4 Kebiasaan Pemicu Kanker yang Wajib Ditinggalkan dari Sekarang

Dipublish tanggal: Jul 3, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 10, 2019 Waktu baca: 3 menit
4 Kebiasaan Pemicu Kanker yang Wajib Ditinggalkan dari Sekarang

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit paling mematikan di dunia. Berdasarkan data di bidang kesehatan, terdapat sekitar 9,6 juta orang yang meninggal akibat kanker di seluruh dunia pada tahun 2017. Mengingat bahaya dari penyakit ini, sebisa mungkin tentu harus dicegah sedini mungkin. Salah satunya dengan cara menghindari kebiasaan pemicu kanker yang mungkin tanpa disadari sering Anda lakukan selama ini.

Berbagai kebiasaan pemicu kanker

Ternyata, ada beberapa kebiasaan yang diam-diam memicu kanker dalam tubuh. Karena dianggap sepele, Anda mungkin merasa hal kecil tidak akan berdampak buruk pada tubuh. Namun jangan salah, bila dilakukan secara terus-menerus, bukan tidak mungkin jika sel kanker bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Agar terhindar dari risiko penyakit kanker, tinggalkan kebiasaan pemicu kanker berikut ini:

1. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok memang menjadi salah satu faktor yang umum disebut sebagai pemicu terjadinya kanker. Bahkan, kenyataan tersebut secara terang-terangan dituliskan dalam iklan bahkan kemasan rokok itu sendiri.

Rokok mengandung nikotin, yaitu zat racun berbahaya yang merusak sel-sel sehat dalam tubuh. Semakin banyak timbunan nikotin dalam tubuh, racun tersebut lambat laun akan berkembang menjadi sel kanker.

Agar terhindar dari risiko kanker, mulailah jauhi rokok bahkan paparan asapnya dari sekarang. Hentikan kebiasaan tersebut pelan-pelan, agar tubuh Anda bisa terbiasa dengan perubahan tersebut. 

Jika awalnya Anda menghisap 5 batang rokok sehari, mulai kurangi satu batang per harinya. Dengan begini, risiko Anda terkena kanker yang awalnya lumayan tinggi, sedikit demi sedikit bisa berkurang.   

Baca Selengkapnya: Manfaat Berhenti Merokok Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

2. Minum teh yang masih dalam keadaan panas

Banyak orang yang suka minum teh, terutama teh hijau. Pasalnya, sensasi hangatnya secangkir teh dapat membantu merilekskan tubuh sekaligus mengandung khasiat yang baik bagi tubuh. 

Akan tetapi, jangan sesekali minum teh dalam keadaan masih panas. Bukannya bermanfaat, dampak yang ditimbulkan malah sebaliknya.

Banyak orang tidak menyadari bahwa minum teh dalam kondisi masih panas menjadi salah satu kebiasaan pemicu kanker. Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan di Cina tahun 2018 silam, para ahli menemukan bahwa minum teh panas dapat memicu kanker esofagus.

Baca Juga: Jangan Kebanyakan Minum Teh Setiap Hari, Ini Risikonya

3. Pola makan yang tak sehat dan malas untuk berolahraga

Kebiasaan makan yang tak sehat dan tak teratur, ditambah dengan malas berolahraga, dapat membuat berat badan naik drastis. Jika dibiarkan saja, maka angka indeks massa tubuh (Body Mass Index atau BMI) Anda bisa melebih angka 30, sehingga Anda sudah termasuk terkena obesitas

Baca Selengkapnya: Cara Menghitung Indeks Massa Tubuh (Apakah Berat Badan Anda Normal?)

Iklan dari HonestDocs
Beli Onkologi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 19

Perlu diketahui bahwa berat badan berlebih atau obesitas merupakan salah satu faktor penyebab sel kanker mudah berkembang. Agar terhindar dari hal ini, mulailah menerapkan gaya hidup sehat dari sekarang. Tinggalkan junk food dan pilihlah makanan yang mengandung nutrisi serta vitamin.

Perbanyak juga makan buah dan sayur segar setiap harinya, karena di dalamnya juga terdapat banyak nutrisi penting yang baik bagi tubuh. Jangan lupa selingi juga dengan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari agar tubuh tetap fit dan terhindar dari risiko kanker.

4. Membiarkan kulit terkena paparansinar UV

Radiasi sinar UV atau Ultra Violet merupakan salah satu faktor pemicu kanker, terutama kanker kulit. Sinar UV ini bisa tidak hanya berasal dari matahari saja, tapi juga bisa dari cahaya lampu atau cahaya yang digunakan dalam proses penghitaman kulit atau tanning. 

Jika kulit Anda terus-terusan terpapar sinar UV ini, maka sel kulit akan cepat menua dan rusak. Dampak fatalnya, sel kulit yang rusak tadi bisa berkembang menjadi sel kanker.

Agar terhindar dari risiko ini, lindungi diri Anda dengan menggunakan baju lengan panjang dan selalu gunakan tabir surya (sunblock) saat beraktivitas di luar ruangan. Untuk sinar UV yang berasal dari cahaya lampu, Anda bisa mengganti lampu pijar konvensional dengan jenis lampu LED yang tak memproduksi sinar UV. Dengan mengikuti cara ini, Anda bisa mengurangi risiko sakit kanker.

Baca Selengkapnya: 6 Cara Efektif Melindungi Kulit dari Bahaya Radiasi Sinar Matahari

Penyakit kanker bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Untuk bisa mengurangi risiko terkena kanker ini, Anda bisa memulainya dengan menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi kebiasaan pemicu kanker seperti yang dijelaskan di atas.

23 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app