Benarkah Ayam Probiotik Lebih Sehat Daripada Ayam Biasa?

Dipublish tanggal: Jul 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
Benarkah Ayam Probiotik Lebih Sehat Daripada Ayam Biasa?

Apakah Anda pernah mendengar atau bahkan melihat ayam probiotik yang dijual di pasar swalayan? Selain ayam organik, ternyata ayam probiotik juga telah dijual di pasaran dan bisa dikonsumsi. Lalu, sebenarnya apakah ayam probiotik itu? Yuk disimak info lengkapnya. 

Apa itu ayam probiotik?

Ayam probiotik adalah ayam yang diternak secara alami. Dalam masa peternakannya, ayam ini tidak sama sekali terpapar bahan kimia apapun. Sejak ayam menetas dari telur, ayam probiotik diternak, dibesarkan, serta dirawat menggunakan bahan-bahan organik pilihan. Ayam probiotik juga bebas dari pestisida, baik daging maupun bulunya. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Ayam jenis ini tidak mengandung bakteri Salmonella typhosa dan hanya mengandung sedikit bakteri Eschericia coli di pencernaan ayam. Ayam probiotik juga tidak tercemar logam berat yang berbahaya bagi manusia bila terserap di tubuh. Pakan yang diberikan pun ditambah dengan bakteri Lactobacillus sp. yang berperan sebagai probiotik dalam usus manusia. 

Probiotik sendiri merupakan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tubuh inangnya dan bisa lolos hingga ke sistem pencernaan. Selain ditambah dengan bakteri, pakan ayam probiotik juga ditambah dengan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, brotowali, dan temulawak.

Manakah yang lebih sehat? Ayam probiotik atau ayam biasa? 

Akibat pakan ayam yang ditambah dengan bakteri baik (probiotik) dan rempah-rempah, maka pencernaan ayam menjadi lebih baik. Lemak, lender, dan minyak alami pada ayam cenderung lebih rendah dibandingkan dengan ayam biasa. 

Kandungan lemak ayam probiotik ini hanya sekitar 9,15%, yang lebih rendah dibandingkan kadar lemak ayam biasa yang bisa mencapai 21-25% lebih banyak dibandingkan ayam probiotik. 

Apabila kadar lemak pada ayam probiotik sedikit, maka otomatis kolesterol yang terkandung pada ayam probiotik ini juga akan cenderung lebih rendah dibandingkan ayam biasa. 

Ayam biasa mengandung kolesterol antara 100-120 mg per 100 gram, sedangkan kandungan kolesterol pada ayam probiotik hanya setengahnya, yaitu sekitar 59,7 mg per 100 gram. Menurut beberapa survei yang dilakukan oleh Perdue Farms, salah satu peternakan besar di Amerika Serikat, rasa ayam probiotik lebih enak daripada ayam biasa. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Lambung & Saluran Pencernaan via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 4

Selain rasanya yang lebih enak dari ayam biasa, penampilan fisik dari ayam probiotik juga lebih baik dibandingkan dengan ayam biasa. Dagingnya pink dan berserat halus, serta tidak mudah hancur. Ukuran dagingnya juga tidak menyusut setelah digoreng. 

Setelah dibakar, dagingnya mengilat dan terlihat segar. Ayam probiotik juga lebih tahan terhadap stress. Namun, tentu saja harganya sedikit lebih mahal daripada ayam biasa. 

Manfaat makan makanan berprobiotik

Probiotik sangat penting bagi kesehatan tubuh. Apabila tidak terdapat probiotik dalam tubuh, maka akan menyebabkan berbagai masalah seperti gangguan pencernaan, flu, pilek, penyakit candidiasis, dan masalah kulit. 

Dan sebaliknya, bila tubuh Anda cukup probiotik maka terdapat berbagai manfaat seperti meningkatnya fungsi pencernaan, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat, mencegah radang usus, mengurangi gejala flu dan pilek, meningkatkan energy dari produksi vitamin B12, membantu mengurangi berat badan, serta mencegah penyakit eksim, psoriasis, dan candidiasis.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Dhama, Kuldeep & Verma, V. & Sawant, P.M. & Tiwari, Ruchi & Vaid, Rajesh & Chauhan, R.S.. (2011). Applications of Probiotics in Poultry: Enhancing Immunity and Beneficial Effects on Production Performances and Health - A Review. Journal of IImmunology and Immunopathology. 13. 1-19.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/229596530_Applications_of_Probiotics_in_Poultry_Enhancing_Immunity_and_Beneficial_Effects_on_Production_Performances_and_Health_-_A_Review)
Harimurti, Sri & Hadisaputro, Widodo. (2015). Probiotics in Poultry. 10.1007/978-3-319-23183-9_1.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/300129847_Probiotics_in_Poultry)
The Role of Probiotics in the Poultry Industry. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2812824/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app