Acebutolol : Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: May 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 837.840 orang

Hipertensi merupakan faktor resiko untuk banyak kasus koroner. Namun demikian, tekanan darah dapat diturunkan melalui terapi yang tepat, sehingga menurunkan resiko strok, kejadian koroner, gagal jantung dan ginjal

Golongan obat antihipertensi yang banyak digunakan adalah diuretik tiazid (misalnya bendroflumetiazid), beta‐bloker, (misalnya propanolol, atenolol,) penghambat angiotensin converting enzymes (misalnya captopril, enalapril), antagonis angiotensin II (misalnya candesartan, losartan), calcium channel blocker (misalnya amlodipin, nifedipin) dan alpha‐ blocker (misalnya doksasozin).

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Namun pada artikel ini akan membahas salah satu obat dari golongan beta-bloker yaitu obat Acebutolol. Berikut pembahasan mengenai kegunaan, dosis dan efek samping obat Acetabutolol. Selamat membaca.

Mengenai Acebutolol

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Kapsul

Kandungan:

Obat golongan beta blocker

Apa sih kegunaan obat Acebutolol itu?

Acebutolol merupakan obat yang diresepkan oleh dokter. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk kapsul. Obat kapsul Acebutolol tersedia sebagai obat paten dan sebagai obat generik. Obat generik biasanya harganya lebih murah dibandingkan obat paten. Acebutolol dapat dugunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi dengan obat lain.

Acebutolol biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan aritmia. Seperti yang telah dijelaskan sebeumnya, obat Acebutolol termasuk golongan obat beta-blocker. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Obat ini termasuk golongan kardioselektif β-blocker yang mempunyai intrinsic sympathomimetic activity (ISA). Obat-obat kardioselektif β-blocker memiliki lebih sedikit efek pada reseptor bronkial dibandingkan non kardioselektif β-blocker. 

Oleh karena itu, jika pasien hipertensi yang mempunyai penyakit asma atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) membutuhkan pengobatan dengan β-blocker, maka obat jenis ini lebih cocok digunakan.

Obat ini bekerja dengan cara memblokir reseptor-reseptor tertentu yang ditemukan di pembuluh darah dan jantung yang diaktifkan oleh hormon, seperti hormon adrenalin. Dengan menghentikan aktivasi reseptor ini, pembuluh darah dan jantung Anda akan tetap rileks. Oleh karena itu proses tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung Anda.

Berapa dosis pemberian obat Acebutolol?

Pemberian dosis obat ini harus berdasarakan anjuran yang diberkan oleh dokter. Berikut pemberian dosis obat Acebutolol yang umum diberikan:

  • Dosis lazim dewasa untuk mengobati hipertensi
    Dosis awal : 1 x sehari 400 mg atau 2 x sehari 200 mg. Jika perlu, setelah 2 minggu dosis dapat ditingkatkan sampai 2 x sehari 400 mg.
    Dosis maksimal : 1.2 g / hari dalam dosis terbagi.
  • Dosis lazim dewasa untuk aritmia jantung
    Dosis awal : 2 x sehari 200 mg, dosis dapat ditingkatkan sesuai respon pasien.
    Dosis maksimal : 1.2 g / hari dalam dosis terbagi.

Apa efek samping dari obat Acebutolol?

Berikut merupakan efek samping yang memungkinkan yang dapat terjadi dalam obat-obat yang mengandung Acebutolol. Efek samping ini mungkin saja terjadi saat mengkonsumsi obat Acebutolol, tetapi tidak selalu terjadi. Terdapat beberapa efek samping yang langka tetapi serius. Efek sampingnya sebagai berikut:

  • Mual, muntah
  • Gangguan pencernaan
  • Sakit kepalaMengantuk
  • Sembelit/ diare
  • Insomnia
  • Kecemasan
  • Perut kembung
  • Gangguan saluran kemih

Konsultasi ke dokter jika Anda melihat efek samping tersebut diatas, terutama jika efek samping tidak hilang dan menetap. Khususnya jika terjadi penurunan kesadaran, sesak, tanda-tanda alergi dan lain-lain, segera bawa ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Interaksi Obat

Obat Acebutolol dapat berinteraksi dengan obat lain, vitamin, atau herbal yang mungkin Anda konsumsi. Mengkonsumsi obat-obatan bersamaan dengan obat Acebutolol akan membuat efek dari Acebutolol dapat berubah. Hal ini dapat meningkatkan resiko untuk efek samping atau menyebabkan obat Anda tidak bekerja dengan baik. 

Beritahukan pada dokter tentang semua obat, vitamin, dan suplemen herbal yang Anda gunakan, sehingga dokter dapat membantu Anda mencegah atau mengatur interaksi obat.

Peringatan dan perhatian penggunaan Acebutolol

Dalam memutuskan penggunaan obat ini, risiko penggunaan obat harus ditimbang secara baik sebelum dikonsumsi. Hal ini merupakan keputusan yang Anda dan dokter akan putuskan. Untuk obat Acebutolol, berikut beberapa hal-hal yang harus Anda pertimbangkan:

  • Obat ini jangan digunakan untuk penderita yang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap  Acebutolol atau obat golongan beta blocker lainnya.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita asma. Obat ini harus digunakan secara hati-hati pada penderita gangguan ginjal.
  • Tidak boleh digunakan untuk penderita hipotensi (tekanan darah rendah), brakikardia persisten berat, blok AV dari derajat 2 dan 3, syok kardiogenik, gagal jantung yang tidak terkendali (overt cardiac failure), sindrom sinus, asidosis metabolik, penyakit peredaran darah perifer berat, feokromositoma yang tidak diobati.
  • Karena memiliki sifat intrinsic sympathomimetic activity (ISA), sebaiknya tidak digunakan untuk angina baik stabil atau tidak stabil.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada ibu yang berencana hamil, ibu hamil, dan ibu menyusui. Konsultasikan kembali ke dokter sebelum mengkonsumsi obat ini.
  • Obat ini memiliki efek samping mengantuk, pusing. Oleh karena itu hati-hati selama menggunakan obat ini, sebaiknya tidak mengemudi, melakukan aktivitas berat atau menyalakan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi. 


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp