HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR.VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR.VINA SETIAWAN

6 Penyebab Utama Nyeri Telapak Kaki Sakit dan Cara Ampuh Mengatasinya

Dipublish tanggal: Agu 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Feb 25, 2020 Waktu baca: 3 menit
6 Penyebab Utama Nyeri Telapak Kaki Sakit dan Cara Ampuh Mengatasinya

Sebagai bagian tubuh yang paling banyak menahan beban, telapak kaki menahan tekanan hingga lima ratus ribu kilogram saat melakukan satu jam sesi latihan yang berat. Telapak kaki juga menahan beban sebanyak 1,5 kali berat badan selama menjalani aktivitas berjalan dan berlari. 

Oleh karena itu, tidak heran jika telapak kaki adalah bagian tubuh yang sangat rentan terhadap cedera.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Seringkali nyeri pada telapak kaki muncul secara tiba-tiba. Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa kaki Anda sakit, dan bagaimana seorang ahli terapi fisik dapat membantu mengobati sakit kaki Anda?

Nyeri pada telapak kaki adalah salah satu keluhan yang paling sering digunakan seseorang untuk memeriksakan diri ke dokter ortopedi. Dengan lebih dari 26 tulang, 33 sendi, dan lima ligamen, ada banyak struktur yang bisa mengalami cedera. 

Penyebab Nyeri pada Telapak Kaki

Ketika struktur-struktur ini menjadi terluka atau mendapatkan penekanan berlebih, rasa sakit tentu saja tidak dapat dihindari, sehingga membatasi pergerakan sendi. Berikut adalah 6 penyebab nyeri pada telapak kaki yang perlu Anda ketahui dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya

1. Plantar fasciitis

Plantar fasciitis adalah salah satu penyebab paling umum yang menyebabkan nyeri pada telapak kaki. Kondisi ini disebabkan akibat iritasi jaringan, yang disebut plantar fascia. Struktur ini membentang di bagian bawah kaki dan menghubungkan tulang tumit ke jari kaki. 

Seseorang yang menderita plantar fasciitis mengalami rasa sakit di bagian bawah kaki, biasanya di dekat bagian dalam tumit. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Rasa sakit akibat plantar fasciitis lebih umum terjadi di pagi hari setelah bangun dan setelah menjalani olahraga berat seperti berlari, walaupun Anda mungkin merasakan nyeri pada tumit saat berjalan.

Terapi fisik untuk mengatasi plantar fasciitis dilakukan dengan mengurangi peradangan dan menilai biomekanik kaki, pergelangan kaki, dan seluruh ekstremitas bawah. Latihan untuk plantar fasciitis dapat meliputi latihan peregangan, penguatan, dan keseimbangan.

2. Metatarsalgia

Metatarsalgia adalah suatu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan kondisi kaki yang menyakitkan di daerah tepat sebelum jari kaki. Kondisi ini disebut metatarsalgia karena tulang-tulang di daerah kaki ini dinamai metatarsal. 

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh aktivitas melompat atau berlari yang berkepanjangan. Seiring waktu, tulang metatarsal menjadi bengkak dan menimbulkan nyeri.

 Kondisi ini dapat ditangani dengan mengistirahatkan kaki yang mengalami nyeri dan mengkonsumsi obat-obatan anti peradangan seperti ibuprofen.  Jika gejala tidak membaik dengan penanganan sederhana di rumah, disarankan bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

3. Tendonitis Tibial Posterior

Tendon tibialis posterior membentang pada kaki bagian bawah dan melekat pada bagian bawah telapak kaki di dekat lengkung medial. Tendon membantu mendukung lengkungan alami kaki, dan iritasi pada lokasi ini dapat menimbulkan rasa sakit dan mengganggu kemampuan berjalan.

Perawatan untuk mengatasi tendonitis tibialis posterior dapat dilakukan dengan latihan fleksibilitas dan kekuatan, latihan keseimbangan, modalitas, anti-inflamasi, dan orthotic.  

Dokter Anda dapat memeriksa dan menentukan pengobatan terbaik untuk mengatasi tendonitis tibialis posterior yang Anda derita.

4. Morton Neuroma

Morton Neuroma adalah suatu kondisi kelainan saraf yang jarang terjadi. Kondisi ini berkaitan dengan penggunaan sepatu hak tinggi. Neuroma adalah pembesaran jaringan di sekitar saraf di antara jari-jari kaki. 

Jika Anda mengenakan sepatu yang sangat sempit, ketat, dan bertumit tinggi yang menekan kaki, maka kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan gesekan, yang kemudian menyebabkan penebalan saraf. 

Kondisi ini dapat menyebabkan jari-jari kaki Anda menyengat atau mati rasa, nyeri pada telapak kaki seperti ada batu yang berada di dalam sepatu atau menimbulkan rasa nyeri pada mata kaki.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda dapat menggunakan sepatu yang lebih nyaman, tetapi sekali lagi, jika rasa sakit berlangsung lebih dari dua hari, segera kunjungi dokter.

5. Clavus

Clavus atau mata ikan adalah penebalan kulit karena tekanan dan gaya gesek yang terjadi pada bagian telapak kaki yang menahan beban. Tekanan pada telapak kaki dapat menyebabkan terjadinya hiperkeratosis (penebalan kulit), secara klinis dan histologis. 

Penebalan kulit yang terjadi pada mata ikan dapat menyebabkan nyeri kronis. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda dapat menggunakan metode tradisional dengan menggunakan tape perekat khusus atau melakukan pembedahan minor di dokter.

6. Tarsal Tunnel Syndrome

Sindrom terowongan tarsal terjadi ketika terjadi penjepitan saraf tibialis posterior yang mempersarafi telapak kaki. Penekanan saraf menyebabkan timbulnya nyeri neuropatik dengan gejala seperti terbakar dan kesemutan pada telapak kaki. 

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat meresepkan obat anti peradangan untuk mengurangi pembengkakan saraf yang menyebabkan saraf terjepit.

9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app