang memiliki selaput dara tebal bahkan sampai tidak akan robek saat berhubungan seksual, tapi ada juga selaput dara tipis dan berlubang seperti jaring.

Baca Selengkapnya: Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Selaput Dara

Penting dicatat bahwa selaput dara tidak melulu robek hanya karena berhubungan seksual. Berbagai aktivitas fisik seperti naik sepeda atau kecelakaan seperti terjatuh juga bisa menyebabkan selaput dara robek.

Selaput dara memiliki lubang yang memungkinkan darah haid keluar dari rahim. Secara teori, menstrual cup dapat masuk melewati selaput dara tanpa merobeknya. Liang vagina juga terdiri dari otot yang lentur dan elastis, sehingga dapat menyesuaikan diri pada saat menggunakan cangkir menstruasi.

Anda mungkin masih bertanya-tanya, apakah mungkin menstrual cup hilang alias 'tertelan' di dalam vagina? Jawabannya adalah tidak.

Vagina berbentuk seperti kantong, dikelilingi oleh dinding-dinding otot, dan hanya ada 1 jalan untuk keluar-masuk vagina. Ketika Anda menggunakan menstrual cup, alat ini hanya akan tersangkut  sementara di dalam vagina. Jadi, tidak akan mungkin naik atau masuk lebih jauh ke dalam tubuh.

Namun memang, hal ini belum cukup lazim dan masih tabu di kalangan wanita Indonesia. Sebaiknya cari tahu dulu seperti apa kondisi selaput dara Anda dengan memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Pastikan juga Anda melakukannya dalam keadaan rileks dan menggunakan ukuran cangkir menstruasi yang sesuai. Bila perlu, gunakan pelumas (lubrikan) supaya Anda lebih muadh menggunakannya. Dengan cara yang tepat, menstrual cup tidak akan merusak selaput dara Anda.

Menstrual cup biasanya terdiri dari 2 ukuran, yaitu ukuran besar untuk yang sudah melahirkan dan ukuran kecil untuk yang belum pernah melahirkan. Nah, Anda bisa memilih ukuran yang kecil sesuai kebutuhan.

Tren menstrual cup memang menarik untuk dicoba. Akan tetapi, bila Anda masih takut alat ini akan merusak selaput dara, gunakan pembalut kewanitaan lain yang lebih aman dengan pembalut biasa atau tampon.

Cara memilih ukuran menstrual cup

Menstrual cup alias cangkir menstruasi yang tersedia di pasaran dijual dengan ukuran yang bervariasi. Nah, bagaimana cara mengetahui ukuran menstrual cup yang tepat untuk Anda?

Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih ukuran menstrual cup, di antaranya:

  • Panjang serviks
  • Volume darah saat haid
  • Kapasitas cup
  • Sudah pernah melahirkan atau belum
  • Elastisitas bahan cup

Diskusikan mengenai hal tersebut terhadap dokter kepercayaan Anda. Dokter akan membantu menentukan atau memilih ukuran menstrual cup yang aman dan sesuai dengan kondisi Anda. 

Cara memakai menstrual cup

Pertama-tama, Anda harus menyiapkan cangkir menstruasi alias menstrual cup terlebih dahulu. Pilih bahan yang lembut dan elastis agar lebih mudah digunakan. 

Cara memakai menstrual cup adalah sebagai berikut:

  1. Selalu cuci tangan terlebih dahulu setiap kali ingin memakai menstrual cup.
  2. Posisikan diri Anda senyaman mungkin. Bisa dengan duduk, jongkok, atau salah satu kaki diangkat ke atas.
  3. Pegang ujung menstrual cup, lalu lipat seperti bentuk huruf U.
  4. Masukan cangkir menstruasi ke dalam vagina secara perlahan.
  5. Ketika terpasang dengan benar, Anda biasanya tidak merasakan apa-apa dan bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Namun bila masih terasa mengganjal, mungkin letak menstrual cup masih kurang tepat atau kurang dalam. Segera perbaiki letaknya sampai Anda merasa nyaman.
  6. Setelah dirasa sudah cukup banyak darah haid yang tertampung, cubit bagian dasar menstrual cup dan keluarkan pelan-pelan. Ingat, cuci tangan terlebih dahulu sebelum mengeluarkan menstrual cup untuk mencegah infeksi.
  7. Buang darah dan bilas dengan air dan sabun sampai benar-benar bersih. Setelah itu, menstrual cup bisa langsung digunakan kembali.
  8. Setelah haid Anda selesai, rebus cangkir menstruasi dengan air panas supaya steril sebelum digunakan di siklus haid selanjutnya.

Wajar saja bila Anda masih merasa gugup atau sering 'bocor' saat menggunakannya pertama kali. Sebab, Anda mungkin masih belum bisa mengira-ngira kapan menstrual cup terasa penuh atau tidak. Seiring berjalannya waktu, Anda akan terbiasa dan bahkan sampai tidak sadar bahwa Anda sedang haid

Berapa harga menstrual cup?

Pembalut memang lebih mudah ditemukan di toko swalayan, supermarket, bahkan hingga warung-warung kecil sekalipun. Harganya pun cenderung lebih murah, tergantung dari merek, ukuran, dan dilengkapi dengan sayap atau tidak.

Dibandingkan dengan pembalut, harga menstrual cup memang lebih mahal. Distributor resmi di Indonesia pun masih belum banyak, sehingga banyak wanita yang mengandalkan jasa titip dari negara lain. Sebab kembali lagi, penggunaan cangkir menstruasi kadang masih menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat Indonesia sehingga belum banyak dipasarkan.

Namun tidak perlu khawatir. Sekarang ini sudah banyak pusat perbelanjaan daring (online) yang menjual menstrual cup. Harga menstrual cup berkisar antara 355.000-500.000, tergantung dari ukuran dan mereknya masing-masing.

Mahal? Memang. Akan tetapi, harga menstrual cup tersebut tentu tidak sebanding dengan biaya saat Anda harus membeli pembalut setiap bulan dalam waktu 10 tahun.

Bagaimana, mulai tertarik dengan menstrual cup? Selamat mencoba!

Baca Juga: Mengenal Tampon dan Cara Menggunakannya

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit