Akalasia: Achalasia

Update terakhir: May 1, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 705.453 orang

Definisi Achalasia Akalasia (Achalasia) nama lainnya Esophageal aperistaltis atau Megaesophagus . Achalasia  merupakan gangguan esophagus primer yang ditandai dengan kehilangan gerakan peristaltik dan gangguan relaksasi cincin (sphincter) esophagus bagian bawah sehingga menghambat atau bahkan mencegah proses penelanan makanan.

Deskripsi Akalasia Pada Achalasia terjadi gangguan pada kerongkongan (esophagus), yaitu saluran yang membawa makanan dari mulut ke dalam lambung. Kerongkongan (esophagus) memiliki sebuah cincin otot yang disebut sfingter esofagus terletak di bagian bawah mengelilingi esofagus tepat di atas pintu masuk ke lambung. Otot sfingter ini biasanya berkontraksi (mengencang) untuk menutup kerongkongan. Ketika sphincter menutup, isi lambung tidak bisa mengalir kembali ke kerongkongan. kembalinya isi lambung keatas (refluks) dapat mengiritasi kerongkongan, menyebabkan gejala seperti terbakar dan terasa panas sepanjang kerongkongan . Gejala nyeri dada dan rasa panas dibagian ulu hati (dada bagian tengah) sering dikeluhkan pada pasien dengan akalasia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Proses penelanan makanan berlangsung berkat adanya kontraksi dan reaksasi esophagus disebut gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik mendorong makanan di sepanjang esophagus. Biasanya, peristaltik menyebabkan sphincter esophagus ber-relaksasi (mengendur) dan memungkinkan makanan masuk ke dalam lambung. Pada Achalasia, yang berarti "kegagalan ber-relaksasi" sphincter esophagus tetap berkontraksi.Sehingga kegagalan makanan masuk ke lambung yang mengakibatkan sumbatan sehingga makanan tidak bisa masuk ke lambung.

Achalasia - terjadi penyempitan pada esophagus

Penyebab dan Gejala Akalasia

Penyebab Akalasia Achalasia disebabkan oleh degenerasi sel-sel saraf, secara normal sel-sel ini bekerja menghantarkan sinyal otak untuk merelaksasikan sphincter esophagus. Penyebab utama dari degenerasi ini belum diketahui secara pasti. Penyakit autoimun ,infeksi, keganasan hipertensi dicurigai sebagai penyebabnya.

Gejala Akalasia

- Disfagia atau kesulitan menelan, adalah gejala paling umum dari achalasia. Orang dengan   achalasia biasanya memiliki kesulitan menelan baik makanan cair dan padat, sering merasa bahwa makanan "menempel" pada saat turun.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • nyeri dada yang sering keliru dengan angina pektoris (nyeri jantung) karena mirip.
  •  Mulas
  •  kesulitan sendawa
  • Muntah atau mual
  • Regurgitasi : cairan yang naik ke rongga mulut
  • Kehilangan berat badan
  • Gejala lain mungkin termasuk batuk malam hari atau pneumonia berulang yang disebabkan oleh makanan yang masuk ke saluran nafas bagian bawah.

Diagnosa Akalasia Diagnosis achalasia dimulai dengan riwayat penyakit dengan anamnesis yang teliti. Riwayat harus fokus pada waktu gejala dan menyingkirkan kondisi medis lain yang dapat memiliki gejala yang sama. Pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk mendiagnosa achalasia meliputi:

Esophageal manometry. Pada pemerikasaan ini, sebuah tabung tipis dimasukkan ke kerongkongan untuk mengukur tekanan yang diberikan oleh sfingter esofagus.

x-ray esophagus (Barium swallow): Barium dapat ditelan sebagai agen kontras. Barium menunjukkan garis-garis besar esofagus secara lebih rinci dan memudahkan melihat penyempitan tersebut pada sphincter. Terdapat gambaran bird beak atau paruh burung.

Endoskopi. Pada pemerikasaan ini, tabung yang berisi lensa dan sumber cahaya dilewatkan ke dalam kerongkongan. Endoskopi digunakan untuk melihat langsung pada permukaan esofagus. Tes ini juga dapat mendeteksi tumor yang menyebabkan gejala yang mirip achalasia. Kanker esofagus terjadi sebagai komplikasi achalasia pada 2-7% pasien.

Pengobatan achalasia Pengobatan lini pertama untuk achalasia adalah dilatasi balon (pneumatic dilatation) atau laparoscopic surgical myotomy . Dalam prosedur ini, sebuah membran karet atau balon diturunkan ke esophagus sehingga dapat menekan sphincter esophagus agar terjadi pembukaan. Efektif pada sekitar 70% pasien.

 

Tiga perawatan lain yang digunakan untuk achalasia ketika dilatasi balon tidak cocok atau tidak dapat diterima.

Injeksi toksin Botulinum. Disuntikkan ke sphincter, toksin botulinum melumpuhkan otot dan memungkinkan relakasasi sphincter . Gejala biasanya kembali dalam waktu satu sampai dua tahun.

Esophagomyotomy. Prosedur bedah memotong otot sphincter untuk memungkinkan membukanya kerongkongan . Esophagomyotomy menjadi lebih populer dengan pengembangan teknik yang memungkinkan sayatan perut sangat kecil.

Terapi Obat . Nifedipin, sebuah calcium-channel blocker, mengurangi kontraksi otot. Obat ini memberikan bantuan untuk sekitar dua pertiga pasien selama dua tahun. Selain itu nitrat bisa digunakan untuk mengurangi kontraksi otot.

Prognosis achalasia Kebanyakan pasien dengan achalasia dapat diobati secara efektif. Achalasia tidak mengurangi harapan hidup kecuali berkembang menjadi karsinoma esofagus.

Pencegahan akalasia Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah achalasia.

Terminologi : Toksin Botulinum Sebuah racun bakteri ampuh atau racun yang dihasilkan oleh strain bakteri  yang berbeda. Racun menyebabkan kelumpuhan otot.

Disfagia Kesulitan dalam menelan.

Endoskopi Sebuah tes di mana perangkat dapat melihat dan sumber cahaya yang dimasukkan ke kerongkongan melalui tabung fleksibel. Endoskopi memungkinkan inspeksi visual kelainan esophagus.

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit