Pengobatan

10 Hal Tentang Aspirin Yang Harus Kamu Tahu

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Apr 2, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
10 Hal Tentang Aspirin Yang Harus Kamu Tahu

Aspirin adalah obat pereda nyeri dan demam yang cukup populer dan banyak digunakan. Sebelum mengonsumsinya, sebaiknya Anda mengetahui hal-hal penting mengenai obat ini, termasuk manfaat, kegunaan, cara menggunakan, dan efek sampingnya.

10 Hal Penting Tentang Aspirin

1. Aspirin Memiliki Beberapa Kegunaan

Aspirin digunakan untuk mengobati demam, nyeri, dan peradangan. Kasus nyeri atau rasa sakit seperti sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri otot seringkali dapat diatasi menggunakan obat ini. Aspirin juga dapat diresepkan untuk mengobati gejala nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis (rematik), osteoarthritis (pengapuran sendi), lupus, dan kondisi rematik lainnya. Aspirin dosis rendah juga dapat direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit arteri koroner.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

2. Aspirin Adalah NSAID

Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs) atau Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (OAINS) adalah kelompok obat yang digunakan untuk menurunkan demam, meredakan nyeri serta mengurangi peradangan yang ditandai dengan kulit kemerahan, terasa hangat, dan bengkak. Terdapat 3 kategori obat NSAID, yaitu salisilat, NSAID tradisional, dan NSAID selektif COX-2. Aspirin termasuk dalam golongan salisilat.

3. Nama Generik Aspirin Adalah Asam Asetilsalisilat

Asam asetilsalisilat merupakan nama generik dari Aspirin. Aspirin tersedia dalam bentuk tablet biasa, tablet salut enterik, tablet lepas lambat (obat diserap oleh tubuh perlahan-lahan seiring waktu), tablet kunyah anak-anak, permen karet, dan supositoria. Aspirin juga bisa menjadi bahan dalam obat kombinasi, misalnya Percodan mengandung aspirin dan oksikodon.

Tablet kunyah anak-anak mengandung 81 miligram Aspirin, di mana tablet untuk dewasa mengandung 325 atau 500 miligram Aspirin. Tablet dengan dosis 81 miligram Aspirin juga tersedia untuk orang dewasa, karena dosis inilah yang paling direkomendasikan oleh ahli jantung untuk pasien penyakit jantung koroner (CAD).

4. Cara Mengonsumsi Aspirin

Aspirin harus diminum sesuai dengan petunjuk pada kemasan atau arahan dokter. Biasanya dikonsumsi setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan untuk mengobati rasa sakit atau demam. Untuk memastikan penggunaan aspirin yang aman dan efektif, pasien radang sendi harus mengikuti petunjuk dokter dengan tepat.

Di luar instruksi dosis yang tertera pada kemasan, ikuti saran berikut ini untuk penggunaan aspirin yang aman:

  • Tablet lepas lambat harus ditelan utuh dan diminum dengan segelas air putih. Menghancurkan atau mengunyah tablet sangat tidak dianjurkan karena akan mengganggu aspek lepas lambatnya.
  • Aspirin sebaiknya diminum segera setelah makan untuk meminimalisir efeknya pada lambung.
  • Minumlah aspirin dengan interval yang sama antar dosis.

5. Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Anak-Anak dan Remaja 

Sebelum memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Beberapa anak-anak atau remaja mungkin mengalami sindrom Reye setelah mengonsumsi aspirin, terutama jika mereka sedang mengalami infeksi virus, cacar air, atau influenza. Sindrom Reye merupakan kondisi serius yang dapat berakibat fatal seperti kerusakan otak dan masalah hati yang mendadak. Gejalanya sindrom Reye di antaranya adalah muntah berkepanjangan, kebingungan, dan kejang-kejang.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

6. Efek Samping Aspirin

Efek samping dari penggunaan aspirin meliputi:

7. Interaksi Aspirin dengan Obat Lain

Bagi yang sedang mengonsumsi obat atau suplemen apapun, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkombinasikannya dengan aspirin. Beberapa obat dapat berinteraksi dengan aspirin, di antaranya:

8. Hati-Hati Bagi Anda Yang Memiliki Alergi

Beritahu dokter jika Anda pernah menderita penyakit-penyakit yang terkait dengan alergi, seperti asma, hidung tersumbat atau polip hidung, dan gatal-gatal pada kulit. Apabila Anda memiliki salah satu dari kondisi tersebut, Anda berisiko mengalami reaksi alergi terhadap aspirin. Beritahu dokter Anda untuk menyarankan obat alternatif pengganti aspirin.

9. Alkohol dan Aspirin

Apabila Anda minum 3 gelas atau lebih minuman beralkohol setiap harinya, tanyakan pada dokter Anda apakah Anda boleh mengonsumsi aspirin atau obat penghilang rasa sakit lainnya. Diskusikan juga riwayat tukak lambung, anemia, atau pendarahan dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah ginjal, keracunan hati, dan pendarahan di masa mendatang.

10. Hindari Aspirin Saat Hamil atau Menyusui

Aspirin harus dihindari oleh ibu hamil dan menyusui. Apabila seseorang sedang hamil dan membutuhkan aspirin, diskusikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Konsumsi aspirin selama beberapa bulan terakhir kehamilan dapat membahayakan janin dan menyebabkan masalah selama persalinan.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Aspirin: 7 things you should know. Drugs.com. (https://www.drugs.com/tips/aspirin-patient-tips)
Aspirin: Health benefits, uses, and risks. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/161255)
Daily aspirin therapy: Understand the benefits and risks. Mayo Clinic. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-disease/in-depth/daily-aspirin-therapy/art-20046797)

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app