Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Barrett's Esophagus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: NOV 18, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 849.528 orang

Penyakit Barrett's esophagus adalah suatu kondisi di mana sel-sel pada permukaan kerongkongan Anda mulai terlihat seperti sel-sel yang membentuk usus Anda. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel pada permukaan kerongkongan rusak oleh paparan asam dari lambung.

Kondisi ini biasanya berkembang setelah bertahun-tahun mengalami penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Dalam beberapa kasus, Barrett's esophagus dapat berkembang menjadi kanker kerongkongan.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Apa yang menyebabkan Penyakit Barrett's Esophagus?

Penyebab pasti Penyakit Barrett's esophagus belum diketahui. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh seseorang yang menderita GERD kronis.

GERD terjadi ketika otot-otot di bagian bawah kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Otot-otot yang melemah tidak dapat mencegah makanan dan asam untuk kembali ke kerongkongan.Diyakini bahwa sel-sel di kerongkongan bisa menjadi abnormal akibat paparan jangka panjang terhadap asam lambung. 

Penyakit Barrett's esophagus dapat berkembang tanpa GERD, tetapi pasien-pasien dengan GERD memiliki kemungkinan 3 sampai 5 kali lebih besar mengalami Penyakit Barrett's esophagus. Pria memiliki kemungkinan hampir dua kali lebih besar mengalami GERD daripada wanita dan biasanya kondisi ini ditemukan di atas usia 55 tahun.

Seiring berjalannya waktu, sel-sel lapisan esofagus dapat berkembang menjadi sel prakanker. Sel-sel ini kemudian dapat berubah menjadi sel kanker. Namun, jika Anda menderita Penyakit Barrett's esophagus bukan berarti Anda pasti terkena kanker. Diperkirakan hanya sekitar 0,5 persen penderita Penyakit Barrett's esophagus yang mengalami kanker.

Faktor-faktor risiko lain yang dapat memicu terjadinya Penyakit Barrett's esophagus meliputi:

  • laki-laki
  • ras Kaukasia
  • berusia di atas 50 tahun
  • menderita gastritis H pylori
  • merokok
  • obesitas

Faktor-faktor yang memperburuk GERD dapat memperburuk Penyakit Barrett's esophagus, contohnya:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat
  • merokok
  • mengkonsumsi alkohol
  • sering menggunakan NSAID atau Aspirin
  • makan dalam porsi besar
  • diet tinggi lemak jenuh
  • makan makanan pedas
  • tidur atau berbaring kurang dari empat jam setelah makan

Gejala penyakit Barrett's esophagus

Penyakit Barrett's esophagus tidak memiliki gejala apa pun. Namun, karena sebagian besar orang dengan kondisi ini juga menderita GERD, mereka biasanya akan sering mengalami rasa terbakar di dada (heartburn). Gejala lain yang mungkin dapat ditemukan diantaranya:

  • nyeri dada
  • muntah darah, atau muntah yang menyerupai bubuk kopi
  • mengalami kesulitan menelan
  • tinja hitam, kering, atau berdarah

Bagaimana cara mencegah terjadinya Penyakit Barrett's esophagus?

Penyakit Barrett's esophagus dapat disebabkan oleh GERD, untuk mencegah terjadinya GERD, Anda dapat menerapkan perubahan gaya hidup sederhana yang dapat membantu menghentikan atau mengurangi gejala heartburn seperti:

  • makan dengan porsi yang lebih kecil, dengan frekuensi yang lebih sering
  • naikkan salah satu ujung tempat tidur Anda 10 hingga 20 cm dengan meletakkan sesuatu di bawah tempat tidur atau kasur Anda - posisikan agar dada dan kepala Anda berada di posisi yang lebih tinggi dari pinggang Anda, sehingga asam lambung tidak naik ke tenggorokan Anda
  • cobalah untuk menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
  • cobalah mencari cara untuk tidak stres
  • jangan makan dalam 3 atau 4 jam sebelum tidur
  • jangan mengenakan pakaian yang terlalu ketat di pinggang Anda
  • jangan merokok
  • jangan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol

Bagaimana penanganan penyakit Barrett's esophagus?

Mendiagnosa dan mengklasifikasikan Penyakit Barrett's esophagus

Jika dokter Anda mencurigai bahwa Anda menderita Barrett's esophagus. Dokter akan melakukan pemeriksaan Endoskopi yang memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam kerongkongan.

Dokter Anda akan memeriksa untuk memastikan bahwa kerongkongan Anda terlihat merah muda dan mengkilap. Orang-orang yang menderita Penyakit Barrett's esophagus seringkali memiliki kerongkongan yang tampak merah dan mulus.

Dokter Anda mungkin juga akan mengambil sampel jaringan untuk memastikan tidak ada perubahan yang mengarah ke perubahan sel kanker. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel jaringan dari kerongkongan Anda, maka temuan dari sampel sel kerongkongan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • tidak ada dysplasia: tidak ada kelainan sel yang terlihat.
  • displasia tingkat rendah: terdapat sejumlah kecil kelainan sel.
  • displasia tingkat tinggi: terdapat sejumlah besar kelainan sel dan sel yang dapat menjadi kanker.

Perawatan penyakit Barrett's esophagus

Perawatan untuk menangani Penyakit Barrett's esophagus tergantung pada tingkat displasia yang ditentukan oleh dokter Anda. Opsi dapat meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

1. Tidak ada atau displasia tingkat rendah

Jika Anda tidak memiliki atau hanya ditemukan displasia tingkat rendah, dokter Anda kemungkinan akan merekomendasikan perawatan yang akan membantu Anda mengelola gejala-gejala GERD Anda.

Obat-obatan untuk mengobati GERD termasuk antagonis reseptor H2 dan inhibitor pompa proton. Selain pengobatan, GERD juga mungkin ditangani dengan prosedur bedah

2. Displasia tingkat tinggi

Dokter Anda dapat merekomendasikan prosedur yang lebih invasif jika Anda memiliki displasia tingkat tinggi. Misalnya, mengangkat sebagian area kerongkongan yang rusak melalui endoskopi. Dalam beberapa kasus, seluruh bagian kerongkongan mungkin perlu diangkat. Perawatan lain yang dapat dilakukan meliputi:

  • Ablasi frekuensi radio: Prosedur ini menggunakan endoskop dengan lampiran khusus yang memancarkan panas. 
  • Cryotherapy: Dalam prosedur ini, endoskop mengeluarkan gas atau cairan dingin yang membekukan sel abnormal. Sel-sel dibiarkan mencair, lalu membeku lagi. Proses ini diulang sampai sel mati.
  • Terapi fotodinamik: Dokter Anda akan menyuntikkan bahan kimia peka cahaya yang disebut porfimer (Photofrin). Endoskopi akan dijadwalkan 24 hingga 72 jam setelah injeksi. Selama endoskopi, laser akan mengaktifkan bahan kimia dan membunuh sel-sel abnormal.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Pencarian yang sering mengarah ke halaman ini