Akalasia (Achalasia): Penyebab, Gejala, & Obat

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Tinjau pada Mei 1, 2019 Waktu baca: 3 menit

Definisi Achalasia Akalasia (Achalasia) nama lainnya Esophageal aperistaltis atau Megaesophagus . Achalasia  merupakan gangguan esophagus primer yang ditandai dengan kehilangan gerakan peristaltik dan gangguan relaksasi cincin (sphincter) esophagus bagian bawah sehingga menghambat atau bahkan mencegah proses penelanan makanan.

Deskripsi Akalasia Pada Achalasia terjadi gangguan pada kerongkongan (esophagus), yaitu saluran yang membawa makanan dari mulut ke dalam lambung. Kerongkongan (esophagus) memiliki sebuah cincin otot yang disebut sfingter esofagus terletak di bagian bawah mengelilingi esofagus tepat di atas pintu masuk ke lambung. Otot sfingter ini biasanya berkontraksi (mengencang) untuk menutup kerongkongan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

Ketika sphincter menutup, isi lambung tidak bisa mengalir kembali ke kerongkongan. kembalinya isi lambung keatas (refluks) dapat mengiritasi kerongkongan, menyebabkan gejala seperti terbakar dan terasa panas sepanjang kerongkongan . Gejala nyeri dada dan rasa panas dibagian ulu hati (dada bagian tengah) sering dikeluhkan pada pasien dengan akalasia.

Proses penelanan makanan berlangsung berkat adanya kontraksi dan reaksasi esophagus disebut gerakan peristaltik. Gerakan peristaltik mendorong makanan di sepanjang esophagus. Biasanya, peristaltik menyebabkan sphincter esophagus ber-relaksasi (mengendur) dan memungkinkan makanan masuk ke dalam lambung.

Pada Achalasia, yang berarti "kegagalan ber-relaksasi" sphincter esophagus tetap berkontraksi.Sehingga kegagalan makanan masuk ke lambung yang mengakibatkan sumbatan sehingga makanan tidak bisa masuk ke lambung.

Penyebab dan Gejala Akalasia

Penyebab Akalasia Achalasia disebabkan oleh degenerasi sel-sel saraf, secara normal sel-sel ini bekerja menghantarkan sinyal otak untuk merelaksasikan sphincter esophagus. Penyebab utama dari degenerasi ini belum diketahui secara pasti. Penyakit autoimun ,infeksi, keganasan hipertensi dicurigai sebagai penyebabnya.

Gejala Akalasia

  • Disfagia atau kesulitan menelan, adalah gejala paling umum dari achalasia. Orang dengan   achalasia biasanya memiliki kesulitan menelan baik makanan cair dan padat, sering merasa bahwa makanan "menempel" pada saat turun.
  • Nyeri dada yang sering keliru dengan angina pektoris (nyeri jantung) karena mirip.
  • Mulas
  •  kesulitan sendawa
  • Muntah atau mual
  • Regurgitasi : cairan yang naik ke rongga mulut
  • Kehilangan berat badan
  • Gejala lain mungkin termasuk batuk malam hari atau pneumonia berulang yang disebabkan oleh makanan yang masuk ke saluran nafas bagian bawah.

Diagnosa Akalasia

Diagnosis achalasia dimulai dengan riwayat penyakit dengan anamnesis yang teliti. Riwayat harus fokus pada waktu gejala dan menyingkirkan kondisi medis lain yang dapat memiliki gejala yang sama. Pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk mendiagnosa achalasia meliputi:

  • Esophageal manometry. Pada pemerikasaan ini, sebuah tabung tipis dimasukkan ke kerongkongan untuk mengukur tekanan yang diberikan oleh sfingter esofagus.
  • X-ray esophagus (Barium swallow): Barium dapat ditelan sebagai agen kontras. Barium menunjukkan garis-garis besar esofagus secara lebih rinci dan memudahkan melihat penyempitan tersebut pada sphincter. Terdapat gambaran bird beak atau paruh burung.
  • Endoskopi. Pada pemerikasaan ini, tabung yang berisi lensa dan sumber cahaya dilewatkan ke dalam kerongkongan. Endoskopi digunakan untuk melihat langsung pada permukaan esofagus. Tes ini juga dapat mendeteksi tumor yang menyebabkan gejala yang mirip achalasia. Kanker esofagus terjadi sebagai komplikasi achalasia pada 2-7% pasien.

Pengobatan Achalasia

Pengobatan lini pertama untuk achalasia adalah dilatasi balon (pneumatic dilatation) atau laparoscopic surgical myotomy. Dalam prosedur ini, sebuah membran karet atau balon diturunkan ke esophagus sehingga dapat menekan sphincter esophagus agar terjadi pembukaan. Efektif pada sekitar 70% pasien.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Dapatkan Onkologi Terlengkap 2020. Beli sekarang juga, GRATIS ongkir* pengiriman ke seluruh Indonesia dan bisa COD. Privasi Paket Pengiriman. Konsultasi gratis dengan apoteker kami.

Default internal ads 19

Tiga perawatan lain yang digunakan untuk achalasia ketika dilatasi balon tidak cocok atau tidak dapat diterima.

Injeksi toksin Botulinum

Disuntikkan ke sphincter, toksin botulinum melumpuhkan otot dan memungkinkan relakasasi sphincter . Gejala biasanya kembali dalam waktu satu sampai dua tahun.

Esophagomyotomy

Prosedur bedah memotong otot sphincter untuk memungkinkan membukanya kerongkongan . Esophagomyotomy menjadi lebih populer dengan pengembangan teknik yang memungkinkan sayatan perut sangat kecil.

Terapi Obat

Nifedipin, sebuah calcium-channel blocker, mengurangi kontraksi otot. Obat ini memberikan bantuan untuk sekitar dua pertiga pasien selama dua tahun. Selain itu nitrat bisa digunakan untuk mengurangi kontraksi otot.

Prognosis achalasia

Kebanyakan pasien dengan achalasia dapat diobati secara efektif. Achalasia tidak mengurangi harapan hidup kecuali berkembang menjadi karsinoma esofagus.

Pencegahan akalasia

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah achalasia.


35 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Boeckxstaens, Guy E et al. Achalasia. The Lancet, Volume 383, Issue 9911, 83 - 93. (https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(13)60651-0/fulltext)
Achalasia - Latest research and news. Nature. (https://www.nature.com/subjects/achalasia)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app