Apakah Kolesterol Tinggi Bisa Meningkatkan Resiko Stroke?

Dipublish tanggal: Mei 30, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Tinjau pada Agu 23, 2019 Waktu baca: 2 menit
Apakah Kolesterol Tinggi Bisa Meningkatkan Resiko Stroke?

Stroke bisa dipicu oleh banyak faktor dan pemicunya bisa dideteksid engan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, beberapa faktor pemicu bisa diatasi melalui pengobatan serta menyesuaikan gaya hidup. 

Selama ini kita mengenal bila salah satu penyebab stroke adalah kadar kolesterol dan lemak yang tinggi. Apakah benar demikian?

Apa yang dimaksud dengan kolesterol tinggi?

Untuk mengetahui kadar lemak dan kolesterol tinggi bisa melalui tes darah yang sederhana. Ada beberapa komponen lemak yang biasanya diukur seperti lipoprotein densitas rendah atau (LDL), trigliserida, dan lipoprotein densitas tinggi (HDL). 

Tiga hal ini adalah konsentrasi dan kuantitas kadar lemak yang ada dalam darah. Kadar lemak dalam darah yang normal adalah 150 mg/dl untuk trigliserida, 50 mg/dl untuk HDL, LDL tidak lebih dari 100ml/dl, serta 200 mg/dl untuk kolesterol total.

Penyebab kolesterol tinggi

Trigliserida, lipoprotein, kolesterol, dan lemak memang diperlukan untuk menjaga struktur sel dalam tubuh. Namun dalam jumlah berlebih, lemak dan kolesterol ini bisa beredar dalam pembuluh darah dan meningkatkan resiko penyumbatan pembuluh darah

Bila sumbatan darah terjadi dalam otak bisa menyebabkan stroke.

Selain itu, kelebihan LDL dan trigliserida akan ditumpuk dalam pembuluh darah dan berpotensi melukai lapisan dalam pembuluh darah. Bila pembuluh darah terluka akan menyebabkan penyempitan yang mengakibatkan trombosit dan komponen sel darah lain terperangkap. 

Kelebihan lemak dalam darah juga membuat suatu komposisi yang bersifat ‘lengket’ sehingga menyebabkan gumpalan sel darah semakin menempel dan sangat berbahaya untuk kesehatan.

Hubungan kolesterol dengan stroke

Berdasarkan sebuah studi bahwa kolesterol tinggi, baik pada pria dan wanita, bisa meningkatkan resiko penyakit stroke. Dalam penelitian yang lain menyebutkan bila orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi dalam jangka waktu yang lama akan memperburuk penyembuhan stroke. 

Selain itu, kolesterol tinggi juga memberikan efek kuat pada gejala stroke.

Apa itu kolesterol baik?

Selain kolesterol yang buruk, ada juga istilah kolesterol yang baik bagi tubuh. Lipoprotein densitas tinggi atau HDL termasuk sebagai kolesterol yang baik. HDL ini berfungsi untuk mencegah stroke, mencegah pembekuan darah, serta mencegah luka dalam pada pembuluh darah. 

Berdasarkan penelitian terbaru, HDL juga mengandung antioksidan dan anti-inflamasi. Selain dari pola makan, olahraga juga bisa meningkatkan HDL dalam darah.  

Cara menurunkan kolesterol

Meskipun tubuh memerlukan kolesterol dalam kadar tertentu, namun kadarnya tetap perlu dipantau. Menjaga kadar kolesterol baik dalam darah bermanfaat untuk mengurangi resiko seseorang terhadap serangan stroke. 

Selain itu, beberapa orang juga bisa mempunyai riwayat keturunan kolesterol tinggi. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. 

Gaya hidup juga memegang peranan penting dalam peningkatan kadar trigliserida tinggi, HDL rendah, dan LDL tinggi.

Perubahan pola diet yang dengan konsumsi asupan rendah lemak juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah bila berat badan tidak ideal. 

Bila diperlukan, penderita kolesterol tinggi juga perlu minum obat resep untuk menjaga kadar kolesterol terlebih bila mempunyai riwayat keturunan, kadar kolesterol sangat tinggi, dan perubahan diet dan olahraga tidak bisa membantu.

Mengubah diet memang bukan hal yang mudah. Selain diet rendah lemak, diet rendah garam juga bisa membantu mencegah resiko penyakit stroke. Makanan sehat seperti kacang-kacangan dan ikan juga bisa membantu mencegah stroke karena nutrisi yang baik untuk mencegah kerusakan pembuluh darah serta mencegah penggumpalan darah.


12 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Red yeast rice. National Center for Complementary and Integrative Health. https://nccih.nih.gov/health/redyeastrice.
Natural medicines in the clinical management of hyperlipidemia. Natural Medicines. https://naturalmedicines.therapeuticresearch.com.
Cholesterol management at a glance. National Center for Complementary and Integrative Health. https://nccih.nih.gov/health/cholesterol/at-a-glance.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app