Waspada Penyakit Ketinggian Saat Mendaki Gunung

Gejala penyakit ketinggian ini adalah pusing, kehilangan nafsu makan dan sulit tidur.Gejala lain biasanya juga mengikuti adalah lemas, lelah, perut terasa sakit dan muntah. Penyakit ketinggian ini biasanya timbuk karena pendaki naik terlalu cepat, dari dataran yang lebih rendah ke ketinggian 2.400 meter keatas.
Dipublish tanggal: Sep 4, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit

Mendaki gunung saat ini sudah menjadi kegiatan yang paling populer sekaligus melelahkan, karena merupakan sebuah aktivitas yang cukup berat dan melelahkan. Saat mendaki gunung, pada ketinggian tertentu tekanan oksigen akan mengalami penurunan. 

Tanpa persiapan yang tepat, pada titik ini seseorang bisa mengalami beberapa masalah kesehatan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Saat melakukan persiapan mendaki, pastikan Anda benar benar memperhatikan faktor keamanan. Peralatan yang tepat mutlak dibutuhkan supaya mendaki gunung bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan sangat berguna untuk menjaga keselamatan selama pendakian. 

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan termasuk:

Pastikan kesehatan dalam kondisi baik

Kesehatan adalah persiapan yang paling utama, sebaikya pastikan kondisi kesehatan Anda benar benar baik untuk bepergian. 

Apabila Anda mempunyai riwayat penyakit tertentu seperti hipertensi ataupun penyakit jantung, ada baiknya melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan pendakian supaya Anda dapat memastikan kondisi kesehatan berada dalam kondisi optimal untuk melakukan pendakian. 

Sangat disarankan untuk tidak mengkonsumsi alkohol atau aktivitas fisik yang terlalu berat dalam 48 jam sebelum pendakian.

Gunakan pakaian khusus mendaki

Persiapan selanjutnya yang harus diperhatikan adalah pakaian, ini adalah faktor utama dalam keselamatan dan kenyamanan dalam pendakian. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Oleh karena itu harus memilih pakaian yang memang dikhususkan untuk mendaki gunung, seperti pemilihan jaket windbreakeer atau waterproof yang disesuaikan dengan kondisi cuaca saat melakukan pendakian. 

Dengan menggunakan pakaian yang tepat Anda akan lebih mudah untuk bergerak saat mendaki. Pertimbangkan perubahan cuaca juga supaya bisa mempersiapkan pakaian cadangan yang sesuai.

Sepatu dan peralatan yang tepat

Gunakan sepatu khusus mendaki supaya dapat melalui rute pendakian dengan mudah. Sepatu yang tepat akan memberikan Anda kenyamanan, pijakan kuat dan stabilitas saat melakukan pendakian. 

Anda bisa menggunakan peralatan tambahan yang tepat seperti tongkat untuk menyangga tubuh yang sangat berguna saat melewati area berbatu. Selain itu penggunaan tongkat sangat membantu mengurangi dampak benturan pada kaki terutama lutut dan pergelangan kaki.

Persiapkan perbekalan

Perbekalan adalah hal yang paling vital dalam pendakian. Persiapkan semua perbekalan dengan baik termasuk makanan dan minuman. Anda akan mengalami kesulitan jika tidak membawa perbekalan yang mencukupi karena lokasi pendakian sangat jauh dari keramaian dan jarak antar pos pendakian cukup jauh. 

Tentukan rencana pendakian Anda lalu bawa perbekalan yang cukup, sebaiknya lebihkan perbekalan Anda untuk situasi darurat. Jangan lupa gunakan ransel yang memadai supaya bisa membawa semua yang Anda butuhkan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Masalah kesehatan yang bisa saja terjadi

Penyakit ketinggian atau altitude sickness adalah salah satu permasalahan yang sangat berpotensi dialami para pendaki gunung.  Penyakit ketinggian ini biasanya muncul karena tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup saat berada di ketinggian. 

Gejala penyakit ketinggian ini adalah pusing, kehilangan nafsu makan dan sulit tidur.Gejala lain biasanya juga mengikuti adalah lemas, lelah, perut terasa sakit dan muntah. Penyakit ketinggian ini biasanya timbuk karena pendaki naik terlalu cepat, dari dataran yang lebih rendah ke ketinggian 2.400 meter keatas.

Kondisi ini bisa semakin bertambah parah jika dipandang sebelah mata, lalu kemudian akan berkembang menjadi dua jenis: 

  • Edema paru, dimana terdapat terlalu banyak cairan di dalam paru paru.
  • Edema otak, dimaa terlalu banyak cairan di dalam otak.

Apabila penyakit ketinggian bertambah parah, maka gejala selanjutnya yang akan timbul adalah :

  • Tubuh akan mulai kekurangan oksigen yang ditandai dengan warna kuku dan kulit yang berubah kebiru biruan.
  • Sesak nafas yang mengganggu.
  • Sering batuk karena terdapat kelebihan cairan di paru paru.
  • Mengeluarkan lendir atau dahak yang berwarna merah muda dan berbusa, ini adalah pertanda adanya kerusakan jaringan paru paru yang mengeluarkan darah.
  • Tidak bisa berjalan ataupun duduk dengan benar.
  • Berperilaku aneh, salah satunya adalah tidak mengakui gejala penyakit ketinggian yang timbul.

Pencegahan dan pengobatan

Untuk menghindari penyakit ketinggian yang dapat terjadi selama pendakian gunung, pendaki gunung sebaiknya melakukan beberapa tindakan pencegahan. Tindakan paling efektif adalah tidak mendaki terlalu cepat menuju puncak, pertimbangkan ketinggian dan beristirahatlah jika sudah terlalu lama mendaki. 

Selain itu, sebaiknya pendaki gunung sedikit membatasi aktivitas mereka pada waktu memulai pendakian yang bertujuan meminimalkan risiko penyakit ketinggian.

Jika Anda menyadari terkena penyakit ketinggian saat melakukan pendakian, beristirahatlah sejenak dan usahakan untuk tidak panik dan tetap tenang. Kondisi ini bukan sebuah kondisi yang serius dan dapat disembuhkan dengan istirahat yang cukup. 

Jika memang diperlukan, Anda bisa menggunakan obat analgesik supaya rasa sakit bisa segera hilang. Penyakit ketinggian parah juga dapat dikurangi dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Jika kondisi yang dialami semakin memburuk dan tindakan meminimalisir gejala masih tidak membuahkan hasil maka sebaiknya Anda turun ke lokasi yang lebih rendah dari saat ini dan sebaiknya harus secepatnya menghubungi petugas medis untuk mendapatkan perawatan medis dan memastikan pernapasannya dan tanda tanda vital berada dalam kondisi yang aman. 

Selain itu Anda bisammenggunakan oksigen portabel untuk memastikan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Kondisi kesehatan yang semakin memburuk sangat mungkin terjadi selama masa pendakian gunung. Oleh karena itu pendaki harus mempersiapka segala peralatan yang cukup untuk melakukan antisipasi terhadap hal-hal seperti itu. 

Jika Anda mengalami gejala penyakit ketinggian saat mendaki gunung, sebaiknya hentikan aktivitas Anda dan jangan paksakan mendaki. Segeralah mencari bantuan supaya kondisi Anda segera tertangani.


5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Altitude-Related Disorders: Background, Acute Mountain Sickness, Sleep at High Altitude. Medscape. (https://emedicine.medscape.com/article/303571-overview)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app