Andrographis - Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Jul 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 697.741 orang

Mengenai Andrographis

  • Golongan: Jual bebas
  • Kemasan: kapsul
  • Kandungan: andrographolide

Manfaat Andrographis

Andrographis memiliki banyak sekali manfaat diantaranya mengatasi diare, konstipasi atau sembelit, kembung, sakit perut, masalah hati (liver), pneumonia, TBC, gonorrhea, sifilis, malaria, hepatitis, kolera, leptospirosis, rabies, sinusitis, Anorexia, HIV/AIDS, gatal-gatal, luka, dan bisul.

Selain itu, Andrographis juga dimanfaatkan untuk mengobati sakit tenggorokan, batuk, pilek, pembengkakan amandel, bronkitis, alergi,  aterosklerosis, mencegah penyakit jantung serta diabetes.

Ada juga yang memanfaatkannya untuk obat gigitan ular, gigitan serangga, mengobati penyakit ginjal, maupun hemorrhoids.

Andrographis juga dapat berfungsi sebagai astringent, senyawa anti bakteri, penghilang rasa sakit, penghilang demam, dan obat cacing.

Efek samping Andrographis

Efek samping Andrographis antara lain dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan, diare, muntah, sakit kepala, mudah lelah, muncul ruam kemerahan, menurunkan tekanan darah, memperlambat pembekuan darah, serta muncul ingus.

Apabila Andrographis dikonsumsi dengan dosis yang tinggi dan dalam jangka waktu panjang, tanaman herbal ini juga akan menimbulkan efek samping seperti kelenjar limpa yang bengkak, alergi yang serius, peningkatan enzim di hati, dan lainnya.

Dosis Andrographis

Untuk menyembuhkan pilek, Anda bisa mengonsumsi ekstrak Andrographis yang mengandung 4-5,6 mg andrographolide dengan 400 mg siberian ginseng 3 kali sehari.

Untuk menyembuhkan demam, sakit tenggorokan, dan amandel, Anda bisa mengonsumsi 3-6 gram Andrographis setiap hari.

Interaksi Andrographis

Konsumsi Andrographis dapat berinteraksi dengan konsumsi beberapa obat lain bila dikonsumsi secara bersamaan. Konsumsi Andrographis dapat berinteraksi dengan obat tekanan darah tinggi apabila dikonsumsi secara bersamaan. Andrographis dapat menurunkan tekanan darah.

Apabila Anda mengonsumsinya dengan obat tekanan darah tinggi secara bersamaan, tekanan darah Anda akan merosot dan menjadi sangat rendah. Hal ini tentu sangat membahayakan kondisi kesehatan Anda.

Contoh obat tekanan darah tinggi yang sangat berbahaya bila dikonsumsi bersama Andrographis antara lain : captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), losartan (Cozaar), valsartan (Diovan), diltiazem (Cardizem), amlodipine (Norvasc), hydrochlorothiazide (Hydro Diuril), furosemide (Lasix), dan masih banyak lagi.

Selain dapat berinteraksi dengan obat tekanan darah tinggi, Andrographis juga dapat berinteraksi dengan obat yang dapat menurunkan sistem imun (Immunosuppressants).

Andrographis dapat meningkatkan sistem imun. Maka dari itu, dengan mengonsumsi Andrographis, dapat menurunkan efektivitas obat yang sedang Anda konsumsi.

Contoh obat yang dapat menurunkan sistem imun antara lain : azathioprine (Imuran), basiliximab (Simulect), cyclosporine (Neoral, Sandimmune), daclizumab (Zenapax), muromonab-CD3 (OKT3, Orthoclone OKT3), mycophenolate (CellCept), tacrolimus (FK506, Prograf), sirolimus (Rapamune), prednisone (Deltasone, Orasone), corticosteroids (Glucocorticoids), dan yang lainnya.

Andrographis juga dapat memperlambat proses pembekuan darah. Maka dari itu, Andrographis bisa berinteraksi dengan obat yang dapat memperlambat pembekuan darah juga (Anticoagulant / Antipatelet Drugs).

Contoh obat yang bisa memperlambat pembekuan darah : aspirin, clopidogrel (Plavix), diclofenac (Voltaren, Cataflam), ibuprofen (Advil, Motrin), naproxen (Anaprox, Naprosyn), dalteparin (Fragmin), enoxaparin (Lovenox), heparin, warfarin (Coumadin), dll.

Perhatian

Andrographis masih aman dikonsumsi anak-anak bila dalam jangka waktu yang pendek dan dikonsumsi lewat mulut.

Sebaiknya wanita hamil tidak mengonsumsi Andrographis. Hal ini bisa memicu terjadinya keguguran.

Sebaiknya wanita yang sedang menyusui juga tidak mengonsumsi Andrographis terlebih dahulu, karena tidak ada cukup penelitian yang membuktikan bahwa Andrographis aman dikonsumsi oleh wanita menyusui. Jadi, lebih baik berjaga-jaga daripada menanggung resiko yang besar.

Anda juga tidak disarankan mengonsumsi Andrographis bila Anda sedang mengalami masalah dengan kejantanan atau sulit hamil.

Anda tidak disarankan mengonsumsi Andrographis apabila Anda memiliki masalah dengan penyakit terkait antibodi, seperti lupus, multiple sclerosis, dan rheumatoid arthtritis. Hal ini karena Andrographis dapat menyebabkan sistem imun menjadi lebih aktif sehingga bisa menyebabkan penyakit auto imun.

Andrographis juga dapat memperlambat pembekuan darah. Hal ini dapat meningkatkan resiko Anda mengalami pendarahan.

Andrographis juga dapat menurunkan tekanan darah apabila dikonsumsi terlalu banyak. Efek penurunan tekanan darah ini akan sangat berdampak pada seseorang yang memiliki tekanan darah rendah karena tekanan darahnya akan menjadi sangat rendah.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Ingin beli obat ini? Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dengan pembayaran via bank transfer, kartu kredit, COD (di sebagian besar kota), Alfamart, dan OVO. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum.

Chat di WhatsApp