Alendronate : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Feb 18, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 395.516 orang

Apa itu obat Alendronate?

Alendronate  adalah termasuk obat golongan biphosphonate yang biasa digunakan untuk keluhan osteoporosis. Pengobatan dengan Alendronate juga dapat diindikasikan untuk penanganan penyakit Paget’s Disease. Walaupun dianggap relatif aman digunakan dalam jangka waktu lama, kesalahan dosis dan cara pakai bisa mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan.

Manfaat Alendronate

Alendronate  biasa digunakan dalam penangangan keluhan oseteoprosis ataupun penyakit seperti Paget’s Disease. Osteoporosis sendiri merupakan penyakit yang berhubungan dengan formasi tulang dimana tulang menjadi keropos atau rapuh yang bisa menyebabkan penderitanya rentan mengalami patah tulang ataupun keluhan keluhan lainnya seperti nyeri nyeri daerah tulang yang mengalami osteoporosis, penurunan tinggi badan, postur tubuh membungkuk. 

Alendronate merupakan obat yang dibeli melalui resep dokter, sehingga kita pun sebagai konsumen harus bijak dalam menggunakan obat ini. Cara kerja Alendronate adalah dengan mengganggu kerja osteoclast (sel yang bertugas mereabsorbsi tulang dan merombak struktur tulang), dimana kelebihan kerja osteoclast sendiri memang dapat menyebabkan osteoporosis. Obat ini akan menganggu kerja osteoclast sehingga aktifitas osteoclast dapat menurun dan mencegah osteoporosis menjadi lebih parah.

Dosis Alendronate

Bentuk sediaan Alendronate adalah tablet. Cara penggunaan obat ini harus dikonsumsi saat perut kosong, hal ini berarti obat ini diminum 15 – 30 menit sebelum kita makan. 

Obat ini juga tidak boleh digigit atau digerus karena akan mengurangi efektifitas obat, usahakan untuk mengonsumsi obat ini saat pagi hari sebelum sarapan. Setelah menelan obat ini, pertahankan posisi duduk ataupun berdiri minimal 30 menit.

  • Osteoporosis
    Dewasa : 1 tablet / minggu.

Penggunaan obat ini harus menggunakan resep dari dokter, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter yang telah memeriksa anda secara langsung sehingga mengetahui kondisi medis anda. 

Saran kami, bila memang memiliki keluhan keluhan medis seperti diatas ataupun hal lainnya, segera periksakan diri anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Efek samping Alendronate

Efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Alendronate adalah:

  • Alergi seperti gatal, kesulitan bernafas, pembengkakan wajah, lidah dan tenggorokan atau bahkan sampai pingsan. Segera cari bantuan medis bila anda mengalami keluhan seperti ini.
  • Nyeri perut dan distensi
  • Diare ataupun konstipasi
  • Kentut berlebih
  • Nyeri otot
  • Pusing dan nyeri kepala

Tentunya tidak semua orang akan mengalami efek samping tersebut diatas, bila anda merasa khawatir dalam penggunaan obat ini ataupun mengalami salah satu keluhan yang telah disebutkan diatas, konsultasikan keadaan medis anda kepada tenaga medis atau dokter terdekat.

Penggunaan Alendronate pada Ibu hamil dan menyusui

Perlu diketahui bahwa penggunaan Alendronate  untuk ibu hamil dan menyusui termasuk dalam kagetori C, yaitu studi pada binatang mengindikasikan adanya efek pada janin ataupun belum dilakukannya studi pada manusia, sehingga obat ini dapat digunakan hanya jika dirasakan bahwa manfaatnya akan lebih besar dibandingkan dengan efeknya kepada janin. 

Saran kami hubungi dan konsultasikan kembali kepada dokter anda bila anda ingin mengkonsumsi Alendronate  dalam keadaan hamil atau menyusui.

Peringatan dalam penggunaan Alendronate

Dalam menggunakan Alendronate  ada beberapa hal yang perlu di waspadai, seperti:

  • Tidak direkomendasikan untuk penderita dengan abnormalitas esofagus seperti striktur esofagus dan akalasia, pasien yang tidak bisa berdiri atau duduk minimal 30 menit, pasien dengan keadaan hipokalsemi ( diperiksakan berdasarkan hasil lab darah), dan gangguan ginjal.
  • Tidak direkomendasikan juga untuk anak kecil, keadaan mengandung dan menyusui. Walaupun kategori Alendronate pada kehamilan adalah golongan C, namun banyak dokter yang tidak merekomendasikan Alendronate pada saat kehamilan karena dianggap kurang menguntungkan.
  • Berhati-hati pada penderita nyeri menelan, penyakit penyakit berkaitan dengan esofagus, penyakit maag, infeksi usus, tukak lambung dan insufisiensi ginjal.
  • Beritahu kepada dokter bila sedang mengonsumsi obat-obatan lain ataupun herba.

Overdosis akibat Alendronate

Belum ada laporan yang lengkap mengenai kejadian overdosis pada pemakaian Alendronate karena merupakan obat yang memerlukan resep dokter serta lebih merupakan suplemen pengobatan, serta dosisnya yang tidak diminum setiap hari, sehingga jarang terjadi kelebihan dosis serta pemakaian yang tidak benar.

Bila terdapat kecurigaan yang mengarah kepada overdosis Alendronate, segera cari bantuan medis bila anda atau kerabat anda mengalami keluhan seperti ini. 


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit