Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Olahraga dan Kebugaran

8 Kesalahan Saat Lari yang Sering Dilakukan

Kesalahan kecil yang dilakukan saat lari dapat mengurangi manfaatnya pada kesehatan, bahkan memungkinkan terjadinya masalah baru bagi tubuh, seperti lecet, nyeri kaki, cedera otot, dan lebam.
Update terakhir: NOV 11, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.243.642 orang

Lari adalah olahraga yang digemari oleh setiap kalangan karena sangat mudah dilakukan. Selain itu, lari memiliki banyak manfaat untuk tubuh. 

Akan tetapi, persiapannya tidak main-main karena Kesalahan kecil yang dilakukan saat lari dapat mengurangi manfaatnya pada kesehatan, bahkan memungkinkan terjadinya masalah baru bagi tubuh, seperti lecet, nyeri kaki, cedera otot, dan lebam.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Kesalahan saat lari yang paling sering dilakukan

1.  Menggunakan sepatu yang salah

Memakai sepatu yang sudah tua atau bukan jenis sepatu olahraga akan menyebabkan terjadinya cedera pada kaki, terutama sekali pada bagian engkel. Oleh karena itu, pastikan sepatumu masih layak dipakai saat berlari. Perhatikan juga ukuran sepatu lari. 

Usahakan untuk memakai sepatu dengan ukuran yang pas, tidak terlalu longgar ataupun terlalu sempit.

2. Lari terlalu jauh atau terlalu dekat ini

Banyak pelari yang terlalu semangat dalam melakukan olahraga lari sehingga jarak larinya terlalu jauh dengan waktu yang terlalu cepat. Biasanya karena pikiran bahwa semakin jauh maka  semakin baik. Padahal itu adalah kesalahan fatal dalam lari. 

Hal ini bisa menyebabkan sakit pada jaringan lunak belakang tulang atau shin splints (biasanya terjadi di bagian bawah lutut atau tulang kering), cedera lutut, bahkan meradangnya ligamen yang terdapat di bagian paha (ITB syndrome).

3. Melangkah terlalu jauh

Banyak pelari berpikir bahwa melangkah lebih jauh akan menambah kecepatan dan efisiensi saat lari. Padahal melangkah terlalu jauh akan menguras tenaga dan bisa menyebabkan terjadinya shin splints karena tumit mendarat terlebih dahulu saat lari.

4. Posisi tangan

Saat lari, beberapa pelari mengayunkan tangannya ke samping yang membuat tubuh mereka lebih membungkuk dan tidak dapat bernapas dengan efektif. Ketika Anda merasa lelah, meletakkan kedua tangan Anda di dada akan membuat bahu dan leher menegang.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

5. Kurang minum

Banyak orang menyepelekan jumlah cairan yang keluar dari tubuh saat berlari dan tidak mengatasinya dengan cukup minum. Hal ini akan menyebabkan terjadinya dehidrasi  yang akan berakibat pada performa dan kesehatan. Akan tetapi, membawa botol minuman saat lari adalah hal yang merepotkan. 

Oleh sebab itu, pastikan Anda cukup minum sebelum lari dan tidak berlebihan. Minum secukupnya dengan jarak yang tidak terlalu dekat dengan waktu lari. Lalu, minum kembali setelah lari untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang saat lari.

6. Salah berpakaian

Anda perlu menyesuaikan pakaian saat lari dengan kondisi dan cuaca saat itu. Terkadang ada pelari yang salah kostum saat lari seperti memakai baju yang terlalu tebal, terlalu terbuka, dan tidak cocok untuk kondisi cuaca saat itu. 

Pakaian yang terlalu tebal akan mengakibatkan suhu tubuh naik dan lari akan membuatmu semakin panas. Sementara itu, pakaian yang terlalu terbuka akan membuat bagian tubuhmu langsung terkena sengatan matahari dan tidak cocok untuk cuaca yang terlalu dingin.

7. Tidak makan dengan benar

Banyak pelari tidak memperdulikan pentingnya nutrisi untuk performa dalam berlari dan kesehatan tubuh. Banyak juga pelari yang mengejar waktu pagi-pagi untuk lari sehingga tidak sempat memasukkan nutrisi untuk lari. Sementara lari membutuhkan banyak energi. 

Oleh karena itu, usahakan untuk makan terlebih dahulu sebelum berlari. Anda juga perlu memperhatikan makanan yang Anda konsumsi sebelum dan setelah lari karena mempunyai efek yang besar terhadap performa lari dan pemulihan diri Anda. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Perhatikan juga jarak antara makan dan lari agar tidak terlalu dekat.

8. Berlari di trek yang sama

Berlari di trek yang sama secara terus menerus membuat tubuh under-worked out. Karena tubuh sudah terbiasa dengan daerah tersebut akan membuat Anda merasa bosan dan kehilangan semangat bahkan bisa mengakibatkan Anda kehilangan motivasi untuk melanjutkan rutinitas lari. 

Oleh karena itu, pastikan untuk mengganti rute lari agar selalu bersemangat untuk lari. 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit