Waspadai Bahaya Merokok bagi Wanita

Dipublish tanggal: Mei 17, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit

Rupanya, tak hanya pria saja yang candu terhadap rokok. Namun, ada banyak wanita yang kini memiliki kebiasaan serupa yaitu merokok. Bahkan sudah menjadi hal yang umum di daerah tertentu wanita merokok. Tapi, masyarakat menganggap stereotip wanita merokok sebagai kebiasaan yang buruk.

Nah, sebenarnya, baik pria maupun wanita, yang dikhawatirkan dari kebiasaan merokok ini adalah dampaknya terhadap kesehatan. Lebih parahnya, rokok memberikan bahaya spesifik terhadap tubuh wanita.

Bahaya rokok bagi wanita

Jika Anda melihat kemasan atau bungkus rokok, pasti terdapat tulisan bahwa bahaya rokok dapat mengakibatkan gangguan kesehatan termasuk kehamilan dan janin. Selain itu, ada juga bahaya lain yang akan dialami oleh wanita perokok, diantaranya berikut ini.


Mengurangi Kepadatan Tulang

Salah satu akibat dari kebiasaan merokok bagi wanita adalah mengurangi kepadatan tulang. Tahukah Anda, merokok menghasilkan radikal bebas yang mampu menyerang sistem imun alami pada tubuh. Ketika radikal bebas tersebut masuk dalam tubuh, maka berpotensi mengganggu keseimbangan hormon. 

Salah satunya produksi enzim yang dihasilkan oleh hati. Enzim tersebut nantinya akan merusak estrogen sehingga kepadatan tulang hilang, dimana estrogen memiliki peran penting untuk pembentukan tulang.

Nah, ketika usai Anda sudah memasuki menopause, produksi estrogen akan berkurang. Artinya, jika Anda masih memiliki kebiasaan merokok, kadar estrogen dalam tubuh benar-benar akan minim. Dampaknya, tulang akan kehilangan kepadatan dan rapuh.


Memicu Rematik

Bagi sebagian dewasa dan lansia, tentu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan adalah rematik. Rematik merupakan kaku sendi sehingga menimbulkan rasa nyeri, panas, dan bengkak. Gejalanya memang tidak terdeteksi. Namun, salah satu penyebabnya yaitu hormon dan genetik. 

Berdasarkan hasil penelitian baru-baru ini, diperoleh fakta bahwa merokok mampu meningkatkan risiko rematik.

Rematik ini akan menyebabkan sistem imun dalam tubuh berfungsi tidak sebagaimana mestinya, apalagi bagi Anda yang memiliki riwayat genetik rematik. Bahkan, aktivitas merokok dapat menghambat pengobatan alami rematik.

Ketika membutuhkan operasi pun, rokok dapat meningkatkan risiko komplikasi. Baru, setelah berhenti merokok, terbentuknya rematik akan berangsur berkurang.


Risiko Katarak

Katarak merupakan penyakit mata dimana lensa mata menjadi berkabut. Akibatnya, pandangan menjadi kabur dan tidak jelas. Tahukah Anda, menurut hasil penelitian, bagi wanita perokok, memiliki tingkat risiko katarak lebih tinggi daripada non perokok. Bahkan, risiko tersebut juga dialami oleh perokok pasif. 

Meski katarak termasuk penyakit mata yang wajar dialami lansia, namun risiko katarak perokok ini lebih besar.


Depresi

Selain masalah kesehatan fisik, rupanya merokok juga berakibat buruk terhadap psikologis penggunanya salah satunya depresi. Ya, nikotin dalam rokok menawarkan efek penenang sehingga pengguna menjadi candu untuk selalu merokok. 

Hal inilah yang menjadi penyebab depresi terjadi, terutama ketika perokok sedang berhenti. Meskipun belum diperoleh bukti yang jelas, namun ada kemungkinan terjadi perubahan aktivitas pada neurotransmitter otak sehingga risiko depresi meningkat.


Siklus Haid tidak teratur

Kebiasaan merokok bagi wanita juga berpotensi mengubah siklus haid menjadi tidak teratur. Tentunya, hal ini berpengaruh terhadap kesuburan wanita. Apalagi, merokok memang meningkatkan risiko infertilitas atau tidak subur. 

Tak hanya itu, merokok juga menyebabkan dismenore atau nyeri yang teramat sakit ketika menstruasi. Bagi wanita perokok, juga berisiko mengalami menopause dini, sekitar satu sampai dua tahun lebih awal.

Nah, melihat banyaknya dampak berbahaya dari merokok bagi wanita, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut dari sekarang. Sebab, kerugiannya jauh lebih besar dari efek adiktif dan ketenangan yang diberikan.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Smoking: A Women’s Health Issue. U.S. Food and Drug Administration (FDA). (https://www.fda.gov/tobacco-products/health-information/smoking-womens-health-issue)
Smoking: A Women’s Health Issue. U.S. Food and Drug Administration (FDA). (http://www.fda.gov/TobaccoProducts/PublicHealthEducation/HealthInformation/ucm445713.htm)
The Unique Dangers of Smoking for Women. Verywell Mind. (https://www.verywellmind.com/smoking-womens-health-perspective-3520429)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app