Kesehatan Fisik

Bahaya Celana Ketat Wanita Bagi Kesehatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mei 21, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 2 menit
Bahaya Celana Ketat Wanita Bagi Kesehatan

Banyak wanita menggemari celana ketat sebagai pilihan utamanya dalam berbusana, karena dianggap simpel nan modis. Namun dibalik kesannya tersebut, ternyata kebiasaan memakai celana ketat sehari-hari dapat mengundang bahaya kesehatan. Apa saja bahaya celana ketat wanita bagi kesehatan? Berikut uraiannya.

Ada sejumlah bahaya celana ketat yang mengintai kesehatan penggunanya. Mulai dari iritasi kulit, peradangan pada folikel rambut atau folikulitis, infeksi jamur dan bakteri pada Miss V hingga dapat memicu terjadinya kondisi serius yang disebut dengan sindrom kompartmen. Simak penjelasan lengkapnya.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Berikut bahaya celana ketat yang tak bisa dianggap remeh:

1. Iritasi Kulit

Bahaya celana ketat yang paling kentara adalah timbulnya iritasi kulit yang ditandai dengan rasa gatal dan ruam kemerahan. Gesekan berulang-ulang kali celana ketat terutama yang berbahan jeans dengan area kulit menjadi pemicu utamanya.

2. Folikulitis

Folikulitis merupakan peradangan yang terjadi pada folikel rambut. Infeksi bakteri dan jamur kerap menjadi penyebab utamanya.

Pemakaian celana ketat yang dapat merusak folikel rambut dan menyebabkan keringat berlebih menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi masuknya bakteri atau jamur ke dalam folikel rambut untuk kemudian menginfeksi.

3. Infeksi Jamur

Pemakaian celana ketat dalam waktu lama membuat kulit mengeluarkan keringat berlebih. Dampaknya dapat mengundang timbulnya infeksi jamur seperti ringwormkandidiasis dan tinea cruris atau yang biasa disebut dengan jock itch. 

Gejala infeksi jamur umumnya ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit yang berbentuk lingkaran dan terasa gatal. Meskipun bukan tergolong penyakit serius, namun infeksi jamur akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari akibat ketidaknyamanan dari rasa gatal yang ditimbulkan.

4. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis atau bacterial vaginosis (BV) merupakan salah satu masalah kewanitaan yang timbul akibat terganggunya keseimbangan bakteri di dalam Miss V. Gejalanya berupa keputihan dengan tekstur encer, berbau amis dan dapat disertai dengan rasa gatal dan perih pada Miss V.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Ada beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya kondisi ini. Diantaranya seperti pemakaian celana ketat berlebih, penggunaan produk pembersih kewanitaan berbahan antiseptik atau sabun kecantikan, merokok dan sering bergonta-ganti pasangan seksual.

5. Eksim Kering

Eksim kering atau neurodermatitis adalah penyakit kulit kronis yang ditandai dengan adanya penebalan kulit akibat manifestasi dari garukan atau gosokan berulang-ulang kali pada bercak kulit yang terasa gatal.

Meski penyebab pastinya belum diketahui, namun timbulnya penyakit kulit ini dapat dipicu oleh kebiasaan memakai pakaian atau celana ketat yang acap kali menyebabkan iritasi dan gatal pada kulit. Selain itu, stres atau gangguan kecemasan juga dapat memicu terjadinya eksim kering.

Selengkapnya baca: Eksim Kering : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

6. Sindrom Kompartmen

Dalam kondisi serius, keseringan memakai celana ketat terlebih yang berbahan kasar juga tebal dapat memicu terjadinya sindrom kompartmen yang kerap menyerang daerah tungkai bawah. Kondisi ini dapat membuat penderitanya mengalami keluhan nyeri ekstremitas hingga kesulitan bergerak.

Baca juga: Penyebab Betis Sakit dan Cara Mengatasinya

Mengingat dampak negatifnya bagi kesehatan cukup besar, ada baiknya pemakaian celana ketat dihindari. Jika sulit, maka kurangi intensitas pemakaiannya, jangan terlalu sering. Usahakan pula untuk memilih celana ketat berbahan katun agar dapat menyerap keringat.

Di samping itu, ketika sedang memakai celana ketat disarankan untuk tidak menyandingkannya dengan sepatu berhak tinggi. Pasalnya, akan semakin meningkatkan risiko terjadinya cedera pada otot juga saraf di belakang tulang panggul, bokong, paha, betis hingga telapak kaki.

2 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Could Your Skinny Jeans Cause Chronic Vulva Pain?. Health Essentials from Cleveland Clinic. (https://health.clevelandclinic.org/could-your-skinny-jeans-cause-chronic-vulva-pain/)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app