Tetracaine: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 16, 2019 Update terakhir: Okt 25, 2020 Tinjau pada Mei 15, 2019 Waktu baca: 3 menit

Tetracaine merupakan salah satu jenis obat yang digunakan dalam tindakan operasi untuk memblokir sinyal dari persarafan di dalam tubuh. 

Obat ini merupakan jenis anestesi lokal yang bekerja cepat dalam mengontrol sistem saraf agar tidak bekerja guna mempermudah tindakan operasi dan persalinan. Tetracaine memberikan efek jangka panjang pada organ seksual, kontrol usus, dan saraf pergerakan.

Mengenai Tetracaine

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Larutan Injeksi

Kandungan:

Obat anestesi 

Apa Itu Anestesi?

Anestesi adalah suatu prosedur dalam tindakan medis untuk menghilang rasa sakit selama tindakan operasi atau pembedahan dilakukan. Anestesi diberikan oleh dokter spesialis anestesi melalui perhitungan yang tepat untuk mencegah pasien terbangun selama operasi berjalan.

Farmakologi Pada Tetracaine

Tetracaine adalah jenis anestesi ester-type yang dapat memblokade sodium ion channels yang memusatkan diri pada konduksi impuls- impuls saraf yang ada di seluruh tubuh. 

Tetracaine diserap cepat dan dihidrolisasikan di plasma. Anestesi jenis ini menstabilkan membran neuron pada persarafan dan menghambat inisiasi serta transmisi impuls saraf.

Tetracaine juga bekerja sebagai  memblokade ikatan dari beberapa impuls saraf, sehingga dalam konsentrasi yang rendah tetracaine menghambat pelepasan kalsium secara spontan.

Kegunaan Tetracaine

Tetracaine diberikan secara injeksi pada tulang belakang anda yaitu mencapai lapisan epidural pada saraf tulang belakang. Tetracaine injeksi biasanya diberikan sebagai prosedur awal operasi atau melahirkan. Tetracaine injeksi dipilih pada operasi yangmembutuhkan waktu 2 hingga 3 jam.

Tetracaine juga terdapat jenis tetes yang disebut tetracaine hidroklorida. Ini merupakan jenis anestesi kerja cepat yang diteteskan pada mata sebelum menjalani prosedur pemeriksaan mata seperti pemeriksaan tonometri, ekstraksi benda di kornea, tindakan melepas jahitan pada kornea bekas operasi, terapi pada pterigium, dan lain-lain. Tetracaine hidroklorida menjadi pilihan utama pada anestesi untuk prosedur tindakan medis pada organ mata.

Dosis pemberian Tetracaine

Dosis suntikan tetracaine disesuaikan dengan letak injeksi. Tetracaine biasanya diberikan dengan dosis 0,5 ml  hingga 2ml pada interkostal ketiga atau keempat. Pemberian injeksi ini hanya diberikan oleh dokter spesialis anestesi sebelum prosedur operasi dilakukan. 

Dosis tetracaine hidroklorida tetes yaitu sebanyak 0,5% konsentrasi dalam botol berukuran 5 ml. Dosis diberikan sebanyak 1 hingga 2 tetes pada mata yang dilakukan prosedur tindakan. 

Tetracaine bekerja cepat melumpuhkan persarafan mata. Apabila diperlukan, pemberian dapat diulang 10 menit setelah pemberian pertama. Pemberian obat tetracaine tetes hanya boleh diberikan oleh dokter spesialis mata terkait. 

Efek Samping Tetracaine

Tetracaine juga memiliki efek samping serta kontraindikasi pada beberapa orang. Kontraindikasi yang paling sering terjadi adalah timbulnya hipersensitivitas pada jenis obat anestesi seperti pada turunan asam aminobenzoic.

Efek samping yang dapat muncul pada penggunaan tetracaine antara lain:

  • Mengantuk
  • Kepala pusing
  • Nyeri kepala
  • Pandangan buram
  • Mual muntah
  • Muncul perasaan tegang

Reaksi lainnya pada pemberian tetracaine dapat berdampak pada reaksi sistem organ lain seperti:

  • Organ kardiovaskuler, seperti penurunan kontraksi otot jantung, tekanan darah menjadi semakin rendah, dan henti jantung
  • Reaksi alergi seperti edema dan gatal- gatal
  • Reaksi terkait pemberian melalui saraf tulang belakang (spinal anesthesia), seperti kebas apda bagian tubuh, paralisis saraf spinal, hipotensi terkait paralisis vasomotor, ketidakseimbangan respirasi, dan mual muntah

Interaksi obat Tetracaine

Obat tetracaine tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat golongan sulfonamide karena asam aminobenzoid dapat menghambat mekanisme farmakologi dari obat sulfonamide. Contoh obat golongan sulfonamide yaitu Bactrim, SMX- TMP, sulfatrim, dan lain-lain.

Pemberian obat tetracaine bersamaan dengan minuman tradisional, minuman herbal, dan vitmain lainnya sebaiknya perlu dihindari guna menstabilkan efek obat tetracaine dan mencegah kegagalan operasi.

Tetracaine terkait kehamilan

Obat ini masuk kategori C pada pemberiannya bagi ibu hamil dan menyusui karena tetracaine sangat berbahaya bagi ibu hamil

Tetracaine terkait persalinan

Apabila obat tetracaine diberikan sebagai ansestasi saraf spinal, pemberian vasopresor harus dilakukan dengan perhatian khusus karena obat ini dapat memicu hipertensi berat hingga rusaknya pembuluh darah.

Tetracaine terkait masa menyusui

Hingga saat ini injeksi tetracaine tidak boleh diberikan pada ibu menyusui karena penyerapan obat ke plasma yang beresiko terkontaminasinya obat dengan air susu.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Tetcaine, tetracaine ophthalmic (tetracaine) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more.. Medscape. (https://reference.medscape.com/drug/pontocaine-tetcaine-tetracaine-343373)
Tetracaine - C15H24N2O2. U.S. National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information. (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Tetracaine)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app