Bahayanya Infeksi Hati Abses Herpar Bila Tak Segera Ditangani

Dipublish tanggal: Sep 5, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit

Apa itu abses herpar? Abses memiliki pengertian kumpulan nanah pada luka akibat infeksi bakteri. Sebenarnya bagian tubuh mana saja bisa terkena abses. 

Namun yang akan kita bahas kali ini adalah abses herpar, yakni abses pada organ hati. 

Seperti kita ketahui bersama, hati merupakan organ yang menghasilkan empedu dan enzim pencernaan. Di samping itu, hati jugalah yang bertugas mengeliminasi racun (termasuk alkohol) dari dalam tubuh.

Karenanya jika sampai organ tersebut bermasalah, setiap proses yang disebutkan barusan pasti terganggu.

Faktor risiko Abses Herpar

Sebenarnya setiap orang dapat terkena abses hati. Tapi, beberapa orang dengan kriteria berikut dinilai lebih berisiko:

  • Usianya di atas 70 tahun
  • Tinggal atau pernah mengunjungi area endemik
  • Sering minum alkohol
  • Kurang gizi
  • Menggunakan kortikosteroid 
  • Menjalani kemoterapi
  • Menderita kanker atau penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Mengidap diabetes - hasil penelitian mengemukakan penderitanya berisiko 3,6 kali lebih besar mengalami abses hepar

Cara mendiagnosis Abses Herpar

Cara mendiagnosa abses herpar adalah melalui berbagai macam pemeriksaan berikut:

  • Fisik
  • Darah lengkap
  • Rontgen
  • USG
  • CT scan
  • MRI

Jenis Abses Herpar

Menurut penyebabnya, abses herpar terbagi menjadi beberapa jenis. Penjelasan lebih lanjut dapat disimak di bawah ini:

1.Abses Herpar Piogenik

Bila penyebab abses hatinya adalah infeksi bakteri atau jamur, maka penyakitnya disebut abses herpar piogenik. Akan tetapi, ada pula penyebab abses herpar piogenik lainnya, contohnya seperti:

  • Gangguan empedu yang tak hanya berimbas pada hati, tapi juga pankreas dan kantong empedu
  • Penyakit hati, misalnya sirosis
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Bakteri dari usus buntu yang pecah dan bernanah
  • Infeksi darah (septikemia)
  • Radang usus besar
  • Efek cedera atau kecelakaan yang mengenai organ hati, seperti terbentur atau tertusuk

Sementara itu, risiko abses herpar piogenik dapat juga diamati dari beberapa gejala seperti:

  • Radang serta bengkak di sekitar organ hati
  • Perut bengkak dan terasa sakit (umumnya di sisi kanan atas)
  • Radang kantong empedu - ciri-cirinya: demam, muntah, menggigil, urin tampak gelap, diare, tinja berwarna putih atau abu-abu, berat badan turun drastis

Tentunya kalau mengalami gejala di atas, Anda harus segera pergi ke rumah sakit, mengingat penyakit ini dapat berakibat fatal bila terlambat ditangani. 

Untungnya, beberapa penderita abses herpar piogenik bisa sembuh dengan antibiotik. Tentunya pasien harus menjalani pemeriksaan darah lengkap lebih dulu supaya dokter tahu jenis kuman penyebab absesnya. 

Pemicunya juga dapat diketahui dari kultur darah atau cairan nanah yang diambil dari abses. 

Di samping antibiotik tadi, sebagian besar kasus abses herpar piogenik membutuhkan tindakan lebih lanjut, misalnya seperti:

  • Pengeringan nanah dengan memasukkan jarum ke abses
  • Biopsi untuk tahu seberapa sehat organ hatinya
  • Operasi kalau ukuran abses cukup besar atau jika jumlahnya lebih dari 1

Ketika diobati, pasien umumnya harus dirawat intensif di rumah sakit. Selain dengan memberikan suntikan antibiotik, pasien biasanya juga diberi cairan infus supaya tidak dehidrasi.

2.Abses Herpar Amuba

Nah kalau abses hati jenis ini umumnya disebabkan oleh E. histolytica. Parasit ini mudah sekali berkembang di daerah tropis maupun subtropis yang berpenduduk padat dan bersanitasi buruk. 

Buruknya sanitasi menyebabkan amuba dari tinja bisa berpindah dan masuk mulut serta mukosa usus, kemudian mencapai hati melalui sistem vena porta

Ketika masuk ke dalam tubuh, infeksi parasit tersebut tak hanya menyebabkan abses herpar amuba saja, namun bisa juga penyakit lain seperti disentri hingga kolitis amuba.

Sayangnya, penyakit ini biasanya lambat terdeteksi, bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah penderitanya singgah ke daerah endemik. 

Di samping itu, penderitanya juga berpotensi mengalami beberapa abses sekaligus di organ hati.

Gejala abses herpar amuba antara lain:

  • Muncul keringat ketika malam hari
  • Mual disertai muntah
  • Demam yang naik turun
  • Berat badan turun serta anoreksia
  • Nyeri yang menyebar dari perut kanan atas hingga bahu kanan
  • Sesak napas dan batuk karena diafragma mengalami iritasi
  • Sakit kuning
  • Nyeri ketika ulu hati atau perut kanan atas ditekan saat pemeriksaan fisik
  • Pembesaran hepar

Untungnya, 95% penderita abses jenis ini bisa sembuh melalui obat antimikroba metronidazole.

3.Kista Hydatid (Cystic Echinococcosis)

Gangguan hati lainnya adalah kista hydatid yang disebabkan oleh cacing pipih dari genus Echinococcosis. Infeksi parasit ini biasanya dibagi menjadi 2, yakni cystic echinococcosis (kista hydatid) serta alveolar echinococcosis

Walau inang utamanya sebenarnya adalah anjing, tapi infeksi tersebut juga bisa menyerang manusia kalau makanan terkontaminasi telur parasitnya. 

Risiko terjangkit infeksi meningkat jika seseorang sering berdekatan dengan anjing, domba, sapi, babi, serta unta yang berkeliaran di area kumuh.

Kista akibat penyakit tersebut dapat menyerang organ penting tubuh seperti otak, paru-paru, dan juga hati. Pada stadium awal, infeksi hanya menetap dalam tubuh dan tidak menimbulkan gejala hingga 1 dekade kemudian.

Sayangnya ketika gejalanya mulai muncul, ukuran kista biasanya sudah besar. Bila yang diserang adalah organ hati, maka gejalanya biasanya berupa:

  • Nyeri perut bagian kanan atas 
  • Mual
  • Muntah
  • Perut bengkak karena besarnya ukuran kista
  • Gatal-gatal
  • Kulit dan mata tampak kuning (jika kistanya menyumbat saluran empedu)

Sedangkan pada paru-paru, gejalanya antara lain batuk kronis atau disertai darah, sesak hingga nyeri ketika bernapas. 

Cara mendiagnosa kista hydatid biasanya dengan:

Sedangkan untuk mengobati kistanya, seringkali dilakukan dengan cara:

  • Operasi untuk mengangkat kista sekaligus cacing penyebab infeksinya
  • Antibiotik atau antiparasit, misalnya bendimidazole agar infeksi tidak kambuh lagi

Cara mencegah Abses Herpar

Beberapa cara mencegah abses herpar yang dapat dilakukan adalah:

  • Kurangi atau hentikan konsumsi alkohol karena racun ini juga bisa meningkatkan risikonya
  • Jaga kebersihan lingkungan
  • Jangan malas cuci tangan
  • Konsumsi makanan sehat dan fresh, misalnya seperti daging tanpa lemak, sayur, buah, whole grain, kacang-kacangan, hingga susu yang rendah kadar lemaknya

Komplikasi Abses Herpar

Menangani abses herpar sedini mungkin sangat penting supaya infeksi tersebut tidak menimbulkan komplikasi seperti:

  • Infeksi sekunder
  • Sepsis
  • Pecahnya kantong nanah sehingga kuman menyebar ke tubuh lain, termasuk rongga pleura, peritoneum, hingga pericardium (lapisan pelindung jantung)

Bahayanya, berbagai komplikasi abses herpar bisa berakibat fatal seperti kematian bila tak segera ditangani. 


13 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Yu CW, et al. (2011). Pyogenic liver disease. DOI: (http://doi.org/10.1056/NEJMicm1003533)
Thomsen RW, et al. (2007). Diabetes mellitus and pyogenic liver abscess: risk and prognosis. DOI: (https://doi.org/10.1086/513201)
Rahimian J, et al. (2004). Pyogenic liver abscess: Recent trends in etiology and mortality. (http://cid.oxfordjournals.org/content/39/11/1654.full.pdf+html)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel selanjutnya
Abses Dapat Muncul Dimana Saja, Waspada Penyebab Abses
Abses Dapat Muncul Dimana Saja, Waspada Penyebab Abses

Abses yang merupakan kumpulan nanah tidak hanya dapat terjadi di kulit saja. Nanah sangat mungkin untuk terjadi di area manapun di tubuh. Berikut adalah beberapa tempat pembentukan abses, yaitu:

Buka di app