Kesehatan Fisik

Tanda Tanda Vital (TTV): Pemeriksaan dan Nilai Normal

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Mar 17, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit
Tanda Tanda Vital (TTV): Pemeriksaan dan Nilai Normal

Untuk mendeteksi gangguan pada tubuh, dokter dapat melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV). Ini merupakan metode atau pemeriksaan fungsi tubuh yang paling mendasar guna membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit dan merencanakan perawatan medis yang tepat. Apa saja jenis pemeriksaan TTV? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa itu TTV?

Pemeriksaan tanda-tanda vital atau TTV adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui tanda vital seseorang. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan, kelainan, atau perubahan pada fungsi organ tubuh.

Pemeriksaan TTV merupakan metode paling dasar yang membantu dokter untuk mendiagnosis penyakit. Selain itu, dokter juga akan lebih mudah merencanakan terapi medis yang tepat untuk pasien.

Ada empat komponen tanda vital utama yang harus dipantau secara rutin oleh tenaga kesehatan yaitu tekanan darah, denyut nadi, laju pernapasan, dan suhu tubuh. Pemeriksaan tanda vital dilakukan pada saat pertama kali Anda datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Apabila Anda dicurigai sedang menderita kondisi medis yang serius, maka tanda vital akan dipantau secara berulang dan terus dilakukan evalauasi untuk menilai perkembangan penyakit. Rrosedur ini akan terus dilakukan sampai nilai TTV kembali normal. 

Jenis-jenis pengukuran tanda vital

1. Tekanan darah

Tekanan darah merupakan kekuatan pemompaan darah yang dilakukan oleh jantung untuk mengalirkan darah di dalam arteri (pembuluh darah) hingga ke seluruh tubuh. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop.

Tekanan darah dibagi menjadi dua bagian, yaitu sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik merupakan bagian atas yang menunjukkan tekanan darah di dalam arteri pada saat jantung berkontraksi untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Sedangkan tekanan diastolik menunjukkan tekanan darah di dalam arteri pada saat jantung beristirahat untuk mengisi darah dari seluruh bagian tubuh.

Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah 120/80 mmHg. Sementara pada bayi dan anak-anak, tekanan darah normal lebih rendah daripada dewasa. 

Tekanan darah normal dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu aktivitas fisik, diet dan usia. Maka untuk dapat melakukan pengukuran tekanan darah dengan tepat, sebaiknya beristirahatlah dengan santai terlebih dahulu selama sekitar 15 menit sebelum pengukuran dilakukan.

Baca Selengkapnya: TTV Normal Bayi Baru Lahir, Balita, dan Anak-Anak

2. Denyut nadi

Denyut nadi merupakan frekuensi pemompaan jantung pada arteri.Pengukuran denyut nadi bermanfaat untuk menentukan irama dan kekuatan nadi.

Pengukuran denyut nadi dilakukan dengan menggunakan stetoskop atau menggunakan jari yang ditekankan pada nadi penderita selama 60 detik. Pengukuran denyut nandi dapat dilakukan pada 5 jenis arteri, yaitu:

  • Arteri radialis (pergelangan tangan)
  • Arteri brakialis (siku)
  • Arteri karotis (leher)
  • Arteri poplitea (belakang lutut)
  • Arteri dorsalis pedis (kaki)

Denyut nadi normal untuk orang dewasa adalah 60-100 kali per menit, dapat disebut juga dengan detak jantung normal. Pada bayi dan anak-anak, denyut nadi normal cenderung lebih tinggi daripada orang dewasa.

Denyut nadi seseorang dapat meningkat akibat beberapa faktor, seperti olahraga, emosi, kondisi sakit, atau mengalami cedera. Sama seperti pengukuran tekanan darah, pengukuran denyut nadi juga sebaiknya dilakukan setelah seseorang beristirahat terlebih dahulu.

3. Laju pernapasan

Laju pernapasan sama dengan frekuensi pernapasan. Pengukuran laju pernapasan dilakukan dengan menghitung jumlah pengembangan dada seseorang untuk menarik napas dalam waktu satu menit.

Pengukuran laju pernapasan umumnya dilakukan pada saat istirahat. Metode ini bertujuan untuk menilai sulit atau tidaknya seseorang bernapas.

Respirasi normal atau pernapasan normal untuk orang dewasa adalah 12-20 kali per menit. Sementara pada bayi dan anak-anak, laju perapasan normal lebih tinggi daripada orang dewasa.

Laju pernapasan dapat mengalami peningkatan dengan olahraga, demam atau karena penyakit paru, atau kondisi medis lainnya.

4. Suhu tubuh

Suhu tubuh merupakan ukuran panas badan seseorang. Pengukuran suhu tubuh dilakukan dengan menggunakan alat ukur suhu yang disebut dengan termometer, bisa dilakukan melalui mulut, ketiak, dubur, telinga, dan kulit dahi.

Suhu tubuh normal untuk orang dewasa adalah 36,5- 37,5 derajat Celsius. Suhu tubuh seseorang bisa berubah-ubah, biasanya dipengaruhi oleh aktivitas, makanan, konsumsi cairan, cuaca, dan jenis kelamin, terutama wanita pada saat mengalami masa subur.

Baca Juga: Suhu Tubuh Normal Manusia, dari Bayi Hingga Dewasa

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Johns Hopkins Medicine. Vital Signs (Body Temperature, Pulse Rate, Respiration Rate, Blood Pressure). (https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vital-signs-body-temperature-pulse-rate-respiration-rate-blood-pressure).
Medscape. Normal Vital Signs. (https://emedicine.medscape.com/article/2172054-overview). 1 November 2018.
Healthline. Getting a Physical Examination. (https://www.healthline.com/health/getting-physical-examination). 2 Mei 2017.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app