12 Penyebab Mata Pedih dan Merah, Plus Cara Mengatasinya

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Agu 12, 2021 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit
12 Penyebab Mata Pedih dan Merah, Plus Cara Mengatasinya

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Mata merah dan pedih yang disertai rasa gatal seperti terbakar dan belekan atau banyaknya kotoran mata bisa jadi pertanda infeksi mata.
  • Penyebab mata pedih dan merah juga bisa karena kemasukan benda asing, cedera mata, mata kering, hingga alergi.
  • Air mata buatan dapat digunakan 4-6 kali sehari untuk mengatasi iritasi mata, namun hal ini memerlukan pengawasan dokter.
  • Cara mengatasi mata pedih dan merah karena alergi bisa menggunakan obat tetes mata antihistamin dari dokter.
  • Segera konsultasikan ke dokter jika mata terasa sangat nyeri, terdapat kotoran mata kehijauan, tebal, atau terlihat seperti nanah, hingga penglihatan menurun.
  • Klik untuk membeli obat mata dari rumah Anda melalui HDmall. *Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia dan bisa COD.

Mata merah dan pedih cukup umum terjadi. Biasanya, kondisi ini dialami saat mata terasa kering, terkena asap, atau kelilipan debu. Rasanya tentu tidak nyaman, membuat pandangan jadi terganggu. Sebelum mencari cara mengatasinya, baiknya ketahui dulu penyebab mata merah dan pedih seperti berikut ini.

Penyebab mata merah dan pedih

Ada banyak kemungkinan penyebab kenapa mata menjadi terasa pedih dan merah mulai dari hal-hal sederhana seperti kelilipan atau terkena debu, paparan asap, atau kurang tidur di malam hari. Di samping itu, ada juga penyebab yang lebih berbahaya seperti infeksi yang perlu diwaspadai.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Mata via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 12

Berikut berbagai penyebab mata merah dan pedih paling umum, yaitu:

1. Infeksi mata

Jika mata merah dan pedih disertai dengan rasa gatal seperti terbakar dan belekan atau banyaknya kotoran mata, bisa jadi Anda mengalami infeksi mata. Infeksi mata bisa disebabkan oleh virus maupun bakteri. Istilah medisnya disebut dengan konjungtivitis.

Konjungtivitis adalah jenis infeksi mata yang terjadi pada konjungtiva, yakni selaput tipis yang menyelimuti bola mata dan kelopak mata. Gejala konjungtivitis ditandai dengan:

  • Mata berair
  • Mata terasa gatal
  • Banyak kotoran mata pada bulu mata dan sudut mata

Selain sakit mata konjungtivitis, blepharitis atau peradangan pada kelopak mata menjadi salah satu penyebab mata pedih, merah, dan gatal. Ada juga mata bengkak, kadang terlihat adanya sisik-sisik atau ketombe pada bulu mata.

2. Kemasukan benda asing

Mata berair, merah, pedih, dan gatal-gatal juga bisa disebabkan oleh adanya benda asing yang masuk ke mata. Benda asing yang mungkin menyebabkan gejala-gejala ini antara lain:

  • Serbuk bumbu
  • Debu
  • Pasir
  • Serangga
  • Serbuk sari

Jika ini terjadi, hindari mengucek mata, ya. Bukannya meredakan gejala, kebiasaan tersebut justru bisa melukai lapisan mata dan memperparah mata merah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Baca juga: Sering Mengucek Mata? Hati-hati, Ini 4 Gangguan yang Bisa Terjadi!

3. Cedera mata

Cedera pada setiap bagian mata yang terjadi saat bekerja, bermain, atau berolahraga juga dapat menyebabkan mata berair dan pedih. Ini adalah alasan mengapa memakai kacamata pelindung dianggap sangat penting ketika melakukan kegiatan tersebut. Kuku yang tajam juga dapat mengakibatkan cedera mata jika mengucek mata dengannya atau pada saat memakai lensa kontak.

4. Mata kering

Mata kering adalah suatu kondisi ketika air mata gagal diproduksi, padahal air mata ini sangat diperlukan untuk menjaga kelembaban mata. Ada sejumlah penyebab air mata menjadi kering. Misalnya karena terlalu lama berada di ruang ber-AC, kelamaan menatap layar komputer, atau sering bersepeda.

Baca selengkapnya: Gejala dan Cara yang Ampuh untuk Mengatasi Mata Kering

5. Alergi

Mata terbakar bisa juga dapat disebabkan oleh peradangan akibat alergi. Bisa karena alergen lokal seperti pelembab dan make up atau alergen yang beterbangan di udara seperti bulu binatang dan serbuk sari. Kedua jenis alergen tersebut dapat mengiritasi dan membuat mata menjadi merah dan pedih.

6. Penyebab mata merah lainnya

Selain kelima penyebab mata merah tadi, kondisi ini juga dapat diakibatkan oleh hal-hal berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31
  • Paparan polutan yang ada di atmosfer seperti debu, asap kendaraan, atau asap rokok
  • Sampo, pemutih, sabun dan pelarut pembersih rumah tangga lainnya yang mengandung bahan kimi
  • Klorin dalam kolam renang.
  • Udara kering
  • Penggunaan lensa kontak jangka panjang

Cara mengobati mata merah dan pedih

Kebanyakan kasus mata merah dan pedih umumnya akan mereda dengan sendirinya. Misalnya jika penyebab mata merah dikarenakan paparan asap atau debu, maka gejala mata merah dapat mereda beberapa jam setelahnya. Mata pun akan kembali pulih seperti biasa.

Jika mata terasa gatal, Anda dapat mengatasinya dengan menempelkan kompres dingin. Sedangkan jika terdapat kotoran atau kerak pada bulu mata, segera bersihkan dengan air hangat. Anda juga bisa menggunakan sabun bayi cair untuk membersihkan area kelopak mata dan bulu mata.

Setiap penyebab mata merah memiliki cara penanganan yang berbeda-beda. Air mata buatan dapat digunakan 4-6 kali sehari untuk mengatasi iritasi mata, namun hal ini memerlukan pengawasan dokter.

Menghindari kontak dengan alergen seperti kosmetik, hewan peliharaan dan rumput dapat membantu mengobati mata merah dan pedih karena alergi. Biasanya, dokter akan meresepkan obat tetes mata antihistamin untuk mengatasi mata merah alergi.

Konjungtivitis atau sakit mata dapat bertahan dalam jangka waktu hingga 10 hari. Jika Anda mengalaminya, maka yang perlu Anda lakukan adalah:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Jangan menyentuh mata yang belum terkena.
  • Resep antibiotik dalam bentuk tetes mata sering merupakan pilihan pengobatan untuk infeksi mata yang disebabkan oleh bakteri. Dokter mungkin meresepkan antibiotik oral juga jika tetes mata tidak cukup untuk melawan bakteri penyebab infeksi mata.
  • Infeksi mata yang disebabkan oleh virus tidak perlu menggunakan obat khusus, karena biasanya akan sembuh sendiri dalam jangka waktu 2-3 minggu.
  • Peradangan pada mata dan terasa gatal dapat dikurangi dengan menggunakan obat tetes mata steroid. Ulkus atau tukak yang terbentuk pada mata karena kerusakan yang disebabkan oleh infeksi juga dapat diobati dengan sangat efektif dengan obat tetes mata ini.

Baca selengkapnya: Obat Sakit Mata Merah Belekan Sesuai Anjuran Dokter

Konsultasikan segera dengan dokter apabila:

  • Kotoran mata kehijauan, tebal, atau terlihat seperti nanah
  • Penglihatan menurun
  • Pembengkakan di kelopak mata yang semakin parah
  • Keluar darah dari mata
  • Penglihatan ganda atau kabur
  • Rasa sakit yang hebat di mata
  • Penglihatan melayang atau berkedip-kedip

Setiap penyebab mata merah dan pedih memiliki cara penanganan yang berbeda-beda. Meski rasanya sangat mengganggu, jangan tergoda untuk mengucek mata yang terasa gatal. Alih-alih meredakan gejala, kebiasaan ini justru bisa memperparah infeksi mata. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter jika mata merah tak kunjung reda setelah diberikan pengobatan.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Red Eyes: 20 Causes, Symptoms, Complications, and More. Healthline. (https://www.healthline.com/health/eye-redness)
Red eyes: List of common causes. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/316179.php)
Red Eyes: 5 Common Causes of Red & Bloodshot Eyes. WebMD. (https://www.webmd.com/eye-health/why-eyes-red)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app